Tulang Ikan untuk Kucing

Di rumah kami tidak memelihara kucing. Meskipun begitu, saya dan anak adalah penyayang kucing. Hampir setiap pagi, siang, dan malam hari kucing tetangga datang ke depan rumah mengeong-ngeong minta makan. He..he,  dia seperti tahu saja jadwal makan laksana  minum obat tiga kali sehari. Pagi datang mengeong-ngeong dengan keras di depan pintu. Siang jam 12 datang lagi untuk minta makan siang. Lalu malam selepas Maghrib datang lagi untuk minta makan malam. Kalau laparnya kebangetan, ia melompat-lompat di depan jendela dengan suara yang memilukan.

Biasanya jika ada sisa tulang ikan atau tulang ayam saya selalu memberikannya kepada kucing lapar tersebut. Karena setiap hari selalu diberi makan, kucing tersebut menjadi terbiasa datang ke rumah kami setiap hari. Pagi-pagi dia sudah menunggu rezeki di depan pintu. Padahal pemiliknya ada, namun entah kenapa meminta makan ke rumah kami.

kucing

Kucing yang setiap hari datang ke rumah kami meminta makan

Setiap kali saya mau memberi sisa-sisa makanan kepada kucing, anak saya yang bungsu datang merebut. Dia ingin dirinya  yang memberi makan kepada kucing itu. Tulang ayam, tulang ikan, dan sisa makanan lain ditaruhnya di pinggir jalan di depan taman yang terletak di seberang rumah kami, Dengan lahap si kucing lapar menyantap makanan tersebut. Sebelum menyantapnya, si kucing mengeong-ngeong terlebih dahulu, mungkin dia ingin mengucapkan terima kasih🙂.

Jika tidak ada sisa tulang ikan atau tulang ayam hari itu, tentu tidak ada yang dapat diberikan kepada si kucing. Ah, sebenarnya kucing bisa mencari makanannya sendiri, jadi tidak perlu khawatir dia akan kelaparan, kata saya kepada anak. Namun anak saya berpikirnya lain. Rasa iba membuatnya diam-diam membuka tudung saji di meja makan untuk mencari makanan yang bisa diberikan kepada kucing. Diambilnya beberapa rendang suwir yang saya beli ketika mudik ke Padang, lalu diberikannya kepada kucing tadi.

Mengetahui hal tersebut saya sedikit marah kepada anak saya. Rendang suwir itu untuk lauk bekal makan siang abangnya di sekolah, kenapa diberikan kepada si kucing? Sayang kan, kata saya menasehati. Anak saya menjawab, kasihan si kucing, meong-meong terus.

Tiba-tiba saja saya tersadar. Bukankah dulu waktu kecil saya juga diam-diam memberikan lauk di dapur kepada kucing tanpa sepengetahuan ibu? Alasan saya waktu itu karena kasihan melihat kucing yang terus minta makan. Jadi apa yang dilakukan anak saya sekarang sama seperti yang saya lakukan dulu. Saya tidak perlu marah, karena saya dan dia sama-sama memiliki rasa iba dan rasa sayang kepada binatang.

Apa yang dilakukan anak kita adalah representasi dari apa yang kita lakukan ketika kecil. Anak memiliki naluri dan rasa ingin tahu yang sama seperti kita. Anak juga punya rasa sayang dan kasihan seperti kita. Jadi, sebelum kita memarahi perbuatan anak, pernahkah kita memikirkan bahwa dulu kita juga berbuat yang sama?

Sejak itu, saya tidak memarahi anak lagi lagi bila mengambil lauk untuk kucing. Sedikit lauk yang diberikannya tidak ada artinya dibandingkan dengan kasih sayang yang dia tunjukkan kepada sesama makhluk ciptaan Allah. Kecil-kecil saja sudah punya rasa sayang, bagaimana jika besar nanti?

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado, Pendidikan. Tandai permalink.

7 Balasan ke Tulang Ikan untuk Kucing

  1. tito berkata:

    pak, bisa juga beli kepala ikan tongkol/bandeng, dll dipasar-pasar biasanya cukup murah 2 kg cuma 3 rb (krg tahu di bandung skrg harganya berapa), terus disimpan di lemari freezer, bisa untuk 1 bulan.

  2. dot om berkata:

    tips dong gan bgaimana memelihara kucing agar tidak kening seberangan . .. ??

  3. moniq berkata:

    Sebenarnya qt ini salah persepsi kang, qt kira anjing dan kucing itu makanannya tulang, salah.
    mereka itu pemakan daging makanya disebut carnivora. Bukan pemakan tulang. Karena tulang itu makanannya bangsa jin. Ada hadist yg bilang bahwa rasulullah melarang qt (maaf) cebok dg tulang karena itu makanannya jin.
    ntah karena qt kikir atau persepsi qt yg salah, kalu ngasih makanan ke kucing qt kasih tulangnya, itu pun yg udah bersiiih banget gada sisa daging sama sekali. akhirnya mereka makan jg itu tulang karena kadung laper. Pdhl ada makhluk Allah yg lain yg lebih berhak atas tulang itu. Dan qt jd melakukan perbuatan zhalim 2x yg tidak terasa pd kucing dan jin Pdhl niat qt baik.

    Jd solusinya, kalu saya kasi kucing sekerat daging/ikan campur nasi.
    Kalu ada sisa tulang ketika qt buang jgn lupa diniatkan sedekah utk bangsa jin. Dapet pahala 2x dan ganda yg mrs terpolusi. Kalu dimakan jg sm kucing ato anjing ato belitung sekalipun ya gpp, itu berarti emang rezekinya dia.

    • moniq berkata:

      Waduh ketikan sy banyak yg typo neh, saking pintarnya ni hp sy ketik apa keluar apa. Inisiatif nya tinggi banget.

      Utk line ke 2 :
      Ganda = ga ada
      Terpolusi = terzalimi
      Belitung = belatung

      Weleh weleh ni hp canggih amat yak…

  4. Muhammad Rizky berkata:

    Berarti, refleksi saya sekarang ini adalah apa yang telah ibu saya perbuat di waktu kecil dong ya

  5. Tips Kucing berkata:

    Jadi inget kucing Mueeza yang merupakan salah satu kucing kesayangan yang dimiliki oleh nabi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s