Ketika Hutan Berubah Menjadi Azab

Indonesia dikenal dunia memiliki banyak hutan tropis. Pulau Kalimantan dinyatakan sebagai paru-paru dunia, karena di sanalah terdapat lahan hutan tropis yang terbesar di dunia. Hutan-hutan yang masih perawan, bahkan sinar matahari saja sampai tidak bisa menembus ke dalam hutan saking lebatnya.

Dahulu kita begitu bangga memiliki negara dengan hutan yang luas dengan keanekaragaman fauna dan flora di dalamnya, tetapi kebangggan itu sebentar lagi akan redup, karena hutan-hutan telah digunduli oleh manusia rakus. Tidak hanya ditebang pohonnya, tetapi dibakar! Hutan dibakar supaya lebih banyak mendapat lahan untuk dijadikan perkebunan, utamanya kebun sawit. Ajaib, habis bakar terbitlah sawit.

Habis bakar, terbitlah sawit. (Sumber; @Sutopp_BNPB)

Habis bakar, terbitlah sawit. (Sumber; @Sutopp_BNPB)

Sekarang alam menunjukkan azabnya kepada manusia Indonesia akibat ulah kerakusan sebagian manusianya. Indonesia saat ini dikepung oleh asap kebakaran hutan. Jutaan orang di Sumatera dan Kalimantan terpapar asap. Kota-kota dan kabupaten di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, sudah berbulan-bulan ditutup asap yang semakin pekat. Sekolah diliburkan sudah lebih dari sebulan lamanya, bandara ditutup karena pesawat tidak bisa mendarat. Tidak hanya itu, sudah puluhan balita meninggal karena paru-parunya menjadi hitam dipenuhi asap. Sementara ratusan ribu orang terkena ISPA.

Foto satelit, penampakan asap di atas Pulau Sumatera dan Kalimantan. Mengerikan!

Foto satelit, penampakan asap di atas Pulau Sumatera dan Kalimantan. Mengerikan!

Lihatlah video di Youtube yang memperlihatkan dampak fatal kabut asap pada anak-anak di Palangkaraya.

Meskipun sudah dicoba dipadamkan dengan ribuan ton air, kebakaran hutan tidak juga bisa dipadamkan dengan tuntas. Kalau hanya pohon-pohon yang terbakar tentu tidak terlalu sukar dipadamkan, tetapi jika yang terbakar adalah lahan gambut, maka pemadamannya sangat sulit. Tanah gambut itu tebalnya lebih dari enam meter. Lahan paling atas boleh saja sudah padam, tetapi enam meter ke bawah masih membara. Maka, bagaimana api akan bisa padam jika kondisinya demikian?

Menembus asap (Sumber foto: grup WA)

Menembus asap (Sumber foto: grup WA)

Hutan telah berubah menjadi azab kepada manusia Indonesia. Keserakahan sebagian manusia Indonesia telah membuat jutaan orang lain menderita. Hutan yang hijau yang menjadi penopang kehidupan sudah berubah menjadi penghasil asap yang mematikan. Entah sampai kapan bencana asap ini akan berakhir, hanya hujan deras berhari-hari yang bisa memdamkannya, tetapi hujan belum juga datang. Sementara pemimpin bangsa ini tidak terlihat begitu serius menangani bencana asap. Apakah harus menunggu jatuhnya korban yang lebih banyak supaya bencana asap ini baru bisa dijadikan bencana nasional?

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s