Ulil, LGBT, dan Al-Quran

Isu LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgeder) makin marak di media massa pekan-pekan belakangan ini. Isu ini sudah pernah heboh tahun lalu ketika Amerika Serikat melegalkan pernikahan sesama jenis. Awal tahun 2016 isu LGBT mencuat kembali setelah ramai  pemberitaan kasus kematian perempuan bernama Mirna di sebuah cafe kopi di Jakarta yang diduga dibunuh karena  kecemburuan pasangan lesbian. Diskusi LGBT di media dan jagad maya bertambah heboh dan ramai setelah dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdallah, mencuitkan tweet yang memicu kecaman dari netizen dan tokoh agama. Ulil adalah pembela terdepan LGBT, namun pembelaanya terkesan begitu ngotot sampai-sampai merendahkan agama dan meragukan isi Al-Quran. Lihatlah screenshot twit berikut ini:

ulil_twit1

Dengan menulis twit tersebut, artinya Ulil meragukan kisah kaum Nabi Luth di dalam Al-Quran.  Kisah kaum Nabi Luth yang melakukan praktek homoseksual (lelaki dengan lelaki dan perempuan dengan perempuan) tercatat dengan nyata di dalam kitab suci agama-agama samawi (Kitab Perjanjian Lama dan Al-Quran). Meragukan kebenaran kisah sodomi kaum Nabi Luth sama artinya meragukan kebenaran kitab suci. Allah berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 2:

“Kitab [Al Qur’an] ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 2)

Jika Ulil meragukan kebenaran Al-Quran, maka apakah masih bisa disebut dia seorang penganut agama Islam? Padahal, salah satu Rukun Iman di dalam Islam adalah percaya kepada kitab suci. Kalau seseorang sudah tidak percaya kitab suci, berarti orang tersebut diragukan keislamannya.

Selain meragukan kebenaran kisah Nabi Luth, di dalam twit di atas Ulil juga mengganggap bahwa Al-Quran adalah ‘oplosan’ dari kitab suci sebelumnya. Padahal Al-Quran, Taurat, Zabur, dan Injil sama-sama Firman Allah, maka jika Allah mengulang-ulang Firman-Nya  maka itu adalah hal yang wajar saja, sebab tidak semua umat Nabi membaca  kitab suci seelumnya. Al-Quran sendiri membenarkan kitab-kitab suci sebelumnya, sebagaimana Firman Allah dalam Surat Ali-Imran ayat 3:

Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil (Q.S. Ali Imran: 3).

Begitu juga Firman Allah di dalam surat Al-Baqarah ayat 41:

Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. (Al-Baqarah:41)

Tidak berhenti sampai di situ, Ulil melontarkan cuitan yang menantang Allah SWT, seperti yang ditampilkan pada screenshot berikut:

ulil_twit

Allah bukannya tidak mengazab negeri-negeri yang membolehkan LGBT, tetapi “BELUM”. Soal kapan azab itu datang, itu hak Allah, rahasia Allah, Dia yang tahu. Banyak orang mengira ditundanya azab Allah itu menandakan ancaman azab tersebut sekadar gertak sambal saja.

Dalam kisah Nabi Luth sendiri, umat Luth yang durhaka malah menantang diturunkan azab, seperti Firman Allah berikut:

Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: `Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar`.(QS. Al-Ankabut:29)

(Silakan  baca tafsir Surat Al-Ankabut ayat 21-30 pada laman ini)

Akhirnya Allah SWT benar-benar mendatangkan azab yang ditantang oleh umat Nabi Luth tersebut. Negeri Sodom diazab oleh Allah SWT ribuan tahun lalu, dan pada sejarah yang lebih belakangan kota Pompeii di Italia dihancurkan oleh Gunung Api Vesuvius pada tahun 79 M karena penduduknya begitu masif mempraktekkan pelacuran dan praktek homosexual.

