Rata-rata gaji dosen di Indonesia 3-jutaan

Tergelitik saya membaca berita di sebuah media daring di bawah ini: Rp 3 Jutaan… “Segitulah” Rata-rata Gaji Guru dan Dosen Indonesia!. Saya juga dosen, maka soal kesejahteraan tentu selalu menarik untuk dibahas.

Menurut berita itu,  “Hasil riset tersebut juga menunjukkan informasi gaji dari 3.473 responden yang berprofesi sebagai tenaga kerja pendidik. Mereka adalah dosen dan para guru, baik guru di taman kanak-kanak (TK), guru sekolah dasar (SD), maupun sekolah menengah atas (SMA), serta guru privat dan guru kursus bahasa asing.

Dari hasil riset itu terungkap bahwa gaji rata-rata yang diperoleh dosen di Indonesia adalah Rp 3.326.700 per bulan. Sementara itu, gaji rata-rata yang diperoleh guru TK adalah Rp 2.292.200 per bulan, guru SD hingga SMA sebesar Rp 2.530.350 per bulan, guru privat Rp 2.188.500 per bulan, dan guru kursus bahasa asing sebesar Rp 2.656.300 per bulan.”

Gaji dosen rata-rata “hanya” 3.3 juta per bulan. Itu rata-rata, namun diferensiasinya tentu cukup lebar. Tentu ada yang gajinya jauh lebih besar dari angka itu, namun saya kira lebih banyak yang berada di bawahnya. Itu baru gaji. Jika ditambah dengan penghasilan lain-lain, termasuk tunjangan sertifikasi dosen, maka THP (take home pay) lebih besar lagi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dosen tidak cukup mengandalkan gaji bulanan saja dari kampusnya, mereka mencari tambahan dari kerja sampingan, misalnya mengajar di PT lain, mengerjakan proyek, menjual jasa sebagai konsultan, bahkan berdagang. Apapun dilakukan untuk menutupi kebutuhan keluarganya, yang penting halal.

Dengan kerja atau usaha sampingan seperti itu, maka sukar mengharapkan peningkatan kualitas dosen. Kapan waktu mereka untuk meneliti? Kapan waktu untuk menulis publikasi? Jika waktunya habis untuk mengajar di tempat lain, kerja sampingan di luar, dan lain sebagainya, maka kualitas dosen di negara kita akan jalan di tempat. Ranking Perguruan Tinggi Indonesia masih kalah jauh dari Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam.

Di negara-negara maju, penghasilan tambahan seorang dosen bukan dari kerja sampingan, tetapi dari penelitian maupun kerma dengan pihak luar (industri). Jadi, agar kesejahteraan dan kualitas dosen beriringan, maka perlu diperbanyak hibah penelitian maupun kerjasama  (kerma) kampus dengan pihak luar (industri/pemerintahan). Dari hibah penelitian dosen dapat melakukan riset di kampusnya dengan tenang sekaligus mendapat tambahan penghasilan dari honor riset. Dari penelitian dihasilkan publikasi berupa paper maupun jurnal. Penelitian jalan,  kesejahteraan juga meningkat.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Rata-rata gaji dosen di Indonesia 3-jutaan

  1. Sekedar informasi, Pak Rinaldi. Negara-negara di Eropa Barat dan Skandinavia rata-rata memberlakukan sistem gaji rata dengan basis full time employment (FTE). Dosen-dosen didorong untuk mendapatkan hibah riset, tetapi tidak 1 Euro pun dari dana hibah itu yang bisa menjadi honor mereka (berbeda dengan misalnya hibah DIKTI). Dana hibah hanya boleh dipakai untuk membayar gaji/beasiswa bulanan mahasiswa PhD yang direkrut di awal proyek riset. Dana juga bisa dipakai untuk membeli alat lab, conference, atau training bagi dosen.

    Jadi, mau berapa pun jumlah hibah risetnya, gajinya tetap sama. Tetapi memang sudah mencukupi. Di Belanda, untuk seorang Lektor Kepala, rata-rata gaji kotornya sekitar 6000 Euro/bulan. Dipotong pajak, gaji bersih sekitar 3600 Euro (Rp 50 juta)/bulan. Sedangkan biaya hidup minimal yang dipatok pemerintah belanda adalah 1600 Euro/bulan/keluarga.

    Ulasan singkatnya pernah saya tulis disini, bagian remunerasi ada di poin ke-7. Salam.

    https://rullytricahyono.wordpress.com/2015/07/23/dosen-indonesia-vs-dosen-luar-negeri/

    • rinaldimunir berkata:

      Ooo begitu ya, saya baru tahu. Terima kasih mas Rully atas klarifikasinya. Di negara kita honor periset merupakan komponen RAB hibah penelitian. Hibah riset di kampus pun sama, ada komponen honor juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s