Beda Antara Paris dan Ankara

Bom kembali meledak di bandara dan stasiun kereta api di Brussel (Belgia) kemarin dalam aksi serangan bunuh diri yang menewaskan puluhan orang dan ratusan lainnya luka-luka. Sungguh ini perbuatan keji, karena orang-orang tidak bersalah menjadi korban. Dunia kembali tersentak setelah aksi serangan terorisme yang mematikan di Paris bulan November tahun lalu.

Paris? Ya, dunia lebih banyak mengingat peristiwa bom Paris ketimbang aksi bom di tempat lainnya. Hampir semua pemimpin dunia, tokoh publik, dan kalangan pesohor menyuarakan kecaman, kutukan, sembari mendoakan Perancis agar tetap kuat. Jagad maya pun ikut heboh. Di media sosial, Facebook mengaktifkan pengecekan keselamatan yang bisa digunakan oleh pengunanya untuk menginformasikan kondisinya sedang aman. Di jagad maya tagar #PrayForParis dengan cepat menyeruak sebagai bentuk simpati kepada Perancis. Netizen memasang gambar bendera Perancis menjadi  foto profilnya sebagai tanda ikut berduka cita.

Namun, reaksi warga dunia, khususnya penduduk jagad maya, sangat berbeda ketika aksi terorisme melanda Ankara, Turki. Selama dua bulan berturut-turut Turki dilanda aksi terorisme. Dua ledakan besar melanda ibukota Turki, Ankara. Puluhan orang tewas dan luka-luka. Tidak terdengar pemimpin dunia, tokoh publik, dan kaum pesohor mengeluarkan kecaman. Tidak ada tagar #PrayforAnkara atau #PrayforTurkey di jagad maya, seakan-akan peristiwa bom di Ankara adalah peristiwa biasa saja. Padahal Turki juga negara Eropa, seperti halnya Perancis. Harian Independent menulis sebagai berikut: Downing Street raises the Belgian flag and we tweet for Brussels – but where was this sympathy after Ankara?

Di Indonesia, Presiden Jokowi pun tidak pernah menyampaikan kicauan duka cita di akun Twitter-nya terkait bom Ankara. Ini sangat berbeda ketika bom di Paris dan Brussel, Presiden Jokowi dengan cepat memberikan reaksinya. Apa salah Turki, Pak Jokowi?

brussel

Reaksi yang berbeda ini mungkin karena Turki adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Jika korban aksi terorisme adalah warga muslim, maka dunia tidak terlalu peduli, sebagaimana ketidakpedulian ketika aksi bom dan terorisme menyasar di Irak, Afghanistan, Pakistan, Palestina, dan lain-lain. Sedangkan peristiwa bom di Paris dan Brussel mendapat simpati dan reaksi berbeda karena korbannya adalah warga Eropa dan pelakunya diduga berkaitan dengan dunia Arab (dan Arab secara sederhana diidentikkan dengan Islam).

Begitulah. Tidak ada yang begitu mempedulikan peristiwa keji di Turki dan di negara-negara muslim lainnya. Mereka yang menjadi korban mungkin hanya dihitung secara statistik saja, lalu sesudah itu dilupakan.

Kita mengutuk aksi terorisme di manapun, apapun motifnya dan siapapun pelakunya. Korbannya adalah rakyat tidak berdosa. Siapapun pelakunya, sungguh keji perbuatannya. #PrayforParis, #PrayforAnkara, #PrayforBrussel, #PrayforGaza, #PrayforPalestina, #PrayforIrak, #PrayforAfghanistan, dan di manapun di dunia ini #pray untuk kemanusiaan.

Pos ini dipublikasikan di Dunia oh Dunia. Tandai permalink.

6 Balasan ke Beda Antara Paris dan Ankara

  1. Iya Pak memang miris jika memperhatikan hal ini.

  2. Susie Ncuss berkata:

    suka sebel dan sedih pak klo bahas hal ini.
    #staystrongTurkey
    T.T

  3. renniarista berkata:

    Sedih Melihat kenyataan ini..
    #PrayForAnkara
    #PrayForTurkey
    #PrayForTurki

  4. dianramadhani berkata:

    mungkin pak jokowi silap.. atau lagi sibuk jadi ga denger berita bom di turki😀

  5. Ega berkata:

    Pray for Turkey.

    Pray for Natuna.

  6. Tony berkata:

    melihat benang merah dan hubungannya nya dengan rentetan peristiwa kekinian dari sisi lain. Begitu rumitnya gulungan bola kusut di timur tengah.

    Di Paris Belgia dikaitkan dengan ISIL (=ISIS). Di turki dikaitkan dengan suku Kurdi. ISIL saya istilahkan “musuh imajiner” NATO (dipimpin AS). “Musuh imajiner” (seperti bilangan imajiner ada bilangan ril ditambah bagian imajiner) ada yg bagian musuh ril ada bagian imajiner. ISIL tidak akan lahir jika Amerika dan NATOnya tidak menyerang/menginvansi Irak, dll. Di satu sisi NATO banyak memberikan bantuan kepada ISIL untuk meruntuhkan rezim bashar al asad.

    Suku kurdi suku yang terjepit banyak negara, irak turki iran suriah, dll. Suku kurdi mirip palestina, tadinya punya wilayah defacto tapi diduduki dan dipecah bagian-bagian kecilnya masuk ke dalam negara-negara tadi. Jika melihat sejarah banyak pemikiran tokoh-tokoh kurdi yang memberi pengaruh signifikan bagi umat islam. Umat islam banyak berhutang budi kepada mereka.

    Pada akhirnya (semakin mendekatnya era-era akhir zaman) umat islam akan menjadi pasukan. satu pasukan di Syam (=Levant, suriah, palestina, libanon), satu pasukan di Irak, satu pasukan di Yaman.

    Kesamaan dari syam, irak dan yaman saat ini adalah sedang terjadi peperangan. Peperangan yang merenggut banyak korban jiwa. Peperangan yang melibatkan puluhan negara. Peperangan yang mengakibatkan jutaan orang terusir dari kampung halamannya.

    Kejadian-kejadian sekarang mengingatkan salah satu ungkapan nabi sebagai berikut:

    “Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam: Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.” (HR. Imam Ahmad).

    Indonesia semoga diberkati doa nabi Muhammad seperti Yaman sebagai negara yang relatif damai dan tenang. Mengapa? karena orang yang menyebarkan islam di nusantara mayoritas dari hadramaut Yaman, budaya islaminya ada kemiripan dan 12% penduduk Indonesia ada darah keturunan Yaman-nya.

    Jadi kunci timur tengah: syam irak yaman.

    Menstabilkan irak: suku arab jangan berperang dengan suku kurdi.
    Menstabilkan syam: suni jangan berperang dengan syiah.

    Keinginan NATO sekarang adalah balkanisasi suriah.

    Seharusnya proyek umat islam di timur tengah adalah debalkanisasi syam. Sebagaimana isyarat nabi pada hadits di atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s