Kalimat Ulil pada twit di atas hanyalah pengulangan dari tantangan yang pernah dilontarkan kaum terdahulu:

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik kafir Makkah) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”. (QS Al-Anfal: 32).

Mereka (orang kafir) mengatakan: “Bilakah [datangnya] ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?” (QS Yunus: 48).

Terakhir, Ulil membuat twit yang mengaitkan perilaku gay dengan sejarah pembuatan komputer (mungkin dia terinspirasi dari film Imitation Game yang menceritakan kisah hidup Alan Turing) seperti screenshot di bawah ini:

ulil

Orang yang kuliah di Informatika atau Ilmu Komputer tentu tahu bahwa Alan Turing bukanlah penemu komputer. Komputer adalah hasil penemuan yang memiliki sejarah panjang. Sulit mengatakan siapa orang yang pertama kali menemukan komputer, sebab komputer yang ada saat ini hasil kolaborasi secara sekuensial para ilmuwan terdahulu. Di dalam sejarah penemuan komputer ada nama-nama seperti Charles Babbage, John Von Neuman, Alan Turing, dan lain-lain. Beberapa ensiklopedi menuliskan Charles Babbage sebagai penemu komputer, karena mesin mekanik  yang dibuatnya (semacam kalukultor) lebih dekat dengan fungsi komputasi sebuah komputer. Alan Turing sendiri tidak membuat komputer, tetapi dia membuat model komputasi (model matematis) yang menjadi model komputer saat ini. Alan Turing adalah bapak ilmu komputer modern, tetapi bukan penemu komputer. Lagipula, apa hubungannya mengaitkan sejarah penemuan komputer dengan perilaku gay? Sama sekali tidak nyambung. Andaipun benar Alan Turing menemukan komputer, itu tentu bukan karena perilaku gay-nya bukan?

Kami tidak membenci manusia yang menderita LGBT, tetapi yang kita benci adalah perilaku atau ideologi LGBT-nya, karena tidak sesuai dengan fitrah manusia dan bertentangan dengan ajaran agama (manapun).

Na’udzubillahi min dzalik! Hanya itu yang bisa saya ucapkan menanggapi perilaku Ulil yang berbicara seenak perutnya tanpa takut dengan azab Allah SWT.

Pos ini dipublikasikan di Agama, Indonesiaku. Tandai permalink.

23 Balasan ke Ulil, LGBT, dan Al-Quran

  1. Nuriska Fahmiany berkata:

    “Kami tidak membenci manusia yang menderita LGBT, tetapi yang kita benci adalah perilaku atau ideologi LGBT-nya, karena tidak sesuai dengan fitrah manusia dan bertentangan dengan ajaran agama (manapun) ” Setuju

  2. Ahmad berkata:

    Kasus angelin, kopi sianida, lgbt, hanyalah kasus parsial (‘biasa saja’ dalam tanda petik bukan ekstra ordinari), sebaiknya kita lebih peka terhadap kasus-kasus yang membawa dampak signifikan bagi bangsa, negara, anak cucu kita. Sebaiknya kita fore casting kondisi sekarang, kondisi kedepan melihat fenomena-fenomena, tanda-tanda yg kita baca, dengar, lihat dan raaakan. Bukankah jika kita baca sifat org bertakwa adalah beriman kepada hal-hal gaib. Prioritas pada hal penting jangan terlalu terbawa sepenuhnya isu media arus utama untuk mengaburkan.

