(Tersangka) koruptor masih bisa ketawa-ketiwi

Lihatlah foto di bawah ini (saya peroleh dari jejaring sosial). Tersangka korupsi masih bisa ketawa-ketiwi, senyum-senyum, dan memberi salam dua jari. Setelah disarungi dengan jaket oranye khas KPK, mereka sama sekali tidak terlihat khawatir, seolah-olah hukuman penjara yang akan menanti mereka bukanlah tempat yang menakutkan. Halo…, tidakkah Anda takut dengan pengadilan yang lebih besar di akhirat nanti, yaitu pengadilan di hadapan Allah?

koruptor

Pemandangan tersangka korupsi (atau sudah menjadi terpidana korupsi) yang kita lihat di televisi umumnya begitu. Di hadapan para wartawan mereka melambaikan tangan, tersenyum lebar, dan terlihat seperti bercanda. Apakah wajah tersenyum itu hanya sekedar menyembunyikan rasa takut di dalam dirinya? Entahlah, tetapi tidak seharusnya mereka bersikap demikian. Di tengah kemiskinan dan kehidupan susah yang membelit  sebagian besar rakyat Indonesia, sikap koruptor yang senyam-senyum dan tertawa atas kejahatan yang mereka lakukan sendiri sungguh sebuah ironi.

Beda benar dengan maling ayam kampung, jangankan ketawa-ketiwi, bisa lolos dari maut saja sudah sukur. Kalau tidak berhasil lolos atau diamankan polisi, mungkin si maling ayam sudah habis dihakimi massa. Padahal ayam yang dicurinya berapalah harganya, cuma lima puluh ribu saja, bandingkan dengan dengan koruptor yang mencuri milyaran.

Satu lagi bedanya. Tersangka koruptor dijemput dengan mobil mewah, sedangkan maling ayam diseret dengan motor. Benar-benar timpang perlakuan hukum kepada dua jenis pencuri ini. Rasa keadilan pun terusik melihat pemandangan yang tidak lucu itu.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

6 Balasan ke (Tersangka) koruptor masih bisa ketawa-ketiwi

  1. assa berkata:

    Aneh ya Mas Rinaldi..
    Ya seperti sabda Nabi Muhammad Sholallahu alaihi wasallam, “……Adapun hancurnya umat sebelum kamu ketika yang mencuri kaum lemah, mereka tegakkan hukuman atasnya, dan ketika yang mencuri orang terpandang, mereka tinggalkan.” Wallahua’lam

  2. michael berkata:

    Jawabannya sangat mudah pak.

    Syarat menjadi koruptor adalah berani dan tidak punya nurani pak. Maka itu harus punya tendensi psikopat kalau mau korupsi.

    Orang normal seperti anda dan saya tidak akan berani ambil risiko korupsi, nurani kita juga akan berteriak, tidur dan makan tidak akan nyenyak.

    Tidak heran kalau koruptor, serial killer dan sebagainya yg punya tendensi psikopat masih bisa ketawa-tawa, THEY DON’T FEEL A THING.

  3. dee berkata:

    Soalnya di Indonesia kurang punya mental malu. Kalo koruptor negara lain pasti udah malu nunduk2. Ternyata urat malu yg putus itu tidak baik ya?

  4. Indonetshop berkata:

    Cantik juga ya?? semoga keadilan selalu berada di jalan yang benar.. amin

  5. santrigaul berkata:

    Karena mereka mempunyai “uang” yang akan mempermudah proses jalannya hukum.
    Jika uang sudah berbicara semuanya akan berubah.
    Begitu juga dengan mereka yang senyam-senyum, karena mereka mempunyai uang untuk memperlicin proses penghukuman…tetapi tidak tau juga ya uang yang dipake itu uang bekas korupsi atau uangnya sendiri.

  6. mocoati berkata:

    Ya, beginilah hukum di indonesia, tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s