Jangan Posting Privasi Anakmu di Media atau Jejaring Sosial

Pekan-pekan menjelang akhir semester pada akhir tahun ini adalah masa mengambil rapor anak di sekolahnya. Zaman sekarang ini orangtua yang mengambil rapor anaknya di sekolah (pada zaman saya dulu sekolah SD dan SMP, saya sendiri yang mengambil rapor). Tentu ada orangtua yang senang anaknya mendapat rapor yang bagus, tentu ada yang sedikit sedih atau biasa-biasa saja.

Nah, kalau saya perhatikan, banyak orangtua yang memposting foto rapor nilai anaknya di Facebook, Twitter, atau di jejaring sosial lainnya. Mungkin mereka ingin membagi kebahagiaan karena rapor anaknya bagus atau mungkin ingin pamer.

Saya khwatir dengan fenomena ini. Tidak tahukah anda bahwa rapor anak merupakan data pribadi, di dalamnya ada data privasi (rahasia) seperti alamat rumah, nama sekolah, alamat sekolah, nama anak, dan lain-lain. Mempublikasikan data pribadi ke media atau jejaring sosial sama artinya memberi peluang kepada orang lain untuk mengetahui apapun tentang anda atau anak anda. Nah, kalau ada orang yang berniat jahat kepada anak anda, lalu dia menggunakan informasi pribadi tadi untuk menculik anak anda di sekolah, bagaimana?

Si penjahat mungkin berpura-pura menyamar bahwa dia adalah saudaramu dan meminta menjemput anakmu di sekolah. Dia punya informasi tentang dirimu di Facebook, misalnya fotomu, foto anakmu, alamat rumah, alamat sekolah, dan lain-lain.  Sudah banyak kasus penculikan anak di sekolah dengan pura-pura menyamar sebagai saudara dari orangtua si anak.

Selain modus penculikan, hal yang tidak kalah penting adalah data pribadi sering berkaitan dengan informasi rahasia yang harus dijaga, seperti kata-sandi (password), kunci, PIN, dan lain-lain. Masih banyak orang menggunakan kata-sandi atau PIN yang diambil dari informasi yang berkaitan dengan dirinya agar mudah diingat, seperti tanggal lahir, tanggal menikah, nama anak, nama suami, alamat rumah, dan lain-lain.

Mempublikasikan data pribadi ke publik sama saja mempermudah penjahat untuk menebak kata-sandi atau PIN anda melalui serangan yang di dalam bidang information security dinamakan dictionary attack. Penjahat akan menggunakan kamus yang berisi semua informasi terkait diri anda tadi untuk merangkai kata-sandi atau PIN. Pada banyak praktek, biasanya serangan ini berhasil menemukan kata-sandi seseorang. Karena itu, aware-lah dan jangan mudah mempublikasikan datya pribadi anda kepada publik seperti media sosial dan jejaring sosial. Berbahaya! Bahkan, ketika anda melakukan registrasi di situs daring yang meminta data pribadi seperti tempat & tanggal lahir, alamat, dan lain-lain, anda tidak perlu memasukan data anda yang sebenarnya. Media atau jejaring sosial berhak menggunakan data pribadi anda itu untuk kepentingan mereka, atau malah mempejualbelikannya kepada pihak lain.

******

Kembali ke kasus publikasi rapor anak tadi.  Mempublikasikan apapun tentang anak anda, selain membuka celah keamanan,  sama saja melanggar privasi anak anda. Tiada hak orangtua untuk mempublikasikan hal yang terkait anaknya, apalagi jika anak tidak tahu atau tidak suka. Anda tidak minta izin kepada anak anda untuk mempublikasikan rapornya, bukan? Anak juga memiliki privasi seperti orangtuanya, dan kita harus melindungi dan menghormati privasi si anak sama seperti kita melindungi dan minta dihormati privasi kita sendiri.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado, Pengalamanku. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Jangan Posting Privasi Anakmu di Media atau Jejaring Sosial

  1. Geri berkata:

    Ortu gila pamer tu pak, majang foto rapor anak di fb?? Hadeuh…aya2 wae kelakuan org jaman skr..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s