Saran Buat Para “Jelita”

Seorang teman di grup angkatan mengirimkan pesan berisi nasehat via whatsapp. Nasehatnya ditujukan kepada kami-kami yang “jelita”. Kami di grup angkatan tidak lama lagi memasuki usia lima puluh tahun, sehingga dijuluki “jelita” alias jelang lima puluh tahun🙂. Tidak terasa usia saya sendiri akan beranjak setengah abad dalam waktu yang tidak lama lagi. Waktu terasa begitu cepat sekali berjalan.

Nasehatnya cukup bijak. Intinya, bagi orang yang berusia lima puluh tahun ke atas, bukan saatnya lagi menghabiskan waktunya untuk menumpuk harta kekayaan. Bukan saatnya lagi menghabiskan sisa umurnya untuk mencari sesuap emas dan sepiring berlian. Kini saatnya untuk lebih bijak dalam hidup. Gunakan waktu yang tersisa untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik sembari mepersiapkan diri untuk hari esok yang abadi.

Begini bunyi nasehatnya:

SEPULUH SARAN BAGI USIA 50 TH KE ATAS

1. FOKUS: menyenangkan diri sendiri dan orang lain, bukan saatnya mengejar dan menumpuk harta/materi lagi.

2. BIJAK menggunakan tabungan. Jalan2/wisata bila masih ada kesempatan dan kuat.

3. IBADAH dan amalan baik diperbanyak. Hiduplah di sini dan sekarang, bukan besok/kemarin. Besok belum tentu ada kesempatan,
kemarin sudah lewat.

4. CERIA bermain dengan cucu (kalau ada), bukan menjadi BABY SITTER dan bukan pula menjadi SATPAM kalau anak-anak sedang bepergian.

5. IKHLAS menerima semua kemunduran fisik, nyeri, sakit/lemah, sebagai konsekwensi logis dari proses penuaan.

6. NIKMATI kondisi yang ada sekarang, tak perlu terus menerus banting tulang lagi.

7. SYUKURI hidup dengan pasangan, anak/cucu dan teman2 yang merasa
dekat dengan Anda, bukan karena harta/kedudukan.

8. MAAF kan diri sendiri. Minta maaf dan memberi maaf kepada orang
lain. Perlu ketenangan batin dengan menghilangkan dendam dan benci.

9. BERSAHABAT dengan siapa saja sebagai bagian dari hidup yang normal. Jangan takut mati.

10. DAMAI di hati Anda. Disarankan selalu bercanda via BBM/WhatsApp atau sarana komunikasi lainnya.

Jangan mudah salah paham apalagi marah2 tanpa sebab, karena hal itu bisa bikin mati mendadak.

PERENUNGAN :
“Tua bukan tanpa arti tetapi harus makin berarti bagi diri sendiri, keluarga, teman/sahabat dan sesama, dalam setiap sudut dan tahap kehidupan”.

Nah, begitu bunyi nasehatnya. Anda, para jelita dan sulita (sudah lima puluh tahun), setujukah?

Terimakasih temanku, yang telah berbagi.

Pos ini dipublikasikan di Renunganku. Tandai permalink.

3 Balasan ke Saran Buat Para “Jelita”

  1. partnerinvain berkata:

    Dicatet nih walaupun ntar 10 tahun lg moga panjang umur

  2. nengwie berkata:

    Setujuuuu..saya juga termasuk “jelita” tinggal sedikit “langkah” menuju setengah abad insyaAllah…

    Kalau istilah saya mah ABG angkatan Beranjak Gocap gitu hihi

  3. Quthub Muhammad berkata:

    hahaha, meskipun saya masih kepala 2, saya paham. terimakasih sudah sharing,😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s