Menolak Lupa (Janji Penggusuran)

Hari Senin kemarin merupakan hari yang kelabu bagi warga kampung Luar Batang, Jakarta. Pemukiman mereka dihancurkan oleh puluhan buldoser. Warga Pasar Ikan yang sudah turun-temurun selama berabad-abad ada di sana harus digusur dengan alasan mereka mendiami tanah ilegal, tanah negara. Penggusuran itu dibeking penuh oleh aparat keamanan dari TNI dan Polri, demi titah dari penguasa DKI. Saya yang menyaksikan penggusuran itu melalui siaran live di TV tak kuasa menahan sedih dan pilu. Jeritan para wanita dan anak-anak yang tak rela rumahnya dihancurkan tidak mampu meluluhkan hati para petugas yang terus merangsek meratakan bangunan.

gusur

Menyaksikan kampungnya yang sudah rata. Apa yang kamu lihat, Nak?

Satu persatu kampung-kampung orang miskin yang mendiami bantaran sungai, kawasan pantai, dan kawasan kumuh lainnya lainnya digusur dengan alasan mendiami tanah negara. Orang-orang miskin di Jakarta semakin terusir saja dari kampungnya, namun kali ini penggusuran menggunakan cara-cara pendekatan kekuasaan yang mirip gaya Orde Baru. Kehadiran aparat keamanan memberikan rasa takut kepada warga. Tidak mau pergi dari sana, maka mereka harus berhadapan dengan aparat untuk diusir paksa. Tidak adakah  cara-cara yang lebih manusiawi untuk memindahkan mereka?

Sepelemparan batu dari Pasar Ikan, di teluk Jakarta, terjadi pemandangan yang sungguh ironi. Di pulau-pulau reklamasi yang masih kontroversi itu telah berdiri bangunan mewah menjulang tinggi. Bangunan-bangunan itu ilegal karena Perda reklamasi saja belum disahkan tetapi bangunan sudah didirikan. Kenapa bangunan ilegal itu tidak ikut digusur juga? Dimanakah rasa keadilan?

Di media sosial, riuh rendah penghuni jagad maya memberikan komentar yang beragam tentang aksi penggusuran. Sebagian netizen mengecam penggusuran yang tidak manusiawi itu, namun sebagian lagi memberi dukungan kepada Gubernur yang mereka anggap tegas. Menurut kelompok pendukung Gubernur, warga miskin itu sudah seharusnya digusur  dari kampung mereka karena mereka mendiami tanah ilegal. Tidak perlu diberi uang kerahiman atau ganti rugi segala, toh itu bukan tanah mereka, tapi tanah milik Pemprov. Sudah bagus mau dipindahkan ke Rumah Susun, tapi masih mbalelo juga, demikian suara-suara netizen yang mendukung penggusuran. Rata-rata netizen ini adalah kelompok pendukung Gubernur DKI, Ahok,  yang akan mencalonkan diri lagi melalui jalur independen. Tidak ada lagi rasa empati dan simpati kepada warga miskin yang tergusur itu, suara hati telah dibutakan dengan dukungan yang membabi buta kepada sang Gubernur.

Sekilas tujuan penggusuran terdengar manusiawi, warga yang tinggal di pemukiman kumuh direlokasi ke Rumah Susun. Yang dilihat hanya aspek fisik semata, yaitu bangunan, tapi aspek sosial sama sekali terlupakan. Memindahkan ke rumah susun artinya menjauhkan mereka dari livehood mereka selama ini. Nelayan hidupnya di pantai, kalau di rumah susun bukan nelayan namanya. Menjauhkan nelayan dari pantai sama dengan membunuh mata pencaharian mereka.

Ya sudahlah, orang-orang miskin itu sudah tergusur dari kampungnya. Mereka sudah kenyang menjadi “permainan” calon pemimpin dan politisi. Orang miskin di kampung-kampung kumuh hanya duidekati ketika Pemilu atau Pilkada agar memilih pemimpin atau politisi tersebut. Setelah tercapai tujuannya, atau sudah mendapat jabatan empuk, orang-orang miskin itu dilupakan begitu saja, nasibnya tidak dipedulikan lagi. Ketika mereka harus enyah dan terusir dari kampungnya, suara pemimpin itu tidak terdengat lagi memberi pembelaan. Lupa dia dengan janji-janjinya dahulu kepada mereka.

Kita tidak boleh menolak lupa. Ketika Jokowi menjadi Calon Gubernur DKI, beliau menandatangani kontrak politik dengan warga pemukiman kumuh. Dia berjanji tidak akan menggusur pemukiman warga, melegalkan kampung ilegal, melindungi pelaku ekonomi lemah, dan lain-lain sebagainya.

kontrak

Kontrak politik Jokowi

Janji tinggal janji. Semua janji Pak Jokowi di atas adalah bulshitt semata, termasuk janji-janji selama kampanye yang dilanggarnya sendiri. Penerusnya di DKI, Ahok,  mungkin tidak terikat dengan janji tersebut sehingga tidak perlu merasa “berdosa” mengusir paksa warga pemukiman ilegal.  Namun kita tidak pernah mendengar suara Bapak Presiden memberi pembelaan atau minimal teringat dengan janji-janjinya dulu. Jika Presiden boleh (pura-pura) lupa,  namun Allah tidak akan pernah lupa. Gusti Allah ora mboten sare, Allah tidak pernah tidur.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

6 Balasan ke Menolak Lupa (Janji Penggusuran)

  1. Tufiddin berkata:

    Reblogged this on TUFIDDIN BLOG and commented:
    Mari berkontemplasi sejenak.