  3. ayufialfarisi berkata:

    Reblogged this on Smile is Beautiful🙂 and commented:
    Setuju banget ama bapak

  4. aldiaz berkata:

    macam manalah si ulil mau ngomong bener.., lha mun**ungnya aja kagak jelas gimana bentuknya, makanya klo ngomong suka belepotan.. saya kira bukan cuma mun**ungnya aja tuh yg *****, mungkin otaknya jg udah ******…!! (edited by author)

  5. dzikra berkata:

    alamaaakk.. kasihan kali si ulil.. udh mun**ngnya ******, otak jg ******, mungkin bi*** bawahnya jg ****** tuh.. wkwkwk.. (edited by author. Tidak boleh mengina fisik seseorang)

  6. lego berkata:

    Quote : “Andaipun benar Alan Turing menemukan komputer, itu tentu bukan karena perilaku gay-nya bukan?”
    Pernyataan dibalik, jika ada homo yang melecehkan (Seperti Saiful Jamil), apakah itu karena perilaku gay nya? Karena banyak juga hetero yang melakukan pelecehan, perkosaan, dan sebagainya. Jangan picik, melihat dengan sebelah mata. Kalo ada kaum LGBT yang sukses dan berguna, kita bilang itu bukan karena mereka LGBT, eh, pas yang jelek-jelek, itu karena LGBT nya.

    Dan kalau mau dikaitkan dengan agama, bapak butuh browsing lagi, googling lagi. Ada kok agama yang tidak menentang homoseksualitas. Silakan baca disini : https://en.wikipedia.org/wiki/Homosexuality_and_religion
    Atau googling sumber lain. Kita nggak boleh menganggap ajaran kita yang paling benar, yang kemudian membuat kita berprilaku nggak adil kepada mereka yang berbeda. Mengata-ngatai, melabeli penyakit jiwa, dsb.
    Saya juga nemu ini dari orang Islam sendiri yang lebih tau tentang fikih. Silakan dibaca :
    https://www.facebook.com/notes/azis-anwar-fachrudin/homoseksualitas-dan-fikih/959310420823489
    Dari yang saya tangkap, kejadian kaum Luth itu karena perilaku seksual yang memaksa dan kasar. Seperti perkosaan, pelecehn, paedophil, dsb. Yang bisa dilakukan oleh kaum homo maupun hetero.
    Tapi, pusing juga kalo sedikit-sedikit bawa agama, dan menganggap pemahamannya yang paling benar.

  7. lego berkata:

    Seorang muslim liberal lain menulis tentang LGBT ini.
    https://www.inspirasi.co/post/detail/5806/munim-sirry-menafsir-kisah-nabi-luth-secara-berbeda?utm_campaign=shareaholic&utm_medium=facebook&utm_source=socialnetwork

    Disitu dia menjelaskan bahwa yg terjadi pada kaum Luth bukanlah LGBT. Coba dilihat dari apa yang dikatakan Alquran : “Mengapa kamu mendatangi laki-laki di antara ciptaan dan malah meninggalkan istri-istri yang Tuhanmu ciptakan untukmu?” (Q.26:165-166).

    Saya juga baru ngeh. Selama ini saya pikir ayat itu tentang G, tapi kalo dibaca ulang, itu adalah tentang seorang laki-laki yang sudah beristri yang “mendatangi” cowok lain. Seperti kasusnya Indra Bekti ya.

    • rinaldimunir berkata:

      Jangan mengambil referensi dari Islam Liberal, karena mereka menafsirkan ajaran agama seenak perut mereka sendiri. Ulasan dari Islam Liberal sepintas terkesan ilmiah dan logis,padahal sebenarnya mereka sedanng merusak ajaran Islam. Mereka akan mengambil gagasan-gagasan dari pemikir Arab (yang juga liberal) yang menguntungkan pendapat mereka, sembari membuang pendapat jumhur ulama. Orang JIl selalu mengatakan bahwa penafsiran agama atau kitab suci tidak tunggal, jadi mereka berhak menafsirkan sendiri ajaran agama semau mereka, seperti contoh penafsiran surat 25:165–166 yang anda sebutkan. Malangnya, pendapat orang2 JIL ini dianggap kebenaran bagi orang2 yang baru belajar agama. Kaum LGBT selalu menjadikan tulisan orang2 JIL sebagai pembenaran sikap mereka.

