Mencoba terminal baru bandara Husein Sastranegara, Bandung

Hari ini saya berkesempatan mencoba terminal penumpang baru Bandara Husein Bandung. Seperti biasa dalam kunjungan rutin saya mengajar di ITERA Lampung, saya naik pesawat dari Bandara Husein. Terminal baru itu baru beroperasi hari rabu yang lalu, jadi ini hari ketiga penggunaannya.

Terminal penumpang yang lama (untuk keberangkatan dan kedatangan) sangat kecil. Jumlah penumpang yang naik dan turun di Husein tumbuh luar biasa. Sungguh tidak nyaman menggunakan ruang tunggu yang sempit dan harus berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Sungguh malu membandingkan bandara Husein dengan bandara megah di kota lain. Padahal Bandung adalah kota wisata, maka bandara adalah etalase pertama yang dilihat orang.

Untunglah walikota Bandung Ridwan Kamil cepat tanggap. Dia mendesain terminal penumpang yang baru di sebelah terminal yang lama. Setelah setahun lebih dikerjakan, akhirnya terminal yang baru selesai bulan ini.  Yang membedakan bandara ini dengan bandara lain adalah aksen seni di dalamnya. Ya, Bandung adalah kota seni, maka sangat wajar unsur seni mewarnai bandara. Di dalam bandara kita serasa berada di sebuah galeri lukisan, karena lukisan berukuran besar karya alumni FSRD ITB terpampang di dinding ruang tunggu.

Yuk lihat foto-foto yang saya jepret tadi siang.

Husein1

Terminal baru tampak dari luar, dengan atap bangunan khas adat Sunda.

Husein2

Terminal keberangkatan

Husein3

Ruang check-in

Husein4

Ruang check-in yang lapang

Husein5

Pemeriksaan X-ray

Husein6

Ruang tunggu keberangkatan. Lukisan besar tergantung di dinding

Husein8

Ruang tunggu yang lapang

Husein9

Kafe-kafe dan restoran di ruang tunggu

Husein10

Ruang tunggu yang nyaman. Penumpang tidak perlu lagi berdiri karena tidak kebagian kursi

Husein7

Tempat bermain anak di ruang tunggu

Yang masih perlu dibenahi di Bandara Husein adalah soal taksi yang dimonopoli oleh taksi Primkopau TNI-AU. Taksi ini tidak pakai argometer, sistem harganya borongan dan tawar menawar. Sungguh membuat penumpang yang baru datang sering kesal dengan layanan taksi bandara. Selain masalah taksi yang cukup klasik, masalah parkir yang sempit dan semrawut juga masalah yang belum terselesaikan. Oh iya, terminal yang baru ini tidak punya garbarata, jadi penumpang harus turun ke landasann untuk naik dan turun pesawat. Sangat sulit membangun garbarata karena bandara Husein lahannya sempit. Bandara Husein memang dari awal tidak dirancang untuk bandara komersil karena bandara ini adalah milik TNI AU sebagai pangkalan udara.

Selamat mencoba terminal Husein yang baru.

Pos ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

6 Balasan ke Mencoba terminal baru bandara Husein Sastranegara, Bandung

  1. ikhwanalim berkata:

    taksi yang dimonopoli ini tidak juga memberikan penghasilan yang mumpuni utk para sopirnya. sebab mereka diberi target setoran yang tinggi. di samping itu, taksi tersebut hanya mampu menarik dari bandara saja. sebab tidak diberi argo, mereka kesulitan untuk mengambil penumpang di jalan.

    • Ya harga taxinya juga mencekik ga kira kira. Banyangkan dari husein ke cileunyi, lewat tol . Rumah saya deket tol. Harganya 350 ribu. Di jalan marah marah, dan sok mentang mentang beking tentara. Ac ga dinyakain, ngerokok lagi.Hampir setengah harga tiket pesawatnya. Kalau taksi seperti itu bangkrut, ko saya ga sedih ya. Wong pelayanannya juga sembrono

  2. Adi Setiadi berkata:

    Jadi tertarik untuk berkunjung jg.

  3. Reequ berkata:

    Counter check in dan pemeriksaan boarding pass terpisah atau jadi satu?

  4. asambackpacker01 berkata:

    Saya rasa murah dan worth it banget terbang dari bandara Husein Sastranegara yang baru. Kenapa?airport tax nya cuma 25 ribu, atau sepertiga dari airport tax Juanda Surabaya (terminal 1/2) yg 75 ribu itu, padahal fasilitas dan mewahnya sama saja. Kebetulan sering bolak balik Bandung Surabaya lewat kedua bandara ini. Oh ya, saya baru tahu kalau lukisan itu karya FSRD ITB. Bagus, menarik, dan belum pernah lihat yang sejenis ini di bandara lain. Mengenai parkir dan taksi dari bandara, ya begitulah. Kalau berangkat pakai taksi ber Argo meter 35-40 ribu, pakai taksi bandara 80 ribu, kadang AC nya ga dinyalakan dan bau rokok, dan biasanya sepanjang jalan sopirnya curcol.dengerin aja ga usah masukin hati. hahaha. kalau bersaing bebas, mungkin ga kompetitif. Tulisan saya mengenai bandara Husein ini ada di https://asambackpacker01.wordpress.com/2016/05/30/terminal-baru-bandara-husein-sastranegara-bandung/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s