Idul Adha 2015 dan Muhammadiyah

Tahun ini Hari Raya Idul Adha dirayakan secara tidak serempak di tanah air. Warga Muhammadiyah telah lebih dahulu melaksanakan sholat Ied kemarin, sementara Pemerintah dan Ormas Islam lainnya sepakat Idul Adha jatuh pada hari Kamis ini, sama dengan di Arab Saudi di mana hari raya Idul Adha juga jatuh pada hari Kamis. Sebelumnya kemarin para jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Saya dan keluarga baru saja sholat Ied tadi pagi. Kemarin saya sempatkan puasa sunnah yang bernama puasa Arafah, tepat pada hari yang bersamaan dengan hari wukuf di Padang Arafah.

Memang agak terlihat “aneh” juga jika warga Muhammadiyah puasa sunnah Arafah pada hari Selasa kemarin karena hari tersebut jamaah haji belum wukuf di Arafah, lalu sholat Ied pada hari Rabu kemarin pada saat jamaah haji masih wukuf di Arafah. Biasanya penetapan 1 Ramadhan, 1 Syawal (Idul Fitri), dan 10 Zulhijjah (Idul Adha) oleh Ormas Muhammadiyah sebagian besar selalu sama dengan penetapan di Arab Saudi. Yang sering berselisih satu hari biasanya penetapan oleh NU atau Pemerintah. Namun Hari Raya Idul Adha tahun ini Muhammadiyah berbeda dengan di Saudi.

Memang tidak ada hadis atau ayat yang mengatakan penetapan tanggal-tanggal penting tersebut harus sama dengan di Arab Saudi. Bumi ini tidak datar, tetapi bulat. Terlihatnya bulan baru belum tentu sama di setiap negara. Namun untuk Idul Adha menurut pandangan saya seharusnya mengikuti ketetapan waktu wukuf di Saudi. Tentu terlihat aneh jika di Saudi jamaah haji sudah wukuf tetapi di sini orang sudah sholat Ied. Namun karena ini soal keyakinan dan prinsip Muhammadiyah, maka soal perbedaan ini tidak perlu diperdebatkan atau dibesar-besarkan. Untungnya saja orang Indonesia sudah biasa dengan perbedaan ini, sudah sering terjadi perbedaan hari raya di antara umat Islam sendiri. Jadi sudah sama-sama maklum dan saling memaklumi.

Meskipun saya dibesarkan di lingkungan Muhammadiyah dan pernah bersekolah di Muhammadiyah, dan dua anak saya juga bersekolah di Perguruan Muhammadiyah, namun saya tidak selalu terikat dengan ketetapan Muhammadiyah. Fleksibel saja, kadang-kadang mengikuti dan kadang-kadang tidak, tergantung situasi dan kondisi. Pernah dulu saya sholat Iedul Fitri lebih dahulu daripada mayoritas warga di kompleks perumahan karena saya mengikuti ketetapan Muhammadiyah. Namun sesudah itu saya merasa janggal sendiri, sebab saya sudah makan minum sementara tetangga masih berpuasa. Jadi, kadang-kadang saya mempertimbangkan juga solidaritas warga satu kompleks untuk berlebaran bersama-sama dan memilih untuk mengikuti ketetapan Pemerintah saja.

Meskipun warga Muhammadiyah sudah melaksanakan sholat Ied kemarin, namun mereka baru memotong hewan qurban pada hari ini, sama dengan warga lain yang sholat Ied hari ini. Saya pikir ini adalah salah satu bentuk kerukunan yang ditunjukkan oleh warga Muhammadiyah dengan menjaga perasaan warga non-Muhammdiyah. Saya tetap cinta menjadi simpatisan Muhammadiyah.

Perbedaan hari raya yang kesekian kali ini seharusnya menjadi pelajaran agar ketua-ketua ormas itu duduk bersama dan menyepakati hari-hari besar secara tunggal, sehingga tidak lagi berbeda-beda. Ummat yang di bawah merindukan persatuan, tetapi para pemimpinnya masih sibuk beretorika mempertahankan prinsipnya masing-masing.

Pos ini dipublikasikan di Agama, Indonesiaku. Tandai permalink.

8 Balasan ke Idul Adha 2015 dan Muhammadiyah

  1. Indomoto berkata:

    Kalau saya sebagai orang awan, mengikuti keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah yang sah. Gitu saja.

  2. Wah Pak Munir baru pulang shalat ied langsung nge-blog. Iya pak, saya juga pernah, tapi kondisinya keluarga saya yang masih berpuasa, para tetangga sudah makan dan minum. Hehe.

  3. djayantinakhla28 berkata:

    Suka paragraf terakhir🙂

  4. arief berkata:

    Dear Pak Rinaldi,

    dari penjelasan Ust. Ahmad Sarwat (rumah fiqh indonesia), beliau menjelaskan kalau pelaksanaan puasa arafah lebih dulu dilakukan daripada turunnya syariat wukuf di arafah…jadi tidak mesti mengikuti orang wukuf di arafah untuk menjalankan puasa arafah. berikut link nya :

    http://www.rumahfiqih.com/fikrah/x.php?id=291&=hari-arafah-dan-puasa-arafah-tidak-boleh-berbeda.htm

    Mohon maaf kalau ada yg salah… Salam hormat Pak🙂

  5. Dari paragraf awal dan akhir sangat bagus sekali pak, saya ingin bisa!

  6. arifah berkata:

    masalah khilafiyah memang erat hubungannya dengan keyakinan. Mana yang kita yakini benar itu yang kita lakukan. Tentu saja berdasarkan sumber yang shahih dan dapat dipercaya. Akan tetapi jika kita ragu itu yang tidak boleh. Saya dan suami seringkali berbeda ttg masalah hari raya. Darah Muhammadiyah sudah mengalir dalam tubuh saya dan saya menyakini semua fatwa dan keputusan yang diambil. Sementara suami lebih memilih mengikuti keputusan pemerintah. ZSemoga hal ini tidak membuat kita terpecah belah…

  7. muhammadiyah menggunakan perhitungan astronomi karena mereka memiliki cita-cita untuk membuat kalender hijriyah untuk umat islam. hal itu tidak akan terwujud kalau setiap kali penentuan awal bulan harus didasarkan pada penglihatan mata terhadap hilal bulan.

    sekitar tahun 1912, ahmad dahlan mengumpulkan ulama di indonesia untuk membahas ttg arah kiblat di indonesia yg selama ini cenderung lurus ke arah barat agar diusahakan ke arah ka’bah. saat itu banyak ulama-ulama yang lain enggan mendengarkan pendapat ahmad dahlan karena dasar pemikiran ahmad dahlan yg menggunakan metode “orang kafir” dalam menentukan arah kiblat.

    namun, hal tersebut baru terealisasi menjadi ketetapan MUI pada tahun 2010. butuh waktu 98 tahun untuk membuat pihak-pihak lain sepemahaman.

    Mungkin saat ini muhammadiyah berbeda,
    namun insyaallah 98 tahun lagi, pihak-pihal lain akan menjadi sepemahaman dengan muhammadiyah.

    persatuan umat islam tidak didasarkan pd persamaan fikih, namun didasarkan pd kepemimpinan yg tunggal.
    umat islam tetap bisa bersatu meski pandangannya berbeda.
    hal tersebut sudah pernah terjadi pada masa kekhalifahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s