      Kalau mau mengambil referensi, pakailah pendapat mayoritas (jumhuir) ulama. Mayoritas ulama sejak dulu hingga sekarang mengharamkan perilaku homoseksual. Homoseksual adalah perbuatan terkutuk dan dosa. Tidak ada keraguan tentang hal itu.

      • lego berkata:

        * “Homoseksual adalah perbuatan terkutuk dan dosa”. Maaf pak, Homoseksual itu bukan perbuatan, itu “behaviour”. Tolong dipisahkan antara orientasi seksual dan prilaku seksual. Orientasi seksual itu yang bikin tiap orang beda-beda kesukaannya. Perilaku seksual itu bisa dilakukan siapa aja, terlepas orientasinya. Contohnya pelecehan seksual, itu bisa dilakukan oleh LGBT ataupun non-LGBT.
        * “Tidak ada keraguan tentang hal itu.”. Keyakinanmu seharusnya tidak membuat kamu berprilaku tidak adil kepada orang lain. Lupa ayat mana tuh. Intinya, silakan yakin seyakin-yakinnya, tapi ketika menyebarkan kebencian dengan mengata2i sakit jiwa, terkutuk, apa lah, itu perbuatan yang mengecilkan dan menghina orang lain, apakah dibenarkan?
        * “Jangan mengambil referensi dari Islam Liberal, karena mereka menafsirkan ajaran agama seenak perut mereka sendiri.” Bukankah semua perbedaan dalam agama juga masalah penafsiran? Kalau mau milih mayoritas, apakah mayoritas berarti benar? Belum tentu lho. Zaman dulu orang berpikir bahwa yang tiba2 sakit itu karena kena setan, ternyata bisa dibuktikan oleh virus, dsb.
        * “Kaum LGBT selalu menjadikan tulisan orang2 JIL sebagai pembenaran sikap mereka”
        “Pembenaran sikap mereka” maksudnya apa ya? Saya LGBT. Saya tidak mengajak orang lain untuk menjadi seperti saya. Saya tidak ketularan atau menularkan ke orang lain. Justru saya puluhan tahun hidup di lingkungan non-LGBT, kok nggak nular ke saya? Saya tidak melakukan pelecehan kepada orang lain. Saya “normal-normal” aja, tidak menyakiti orang lain, tidak mengata2i orang lain sebagai berpenyakit jiwa, atau mengutuk orang lain. Yang salah dari kaum LGBT itu apa sih? Karena perbuatan seksual nya? Jujur nih, pak. Saya masih perawan. Nggak pernah melakukan hubungan seksual. Nunggu nikah aja, sama kayak hetero. Nikahnya sama sesama jenis tapinya. Entah itu kapan, di mana, nggak tahu. Terlepas dari cerita saya, kaum LGBT yg lain mungkin melakukan hub seksual di luar nikah, free sex, etc. Ya masalahnya, itu karena nggak diberi aturan yg jelas. Salah siapa yang tidak memberi aturan (pernikahan misalnya), tetapi memaksa, mengata2i berpenyakit jiwa, mengutuk, akhirnya sembunyi2 melakukan hub seksual. Akhirnya nyalahin kami karena HIV/AIDS yg tinggi.
        Padahal juga, HIV/AIDS itu penyebabnya bisa macem2. Kaum Lesbian malah minim resikonya, kan logika yg kontra-LGBT itu aneh.

        Gini aja deh, kalo emang LGBT bisa disembuhkan seperti yang dikoar2kan oleh kaum kontra-LGBT, coba tolong ditulis, dibahas. Caranya seperti apa? Buktinya mana? Sudah berapa orang yg sembuh? Apakah bisa dibuktikan secara jelas? Dsb.
        Jangan cuma bisa mengutuk. Kan keliatan siapa yang kejam, siapa yg tidak.

      • yusrizal berkata:

        Pada masa sekarang, selalu ada metode yang berbeda-beda untuk menafsirkan kitab suci, dari hasil tafsir masing2 pihak yang berbeda tersebut menghasilkan yang pro LGBT dan kontra LGBT.