  2. yanapermana berkata:

    Gusti Allah mboten sare…

  3. Dhana berkata:

    Ya, kalok saya dari awal tdk memilih org tsb si, baik di jakarta maupun di indonesia. Sekarang silakan rasakan sendiri. Toh yg milih mereka2 juga. Siapa yg menabur angin (milih dy) akan menuai badai (korban gusuran). Rasain lah.

  4. Loki berkata:

    Semoga Pak Ahok diberikan kelembutan hati untuk sadar akan apa yang sudah dia lakukan ini. Betapa banyak nyawa telah terancam, betapa banyak hati telah tersakiti.

  5. fendri m berkata:

    Livelihood pak

  6. WILAYAH KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

    Bismillahir Rahmanir Rahiim

    MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
    KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
    MENERBITKAN SURAT SECARA RESMI
    NOMOR : 1436H-RAJAB-02

    PETA ASAL WILAYAH
    KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

    Maha Suci Allah yang di tangan-Nya Kekuasaaan Pemerintahan atas segala
    sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
    Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala Kerajaan, dan Dia Maha
    Kuasa atas segala sesuatu,
    Wahai Rabb Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi maupun Kerajaan yang Ada
    diantara Keduanya, Sesunggunya Engkau Maha Kuasa atas Segala Sesuatu yang Engkau Kehendaki.

    Wahai Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
    Hamba memohon Ampun dan Kasih Sayang-Mu,
    Kami Hamba-Mu yang Dhoif Mohon Izin untuk melakukan Ijtihad Syiasah

    Allaahumma sholli alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad kamaa shol
    laita alaa aali Ibroohiim ,
    wa baarik alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad kamaa baarokta alaa aali
    Ibroohiim fil aalamiina innaka hamiidum majiid.

    Pada Hari Ini Hari Isnain 1 Rajab 1436H
    1. Kami sampaikan Kabar Gembira bahwa Asal Mula wilayah
    Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu adalah dari Sabang hingga
    Maurake

    2. Wilayah Negeri dari Sabang hingga Mauroke yang dihuni oleh Umat
    Islam yang Sholeh-sholeh kami beri Namanya sesuai dengan Hadist
    Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Menjadi Wilayah Negeri Syam.

    3. Peta Wilayah Indonesia Kami Hapus diganti dengan Nama Wilayah Syam (Negeri
    Ummat Islam Akhir Zaman)

    4. RI bubar dan Hilang, Berganti Nama Organisasi Penyamun Indonesia (OPI)

    Kepada para Alim Ulama cerdik cendikia Islam, Mari bersama-sama kita
    tegakkan Islam dan menjadikan AlQuran dan As Sunnah Rasulullah SAW
    menjadi satu-satunya sumber hukum yang berkuasa di Wilayah Syam.

    Umat Islam tidak layak untuk hidup tentram di-RI,
    RI adalah bagian dari Negara Zionis Internasional, Negara Dajjal.

    Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah (Melayu) menghimbau melalui
    Aqidah Islam bahwa Semua Negara binaan Dajjal adalah Jibti dan Thagut
    yang harus dihancurkan, bukan menjadikannya tempat bernaung dan merasa
    hidup tentram di dalamnya sampai akhir hayat.

    Akhir Zaman adalah Masa-nya seluruh umat islam harus berperang melawan
    Zionis Internasional yang di Komandoi Israel. Waktu akan kian mendekat
    Maka Umat Islam secara terpaksa atau secara ikhlas menjadi dua
    gelombang besar wala kepada Zionis atau wala kepada Islam.

    Bila Umat Islam yang berada di Wilayah Negeri Syam ridha pasrah dan
    tunduk dibawah Tekanan OPI (organisasi Penyamun Indonesia), maka
    bersiaplah menjadi negeri yang mengerikan.

    Dan betapa banyak penduduk negeri yang mendurhakai perintah Tuhan
    mereka dan Rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan
    hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.
    (Qs. At-Thalaq :8)

    Dan demikianlah Kami jadikan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat
    yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan
    mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka
    tidak menyadarinya. (Qs. Al-an am : 123)

    Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-
    negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat
    pedih lagi keras. (Qs. Huud:102)

    Dan berapa banyak penduduk negeri yang zalim yang teIah Kami
    binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain sebagai
    penggantinya. (Qs. Al-Anbiyaa:11)

    Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang Kafir (OPI) yang ada
    disekitar kamu, hendaklah mereka merasakan keganasan darimu,
    ketahuilah Allah bersama orang-orang yang bertaqwa (Qs. At-Taubah:123)

    ..dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun
    memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta
    orang-orang yang bertakwa. (Qs. At-Taubah:36)

    PANGLIMA PERANG PASUKAN KOMANDO PANJI HITAM
    Kolonel Militer Syuaib Bin Sholeh
    angsahitam@inbox.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s