Vitamin A itu Bernama “Ayah”

Saya mendapat kiriman yang bagus dari grup WA. Tulisan ini bersumber dari narasumber Elly Risman, Psi. Seperti kita ketahui, maraknya pornografi dan LGBT sekarang ini sudah mencemaskan banyak orangtua. Untunglah masih banyak orang yang peduli dengan pendidikan anak. Mereka tidak henti menyerukan untuk melindungi anak-anak kita dari derasnya pengaruh negatif yang dapat menjerumsukan anak kita pada perilaku buruk.

Menurut Bu Elly, peran seorang Ayah sangat besar menentukan arah perkembangan anak. Ayah yang sangat sibuk sehingga tidak memiliki waktu untuk anak-anaknya sangat potensial memiliki anak dengan perkembangan yang kurang wajar. Perkembangan anak memerlukan asupan vitamin A yang baik, dan vitamin A itu adalah seorang Ayah.

Simaklah paparan Elly Risman di bawah ini.

VITAMIN A UNTUK ANAK KITA
Narasumber: Elly Risman, Psi.
(Direktur dan Psikolog Yayasan Kita dan Buah Hati)

Tantangan zaman yang luar biasa berat bagi anak-anak kita saat ini membutuhkan Vitamin A (Ayah) yang memiliki peranan sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak.

Ayah…
Engkaulah nahkoda, penentu Garis Besar Haluan Keluarga, engkau yang menentukan kemana keluarga kita akan kau bawa.

Engkau bukan hanya pencari rizki yang penuh berkah, yang menyediakan makanan lezat dan pakaian yang hangat, serta rumah dan isinya yang tak mudah berkarat, bagi kami kau adalah pembimbing anak dan istri yang hebat.

Ayah…
Engkau adalah pembuat kebijakan dan peraturan, engkau pula yang menentukan standar keberhasilan.

Ayah..
Engkau senantiasa melakukan pemantauan dan perawatan terhadap kami dan harta benda yang kau titipkan.

Ayah..
Luangkan waktumu lebih banyak lagi ya. Obrolan sederhana yang kau bangun dengan anak kita, membuat ia menjadi anak yang:
– Tumbuh menjadi orang dewasa yang suka menghibur.
– Punya harga diri yang tinggi.
– Prestasi akademis di atas rata-rata, dan
– Lebih pandai bergaul.

Ayah lain yang kurang ngobrol dan bercengkrama dengan anak, ternyata menyebabkan anak perempuannya:
– Cenderung mudah jatuh cinta dan mencari penerimaan dari laki-laki lain.
– 7-8 kali lebih mungkin memiliki anak diluar pernikahan.
– Cenderung suka lelaki yang jauh lebih tua, dan
– Cenderung lebih mudah bercerai.

Ternyata hal ini berlaku pada anak perempuan dari latar belakang sosial ekonomi apapun.

Sedangkan anak laki-laki yang jarang diajak ngobrol oleh ayahnya:
– Lebih beresiko terlibat pornografi, narkoba, dan tindak kriminal.
– Cenderung lebih cepat puber di usia yang lebih muda.
– Cenderung join a gang, dan
– Cenderung menemui kesulitan mendapatkan atau mempertahankan pekerjaan di masa dewasa.

Ciri anak yang kekurangan vitamin A adalah lebih rentan terhadap peer pressure.

Ayah…
Ingat yuk peran kita sebagai orangtua; anak itu AMANAH; kita mendapatkan tugas dari Allah untuk mengasuh dan membesarkan anak dengan baik dan benar. Sebab itu butuh perjuangan (pikir, rasa, jiwa, tenaga, waktu dan biaya).

Ayah…
Yuk pimpin keluarga dengan membuat Visi Pengasuhan bersama Ibu. Visi membuat Ayah dan Ibu lebih mudah mengayuh bahtera keluarga bersama-sama.

Keluarga Nabi Ibrahim (QS Ibrahim: 35-37) mempunyai misi:
– Penyelamatan aqidah.
– Pembiasaan ibadah.
– Pembentukan akhakul karimah dan
– Pengajaran lifeskill (entrepreneur).

Sedangkan Visi Keluarga Imran (QS Ali Imran: 35), yakni menciptakan hamba Allah yang taat.

Ayah…
Mari kita terus perbaiki pola pengasuhan selama ini. Anak kita perlu mendapat validasi dari kita agar ia tidak perlu mencari dari orang lain. Ia membutuhkan 3P:
– Penerimaan.
– Penghargaan, dan
– Pujian.

Ayah..
Mari kita bedakan pola pengasuhan anak laki-laki dan perempuan kita, sebab:
– Otak mereka berbeda.
– Tugas dan tanggung jawab mereka kelak dewasa juga berbeda.
Sehingga, tujuan pengasuhannya pun berbeda. Anak laki-laki kita kelak mengemban tanggungjawab yang lebih besar daripada anak perempuan kita. Selain menjadi hamba yang bertakwa dan berperan di masyarakat, anak laki-laki kita kelak akan menadi pendidik dan pengayom keluarga.

Ayah…
Penting sekali vitamin A bagi anak; bukan hanya meluangkan ‘waktu lebih’, tapi kuantitas dan kualitas berjalan seimbang. Tidak hanya terlibat secara fisik, tapi melakukan authoritative parenting (kasih sayang tinggi – tuntutan tinggi, yakni orangtua memberikan dorongan, dukungan, perhatian dan menawarkan perhatian tanpa kekerasan).

Ayah…
Biasakan tanya perasaan anak kita setiap hari ya, itu berarti kau sedang membangun kekuatan emosi dan kedekatan batin dengan mereka. Ingat PERASAAN ya Yah…!

Biarkan dirimu menjadi tempat curhat anak-anakmu, tempat mereka meluapkan perasaannya. Kalian bisa ngobrol tentang apa saja, tentang hal-hal yang pribadi, tentang hal yang menyenangkan, tentang kesulitan yang dialami, tentang hal yang yang dianggap tabu dan menjadi tantangan anak zaman sekarang.

Ayah…
Berikan pondasi bagi anak-anakmu agar kelak mereka kuat dan mampu berdiri sendiri dengan arif dan disayangi banyak orang.

Ayah..
Peranmu tak tergantikan untuk membantu Ibu membesarkan anak yang sehat dan bahagia, yang nantinya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan kestabilan Negara.

manusia yang baik adalah mereka yang paling baik kepada KELUARGAnya.

Save our children.

 

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

5 Balasan ke Vitamin A itu Bernama “Ayah”

  1. michael berkata:

    Airmata saya berkaca-kaca, saya sudah tidak punya ayah lagi pak…ayah saya pergi 4 tahun lalu.. saya sudah tidak punya tempat curhat lagi… miss you dad….always….

    • rinaldimunir berkata:

      Doakan dia mas, mudah2-an doa anak yang baik/sholeh masih bisa sampai ke Sang Pencipta

      • michael berkata:

        Terimakasih pak, tidak putus doa saya tiap hari sehabis shalat untuk ayah tercinta. Terimakasih atas sharing artikelnya pak, saya berjanji akan menjadi ayah yang terbaik bagi anak anak saya..

  2. Ping balik: Vitamin A itu Bernama “Ayah” | Mutiara Keluarga

  3. Hehehe mantap vitamin A nya, jangan lupa vitamin B nya hehe, di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s