Masakan di Hotel Jarang Ada yang Enak

Saya cukup sering menginap di hotel atau mengikuti acara yang diadakan di hotel. Dari pengalaman menikmati masakan di hotel (sarapan atau jamuan makan siang), saya menyimpulkan masakan di hotel jarang sekali rasanya enak. Hambar dan kurang nendang, nggak mantap dimakan. Bumbunya mungkin hanya berbasis garam dan merica saja.

Coba saja anda lihat sepiring makan siang yang saya ambil pada jamuan makan pada acara konferensi internasional yang diadakan di sebuah hotel berbintang yang cukup ternama di Bandung. Hotel ini merupakan jaringan hotel internasional AS**N yang hotelnya ada di mana-mana. Tapi masakannya? Saya beri nilai 6 saja.

Masakan yang hambar di sebuah hotel berbintang

Masakan yang hambar di sebuah hotel berbintang

Menu masakannya berupa fillet ikan digoreng tepung, ayam kecil-kecil goreng tepung, sayur brokoli disiram saus salad, oseng-oseng daging sapi bumbu lada hitam, sambal saos botol. Sama sekali tidak berselera. Tapi karena saya sudah membayar cukup mahal untuk konferensi itu, ya dimakan saja seadanya.

Chef hotel perlu belajar pada tukang mansak di warung-warung kakilima yang ramai pembelinya, mengapa masakan di warung kakilima jauh lebih enak dan daripada masakan hotel. Apakah chef hotel tidak pernah belajar masakan tradisionil yang bikin kangen itu? Mengapa chef harus mengikuti menu dengan bumbu minimalis?

Dulu Pak Rhenald Kasali pernah membuat tulisan yang mirip dengan keluhan saya di atas, tapi tulisannya tentang nasi goreng di hotel. Baca deh tulisannya ini: Mengapa Tak Ada Nasi Goreng Enak di Hotel?. Memang benar sih, nasi goreng di hotel rasanya kalah jauh dengan nasi goreng masakan pedagang mie tek-tek. Nasi gorengnya saja sudah begitu, apalagi masakan untuk makan siang atau makan malam dengan bumbu yang minimalis. Menurut penilaian saya masakan di hotel mirip dengan masakan pada acara resepsi perkawinan, hambar dan tidak menggugah selera.

Memang tidak semua hotel masakannya kurang enak, ada juga beberapa hotel yang masakannya lumayan enak. Umumnya hotel yang berada di daerah dengan menu masakan tradisionil sesuai daerahnya. Tapi kalau masakan hotel di kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung, rasanya kurang menggugah selera.

Pos ini dipublikasikan di Pengalamanku. Tandai permalink.

4 Balasan ke Masakan di Hotel Jarang Ada yang Enak

  1. deni berkata:

    Pak Rinaldi,
    Untuk hotel besar (berbintang) biasanya ada beda antara kualitas masakan hotel di restoran (untuk tamu restoran) dengan kualitas masakan untuk acara (event) di hotel tersebut. Kalau kita datang ke restoran hotel, sebagai tamu restoran, kualitas masakan akan sama dengan restoran di luar, tergantung yang harga berapa. Tetapi kalau kita datang ke suatu acara di hotel tsb, bersama banyak tamu (massal), misal seminar, workshop dll, pendek kata bukan sebagai tamu restoran, maka kualitas makanan akan turun, tergantung berapa panitia (bukan peserta ya) membayar level kualitas makanan ke hotel tersebut. Ini termasuk juga untuk menu sarapan di hotel yang berasal dari dapur hotel. Jadi pendek kata, manajemen/chef dapur hotel berbeda dengan chef dapur restoran hotel.

    Kalau untuk hotel kecil, biasanya mereka tidak punya restoran khusus, jadi chef “restoran” hotel tersebut sama dengan chef dapur hotel. Bahkan barangkali kualitas chef-nya belum bisa disebut layak untuk mengelola restoran.

    Terima kasih

  2. Hafidh Frian berkata:

    Kalau untuk masakan indonesia, nasi padang/warteg masih jadi andalan. Bukan begitu mas?

  3. yayangneville berkata:

    Wah kebalikan dari saya pak, menurut saya masakan hotel enak enak. Apa krn saya jarang tidur di hotel kali, jadi serasa istimewa klo sedang di hotel gak perlu masak

  4. technopharm berkata:

    Hahaha…. setuju pak, saya pernah nginap di hotel bintang 5, masakannya malah ga ada rasanya (benar2 hambar). Malahan kalau saya perhatikan, semakin mahal hotel, makanannya malah makin hambar. Kata teman saya itu karena hotel mahal itu target marketnya bule, dan bule tidak suka makanan yang rasanya terlalu kuat (entah benar seperti ini, saya kurang tau juga)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s