Anak-anak Muda, Korban Organisasi Menyimpang

Hari-hari ini media di tanah air ramai sekali memberitakan tentang kasus orang hilang yang diduga tergabung dalam sebuah organisasi berpaham menyimpang, bernama Gafatar. Kasus ini mencuat setelah menghilangnya dr. Rica dan anaknya yang pergi tanpa pamit kepada suaminya. Dr. Rica akhirnya ditemukan di bandara Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah). Selain dr. Rica, juga telah dilaporkan hilang orang-orang lainnya yang tergabung dengan Gafatar.  Apa itu Gafatar, silakan baca artikel ini:  10 Hal Tentang Gafatar Yang Penting Anda Ketahui .

Kasus hebohnya Gafatar mengingatkan kita pada kasus NII beberapa tahun lalu dulu. Saya pernah menulis tentang mahasiswa saya di ITB yang menjadi korban NII ini (baca: Mahasiswa ITB Korban NII). Baik Gafatar maupun NII modus merekrut anggotanya memiliki kemiripan. Sasarannya adalah anak-anak muda yang masih lemah akidah namun memiliki keinginan yang kuat untuk belajar agama, atau anak muda yang sedang galau/labil dan sedang mencari jawaban terhadap kegelisahan hidup. Ketika ada yang menawari untuk ikut pengajian, mereka tertarik, apalagi di pengajian itu mereka mendapat ‘ketenangan’ batin, dan mendapat pencerahan terhadap kegelisahan yang selama ini mereka  rasakan. Di dalam kelompok itu mereka merasa nyaman, merasa dilindungi, dan akhirnya kerasan.

Sekali ikut pengajian itu, lalu ikut lagi, ikut lagi, dan secara tidak sadar anak-anak muda itu mengalami indoktrinasi atau cuci otak. Masuklah paham-paham yang menyimpang ke dalam kepala mereka. Dimulai dengan menanamkan pemahaman bahwa  kondisi saat ini tidak ideal, tidak sesuai dengan kaidah yang seharusnya. Lalu jamaah (anggotanya) diminta untuk  berjuang di jalan Allah (baca: Lengkap, Pesan Terakhir PNS Diduga Ikut Gafatar untuk Keluarganya). Sampai di sini tidak ada yang aneh. Keanehan mulai terjadi ketika  jamaahnya diajarkan tidak perlu sholat lima waktu, tidak perlu puasa, dan sebagainya. Orangtua juga boleh dilawan jika menghalangi perjuangan di jalan Allah. Para aota juga dibaiát atau diambil sumpah untuk setia kepada pemimpin dan organisasinya (baca: Ini Dia Sepenggal Janji Pengurus dan Naskah Persaksian Anggota Gafatar). Sekali masuk ke dalamnya susah untuk keluar.

Untuk membiayai organisasinya, jamaah harus menyetor uang secara periodik (baca: Inilah Pengakuan Seorang Pengusaha Mantan Donatur Gafatar). Ajaran aneh lainnya adalah ajakan untuk berhijrah karena tempat yang didiami sekarang sudah dikutuk dan dilaknat dan tidak lama lagi akan hancur, oleh karena itu para jamaahnya harus melakukan eksodus. Mungkin dr. Rica dan orang-orang lain yang dilaporkan hilang itu ikut eksodus ke suatu tempat yang dianggap aman, dalam hal ini ke Kalimantan (baca: Buku Harian Ungkap Menghilangnya Istri dan Anak Warga Garut).

Selain perekrutan anggota/jamaah organisasi melalui cara-cara klasikal (pengajian), juga ada kemungkinan modus lain dengan cara hipnotis. Tadi siang saya mendapat pesan dari jejaring sosial yang bersumber dari pengakuan orangtua yang anaknya kost di Yogyakarta. Begini isi pesan yang saya dapatkan (setelah saya edit tata bahasanya namun tidak mengurangi maknanya):

Hati-hati bagi siapapun yang mempunyai anak yangsedang kuliah dan kost di Jogja, bisa-bisa anak anda menjadi target perekrutan anggota aliran Gafatar. Anak perempuan saya hampir menjadi korban organisasi sesat ini

Kata anak saya , modusnya diajak sesama teman untuk pengajian, tetapi ajakan ini seperti ada unsur setengah paksaan.

Berkali-kali anak saya menjawab tidak mau, karena sibuk dengan tugas-tugas kuliah. Tetapi, berkali kali pula ‘ajakan’ itu terus dilakukan tanpa henti.

Karena merasa ‘risih’ , sekali tempo anak saya menuruti ajakan pengajian itu .

Apa yang terjadi ?  Banyak sekali keanehan-keanehan yang terjadi dalam ‘pengajian’ itu .

Anak saya bilang, peristiwa dalam ‘pengajian’ itu lebih tepat kalau dikatakan sebagai indoktrinasi dan pemahaman dasar-dasar aliran itu.  Yang membuat anak saya masih dapat berfikir normal adalah menolak saat disuruh minum ‘cairan’ dalam jamuan ‘pengajian’ itu ,

Mungkin ‘minuman’ itu yg membuat sebagian calon anggota yang direkrut ‘gagal pulang’  dan berhasil ‘dicuci otaknya’, sehingga dengan ‘sukarela’ menjadi anggota sekte Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara).  Dan selanjutnya dengan kesadaran sendiri rela berpisah dari keluarganya dirumah .

Inilah yg kemudian dikatakan sbg ‘orang hilang’ .  Padahal , hilangnya itu karena kesadaran sendiri, yg memang sudah tidak mau berhubungan dengan keluarganya.

Sungguh mengerikan .. ‘

Masih beruntung anak saya menolak minuman itu , dengan alasan sedang berpuasa,
dan dengan keberanian yang dipaksakan, anak saya pura-pura ijin kencing ke belakang, lalu melarikan diri dan kabur .. ‘

Alhamdulillah anak saya selamat .. ‘

Semoga pengalaman ini akan membuat pemirsa lebih waspada dengan putra putrinya yg sedang menuntut ilmu di Jogja .

Wassalam

 

Mengerikan sekali, pantas kalau sudah masuk ke dalam organisasi itu sulit untuk keluar lagi.

Terlepas dari benar tidaknya isi pesan yang saya terima, namun saya yakin sebagai organisasi yang memerlukan jamaah, organisasi tersebut melakukan berbagai cara untuk merekrut anggota sebanyak-banyaknya. Entah apa yang dicari pengurusnya dengan membuat organisasi yang menjerumuskan anak-anak muda itu. Uang?  Kekuasaan? Wallahualam.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

2 Balasan ke Anak-anak Muda, Korban Organisasi Menyimpang

  1. Iwan Yuliyanto berkata:

    Saya juga curiga ke arah sana, ada unsur hipnotis, mengingat betapa cepatnya indoktrinasi atas ajaran yang jauh dari aslinya. Secara normal butuh waktu lama untuk mencuci otak, apalagi sampai harus berani meninggalkan keluarganya. Sedangkan Gafatar hanya beberapa pertemuan sudah bikin murtad jamaahnya.
    Wallahualam.

  2. ali berkata:

    Dengan segala hormat, apa tidak sebaiknya segera di bentuk “Aliansi Nasional Anti Gafatar”, sebab bahaya gafatar ternyata lebih riil, nyata dan disekitar kita, dari pada syiah yang ada nun jauh di sana. Jangan sampai nanti Islam sunni yang mayoritas dikatakan “Kutu di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tertutup”. Salam damai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s