Pembaca Berita TV-One yang Berjilbab

Ada pemandangan yang berbeda yang saya amati akhir-akhir ini pada stasiun televisi TV-One. Penyiar program beritanya beberapa kali tampil penyiar yang mengenakan hijab (jilbab), seperti yang saya lihat tadi pagi (lihat foto di bawah). Tentu saja menurut saya hal ini menggembirakan, sebab itu artinya stasiun TV tersebut tidak melakukan diskriminasi kepada kaum perempuan yang ingin menjadi penyiar namun tetap menjalankan kewajiban agamanya dalam berbusana muslimah.

tvone

Penyiar berita TV-One yang mengenakan hijab dalam program berita pagi

Kita semua tahu dalam beberapa kasus, perempuan yang berbusana muslimah seringkali mengalami diskriminasi karena pakaiannya. Ia ditolak bekerja karena berjilbab, baik secara halus maupun terang-terangan. Yang dilihat adalah pakaiannya, bukan kemampuan orangnya. Saya masih ingat kasus seorang penyiar televisi bernama Sandrina Malakiano. Dia adalah penyiar cemerlang di sebuah stasiun televisi berita ternama (anda pasti tahu nama televisinya). Ketika dia memutuskan berjilbab, stasiun televisi tersebut tidak lagi membolehkan dia menjadi pembaca berita. Dia diberi tempat di belakang layar  saja, yang secara halus artinya ‘menghukumnya’ karena berjilbab.  Sampai akhirnya Sandrina keluar dari televisi tersebut, dia ditolak menjadi penyiar karena jilbabnya, padahal dia adalah penyiar yang cerdas dan piawai.  Sikap islamophobia  yang ditunjukkan  televisi berita tersebut sungguh tidak layak terjadi di negeri ini, apalagi mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

Dalam pengamatan saya, fenomena host acara TV mengenakan hijab bukanlah hal yang baru. Beberapa stasiun TV juga memiliki program acara yang dipandu oleh host-nya yang berbusana muslimah. Reporter TV yang berjilbab juga sering saya lihat  melaporkan secara langsung suatu kejadian. Namun, melihat pembaca berita yang berjilbab sangat jarang ada, padahal program siaran hard news adalah acara andalan stasiun TV berita. Selain di TV-One, saya juga pernah melihat pembawa berita berjilbab pada stasiun Trans TV. Beberapa acara di Trans TV juga banyak bermuatan islami seperti Khasanah, kuliah subuh, dan lain-lain. Mungkin karena Chairul Tanjung  sebagai pemilik Trans TV adalah seorang yang cukup religius. Lihat saja di Trans Studio Mall Bandung, dia membangun masjid yang sangat bagus dan besar di kompleks mall terbesar di Bandung itu.

Kembali ke stasiun TV-One tadi. Terlepas dari pandangan politik pemilik stasiun TV ini (keluarga Aburizal Bakrie) dan pemberitaannya yang terkesan sebagai oposisi (sangat berbeda dengan stasiun TV berita satu lagi yang menjadi corong Pemerintah), saya menilai stasiun TV One memberikan porsi yang cukup banyak untuk siaran bermuatan Islami. Ada program dakwah Damai Indonesiaku pada setiap minggu siang yang menampilkan siaran langsung ceramah agama yang dipandu ustad kondang. Pada hari-hari khusus mereka mengadakan acara bertema keislaman. Bahkan, pada malam tahun baru yang lalu, ketika banyak orang Indonesia larut dengan perayaan hura-hura tahun baru, termasuk acara malam tahun baru di berbagai stasiun TV, stasiun TV-One malah menampilkan acara muhabsabah berupa pengajian yang disiarkan langsung.

Saya mengaspresiasi kebijakan stasiun TV One yang tidak melarang penyiar beritanya menggunakan hijab. Sudah tidak saatnya lagi perempuan didiskriminasi dan ditolak bekerja hanya karena menggunakan pakaian muslimah. Perempuan yang berbusana hijab atau yang tidak adalah sama haknya untuk mendapat porsi yang sama dalam bekerja. Selama mereka tetap sopan, bekerja profesional, maka mengapa harus ada diskriminasi karena pakaian yang dikenakannya?

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

5 Balasan ke Pembaca Berita TV-One yang Berjilbab

  1. Prita Pdinata berkata:

    Saya ingat, jadi ingat, kata seorang dosen yang sedang kuliah di Inggris, di sana kalau ada diskriminasi, rasisme, atau intoleransi seperti itu bisa segera diusut dan masuk koran. Katanya beliau banyak menemui karyawan supermarket, toko, dsb yang berjilbab

  2. endaharum14 berkata:

    Sudah dari tahun lalu tvone punya anchor yang berhijab muncul pas hari jumat, lama gak muncul alhamdulillah sekarang ada lagi tapi beda orang

  3. kebomandi berkata:

    semoga ga ada diskriminasi jilbab lagi dimanapun ^^

  4. Tufiddin berkata:

    Alhamdulillah

  5. aldi berkata:

    Tayangan tvone masi jauh lebih bagus dan proporsional dari pada tv nya si brewok alias metro tv, saya udah lama menghapus stasiun satu ini dari list channel di tv saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s