        Dan karena perbedaan itulah, pasti tidak akan mungkin bisa ditemukan titik temunya, karena jelas perbedaannya ini sudah menyangkut pemahaman tentang keimanan masing-masing pihak.
        Sampai kapanpun diperdebatkan, buat yang kontra LGBT, tentu saja tetap akan menolak LGBT, dan buat yang pro LGBT, pasti akan tetap mendukung LGBT.

        Btw Mbak, ada cara untuk membantu merubah orientasi seksual LGBT,
        coba baca ini: http://www.kompasiana.com/www.adiwgunawan.com/lgbt-dan-hipnoterapi_56cbb87bd39273ef048b4567

        Kemudian coba kontak Si Penulis artikel itu, dia menggunakan hipnoterapi untuk membantu para LGBT.
        Semoga membantu.

  8. lego berkata:

    @yusrizal. Terimakasih atas link nya.
    Saya kutip dari tulisan itu : “Satu hal yang pasti, kami tidak memandang LGBT sebagai satu bentuk penyakit atau gangguan kejiwaan.”
    Kalau yang saya tangkap, itu bertujuan bagi mereka yang ingin “sembuh”. Jadi tidak ada pemaksaan. Artinya, mereka ingin berubah orientasi seksualnya karena keinginan mereka sendiri. Kalau begitu sih saya setuju. Asal mereka bahagia, ya nggak apa2.
    Saya pribadi sih nggak mau. Sudah mengalami pengalaman pahit menjadi kaum LGBT. Diejek, dijauhi, tidak diterima keluarga, dsb. Semuanya sia-sia kalau saya nerima bahwa apa yang mereka lakukan itu benar. Buat apa saya “berubah”, demi mereka yang mengejek2 saya dari awal?
    Lagipula, setelah belajar banyak hal, bukan cuman agama (dan begitu indahnya belajar banyak hal itu, science, philosophy, dsb), saya menyadari, kalau LGBT itu hanyalah suatu varian saja. Seperti orang yang berbeda warna kulit. Kalau ada yang bilang, LGBT itu AIDS, dilaknat, dll, mendingan baca dulu yang bener. Belajar dulu yang bener. Karena pemahamannya sudah ketinggalan jauh.
    Ya.. wassalam.

    • yusrizal berkata:

      Hmm, begitu ya.
      Ya sudah kalau memang seperti itu prinsip Mbak Lego.
      Kalau saya sih termasuk dalam golongan yang menentang LGBT, karena seperti itulah pemahaman saya mengenai kitab suci saya, yang tentu juga saya kaitkan dengan pemahaman saya tentang dampak sosial dan kehidupan yang akan terjadi jika saja LGBT ini akan dilegalkan. Jadi saya menganggap LGBT itu sebagai perilaku yang salah.
      So, selamat membela prinsip masing-masing.
      Btw, saya juga ga setuju dengan mereka yang mengejek atau mencaci para LGBT, karena itu bukan cara yang tepat untuk membantu para LGBT dari sudut pandang pihak kontra LGBT.
      Salam.

    • Temu Margana berkata:

      yg realistis saja sdr lego ini buka ejekan sekali lagi tolong direnungkan “sebagai sama2 makhluk ciptaan Tuhan Hewan saja tidak ada yg LGBT, masa kita diciptakan Tuhan sebagai manusia yg derajadnya lebih tinggi dari Hewan, berperilaku LGBT ??”

