Ketika Isu Freeport Dilibas “Papa Minta Saham”

Pemerintahan sekarang selalu saja gaduh. Tidak hanya Pemerintahnya, badan legislatif juga ikut gaduh. Kegaduhan terbaru adalah kasus “papa minta saham” kepada PT Freeport Indonesia, yang disebut-sebut sebagai pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden oleh Ketua DPR.

Setiap hari kasus ini mewarnai media. Hampir setiap orang berbicara, mulai dari pejabat tinggi, politisi, polisi, jaksa, hingga netizen pun meramaikan perang panas di dunia maya. Panggung negara kita seakan tidak pernah berhenti dari kegaduhan.

Namun, ribut-ribut masalah papa minta saham telah mengaburkan substansi yang sebenarnya, yaitu perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia pasca tahun 2021. Kita rakyat Indonesia terlalu asyik mengikuti irama tetabuhan yang gaduh itu, sementara pejabat Freeport mungkin saat ini sedang happy, karena diam-diam perpanjangan kontrak karya sudah diberi lampu hijau persetujuan atau malah sudah disetujui untuk diperpanjang(?).

Tanpa banyak orang tahu, kontrak karya itu tampaknya akan resmi diperpanjang. Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan siaran pers yang isinya menyatakan bahwa PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Indonesia akan menyepakati kelanjutan operasi komplek pertambangan Grasberg pasca 2021. Padahal, perpanjangan kontrak karya itu seharusnya baru dibahas pada tahun 2019, seperti  yang disyaratkan oleh undang-undang Minerba yang menyatakan pembahasan perpanjangan kontrak karya dilakukan dua tahun sebelum kontrak karya tersebut berakhir.

SIARAN PERS

PT Freeport Indonesia Dan Pemerintah Indonesia Menyepakati Kelanjutan Operasi Komplek Pertambangan Grasberg Pasca 2021

JUM’AT, 09 OKTOBER 2015 19:54 WIB
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
NOMOR: 61/SJI/2015
Tanggal : 9 Oktober 2015

PT FREEPORT INDONESIA DAN PEMERINTAH INDONESIA MENYEPAKATI KELANJUTAN OPERASI KOMPLEK PERTAMBANGAN GRASBERG PASCA 2021

Freeport-McMoRan Inc. hari ini mengumumkan bahwa PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Pemerintah Indonesia telah menyepakati operasi jangka panjang dan rencana investasi PT-FI. Saat ini, pemerintah sedang mengembangkan langkah-langkah stimulus ekonomi termasuk didalamnya revisi peraturan pertambangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Besarnya investasi PT-FI dan komitmen yang telah dan sedang berlangsung telah memberikan manfaat bagi Indonesia, menjadi sebuah pertimbangan kesepakatan ini, termasuk meningkatnya nilai royalti, pengolahan dan pemurnian di dalam negeri, divestasi dan konten lokal. Pemerintah telah meyakinkan PT-FI bahwa Pemerintah akan menyetujui perpanjangan operasi pasca 2021 termasuk kepastian hukum dan fiskal yang terdapat pada Kontrak Karya.

Chairman of the Board Freeport-McMoRan Inc, James R. Moffett, menyatakan, “Kami sangat senang dengan jaminan kepastian hukum dan fiskal dari Pemerintah Indonesia. Kami berharap melanjutkan kemitraan dan rencana investasi jangka panjang kami untuk memajukan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan perekonomian di Papua,”

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia (ESDM), Sudirman Said, mengatakan, “Kami menyambut baik kelanjutan investasi Freeport di Papua yang akan meningkatkan perekonomian lokal dan nasional.”

Plt. Kepala Pusat Komunikasi Publik

Hufron Asrofi

Ini siaran pers di situs resmi Pemerintah, bukan berita hoax. Bahkan situs investor di luar negeri memuat pernyatan yang sama:

James R. Moffett, Chairman of Freeport-McMoRan Inc., stated, “We are pleased with the assurances from the Government of Indonesia of legal and fiscal certainty and look forward to continuing our long term partnership and investment plans to advance the economy, jobs and economic velocity in Papua.”

Saya dan anda pasti yakin bahwa jika rakyat Indonesia ditanya, mereka tentu lebih setuju kontrak karya PT Freeport itu tidak diperpanjang lagi, kalau bisa tambang emas dan tembaga di Papua itu diambil alih oleh Pemerintah untuk kemakmuran rakyat Papua khususnya dan rakyat Indonesia umumnya. Selama ini pembagian hasil tambang itu sangat tidak adil, negara hanya mendapat 1% royalti, sisanya yang 99% lari ke investor di luar negeri (Amerika).

Jadi, bagi anda-anda yang bermimpi tambang emas dan tembaga di Papua itu tidak diperpanjang lagi atau diambil alih oleh Pemerintah, maka jangan harap mimpi anda akan menjadi nyata. Lagi-lagi negara ini menjadi pecundang di negerinya sendiri. Kasus politik “papa minta saham” tampaknya lebih menarik dibahas oleh media dan netizen ketimbang isu perpanjangan kontrak karya PT Freeport itu.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

6 Balasan ke Ketika Isu Freeport Dilibas “Papa Minta Saham”

  1. aimanfaruq berkata:

    Wah, saya baru tahu kalau akhirnya kontak Freeport diperpanjang.
    Tapi tidak ramai berita ini di media.
    Terimakasih pak

  2. Priadhana EK berkata:

    Memang “papa minta saham” diblow up supaya isu perpanjangan kontrak karya freeport hilang ditelan media massa. Yoweslah pasrah aja pak. Kalo mau menguasai kekayaan Indonesia yo monggo, kan hidup di dunia cuma sementara pak, ga dibawa mati.

  3. Chandra berkata:

    Buat yang kurang mengikuti berita, sebenarnya itu berita lama, dan ini follow up siaran pers 22 Oktober:
    http://ksp.go.id/siaran-pers-kepala-staf-kepresidenan-terkait-perpanjangan-kontrak-pt-freeport-indonesia/
    Yang mengikuti perkembangan kasus ini dari awal harusnya tahu awalnya adalah Sudirman Said dikepret Rizal Ramli terkait berita itu, yang kemudian berujung Setya Novanto dilaporkan sama Sudirman Said.

  4. TitinTrisnawati berkata:

    saya baru tahu kalo kontrak freeport diperpanjang, yang lagi gencar diberitakan malah ‘Papa minta saham’. Terima kasih pak infonya….

  5. Bila berkata:

    Izin reblog🙂

  6. Bila berkata:

    Reblogged this on sabilalb and commented:
    Well.. What’s ur opinion?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s