    • sdr. lego saya izin ingin merespon..
      sebelumnya, saya sudah mengulas ttg LGBT ini di blog saya dari beragam sudut, silahkan di baca jika berkenan. http://sarahtrashtalk.blogspot.co.id/2016/04/lgbt-meninjau-tiada-akhir.html terima kasih..
      yang pertama, aturan agama tidak mengikuti zaman mas/mbak.
      yang kedua, kalau anda memang niat untuk mengetahui apakah perilaku LGBT dapat dirubah, silahkan datang ke psikiater/psikolog ya mbaak.. datang ke mereka blm tentu berpenyakit yaa.. adanya kebingungan2 kesehatan jiwa maupun raga mereka berkompeten untuk bantu..
      yang ketiga, AIDS dan IMS memang berhubungan erat dengan LGBT ada surveinya oleh CDC mbak.. saya lampirkan di blog saya
      yang ke4 ya mbak, pada akhirnya kita semua hanya dapat mengutarakan pemikiran, untuk memilih tetap seperti itu atau tidak kembali ke org msg2. itu hak mereka
      TAPI kami yang menolak juga punya hak mbak untuk menolak.
      yang ke5, coba mbak baca teori perilaku, tidak sll penularan perilaku itu disengaja mas.

      penolakan yang dilakukan sekeliling mbak mungkin memiliki peranan terhadap mbak yang tidak mau berubah, hal-hal seperti ini lah yang bisa di breakdown oleh psikiater atau psikolog.

      bisa jadi mbak lupa penyebab knp mbak lebih cenderung menyukai sesama jenis. hal ini lah yang bisa di breakdown oleh ahli jiwa. bukan hanya yang “sakit” kok yg datang ke mereka.

      sebaiknya datang ke ahlinya masing-masing mbak.. untuk sisi spritual dtg lah ke ahlinya.. untuk sisi kesehatan datang lah ke ahlinya.. agar tdk terjadi kekeliruan..

      untuk agama, maaf mbak, aturan agama tdk dapat dirubah, tidak usah di debat bagian agamanya. terima kasih

  9. G Susanto berkata:

    Saya setuju dengan Lego. Kebenaran mutlak hanya milik Yang Kuasa. Manusia hanya menafsirkan sebuah kebenaran. Kebenaran dunia hanya sebatas siapa yg berkuasa, dialah yg menfasirkan kebenaran itu. Karena yg berkuasa didunia adalah hetero, maka kebenaran dunia adalah versi hetero. Biarlah masing masing sesuai dengan keyakinannya, jangan merasa paling benar sendiri. Apalagi kalau dalam berkeyakinan sudah hilang rasa kemanusiaan, akan berbahaya, dikit dikit sesat, kafir, dosa, setelah itu bunuh, tumpas, bakar. Ini khan membahayakan kalau cara berpikirnya seperti ini. Pasrahkan semuanya pada Yang Diatas, karena Dialah kebenaran sejati.

  10. Vina berkata:

    Mungkin Ulil lupa bahwa Alan Turing hadir ke dunia karena lawan jenis, bukan sesama jenis apalagi metode membelah diri. Bang ulil hidupnya kurang piknik dan terlalu banyak atraksi

  11. mulia berkata:

    apa ada cara untuk mengobati LGBT ini gan ? saya jadi was-was membiarkan keponakan saya main keluar, makasih.

    • Liberty berkata:

      Keponakan anda kadang akan tetap merasakan cinta terhadap sesama jenis. Tapi karena kebudayaan masyarakat kita melarang LGBT untuk mengekspresikan cinta sejenis, maka mau tidak mau keponakan anda harus menahan rasa cinta dia terhadap sejenis dan tetap harus menikahi lawan jenis. Menurut bangsa barat yang menjunjung tinggi liberalisme, kebudayaan masyarakat tidak boleh menghalangi hak individu, selama hak tersebut tidak merugikan orang lain. Tapi negara kita bukan negara liberal. Ya kita ikuti saja budaya Indonesia, anggap saja hidup keponakan anda seperti kehidupan pastor yang harus menahan hasratnya seumur hidupnya.

    • menurut saya yang terpenting adalah keterbukaan dan pendidikan seksual yang baik sejak dini. penanaman nilai-nilai agama pun sesuatu yang wajib.

  12. fitri3boys berkata:

    Mudah2an anak2 kita terlindung dari LGBT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s