Doktor Honoris Causa Bu Megawati Tidak Sesuai Permendikbud No. 21 Tahun 2013?

Kemarin mantan Presiden Indonesia, Megawati Sukarnoputeri, dianugerahi gelar Doktor kehormatan atau Doktor Honoris causa (Dr. Hc) dalam bidang Ilmu Politik dan Pemerintahan oleh Universitas Padjadjaran Bandung (baca:Unpad Resmi Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa kepada Megawati).

Tokoh-tokoh politik diberi gelar Dr. Hc bukan hal yang baru. Sudah banyak perguruan tinggi menganugerahi gelar Dr. Hc kepada orang-orang yang dianggap memberikan kontribusi keilmuan di dalam masyarakat dan negara meskipun yang bersangkutan tidak menempuh pendidikan S3 di universitas tersebut. Tahun lalu ITB pun memberi gelar Dr. Hc kepada mantan presiden SBY setelah sempat tertunda beberapa tahun karena momennya tidak tepat (waktu itu masih menjadi Presiden RI). Tiap Perguruan Tinggi tentu mempunyai alasan dan pertimbangan sendiri dalam menganugerahi gelar Dr. Hc itu. Alasan Unpad memberikan gelar Dr. Hc kepaad Bu mega dapat dibaca di sini: Ini Alasan Unpad Berikan Doktor Honoris Causa Kepada Megawati Soekarnoputri.

Pemberian gelar Dr. Hc kepada tokoh-tokoh politik sudah sering menimbulkan pro dan kontra, baik dari pihak luar, pihak dalam kampus, maupun dari alumni perguruan tinggi tersebut. Ketika ITB memberi gelar Dr. Hc kepada Pak SBY juga sempat menimbulkan penolakan dari dalam dan luar kampus. Nah, untuk kasus Bu Mega ini, baru saja beliau diberi gelar Dr. Hc  ternyata hari itu sudah muncul penolakan dari  alumni Unpad sendiri, bahkan sampai membuat petisi daring segala (Baca: Petisi Online Tolak Gelar Doktor Honoris Causa Megawati dari Unpad dan Alumni Unpad Galang Petisi Tolak Pemberian Doktor Honoris Causa untuk Megawati).

Saya tidak hendak mengomentari penolakan alumni Unpad itu dan tidak ingin masuk sampai wilayah politik praktis. Saya hanya ingin menyoroti secara aturan legal formal bahwa pemberian gelar Dr. Hc kepada Bu Mega tidak memenuhi Permendikbud  No. 21 Tahun 2013. Di dalam Permindikbud itu diatur syarat dan tata cara pemberian gelar Doktor Kehormatan. Diinyatakan di dalam peraturan tersebut bahwa untuk memperoleh gelar Dr. Hc maka calon penerima  harus sudah memiliki gelar minimal sarja (S1) atau setara level 6 dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), seperti dikutip dari sini:

Perguruan tinggi dapat memberikan gelar Doktor Kehormatan tersebut kepada warga negara Indonesia maupun asing[3], yang:[4]

  1. luar biasa di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sosial, budaya, kemanusiaan dan/atau bidang kemasyarakatan;
  2. sangat berarti bagi pengembangan pendidikan dan pengajaran dalam satu atau sekelompok bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sosial budaya, kemanusiaan, dan/atau kemasyarakatan;
  3. sangat bermanfaat bagi kemajuan, kemakmuran, dan/atau kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia atau umat manusia; atau
  4. luar biasa mengembangkan hubungan baik bangsa dan negara Indonesia dengan bangsa dan negara lain di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sosial budaya, kemanusiaan, dan/atau kemasyarakatan.

 Selain syarat di atas, calon penerima gelar Doktor Kehormatan juga harus:[5]

  1. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. memiliki gelar akademik paling rendah sarjana (S1) atau setara dengan level 6 (enam) dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)[6];
  3. memiliki moral, etika, dan kepribadian yang baik; dan
  4. berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia.

Nah, jika mengacu pada aturan Permendikbud tersebut maka syarat bergelar Sarjana tidak dipenuhi oleh Bu Megawati. Seperti kita ketahui Bu Megawati sendiri memang alumni Unpad (Fakultas Pertanian), tetapi tidak sampai tamat karena peristiwa politik pada tahun 1965 (Baca: Peristiwa Gestapu Buat Megawati tak Selesaikan Kuliah di Unpad dan Megawati: Di Unpad Mental Saya Ditempa). Dengan kata lain Bu Megawati tidak memiliki gelar sarjana S1.

Namun aturan Permendikbud memuat opsi lain meskipun tidak bergelar sarjana, yaitu “atau setara level 6 dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)”. Di dalam Permendikbud No 21 di atas dijelaskan “Berdasarkan Pasal 5 huruf f Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang setara dengan jenjang 6 adalah lulusan Diploma 4 atau Sarjana Terapan dan Sarjana.”. Jadi, yang disebut setara level 6 adalah lulusan Diploma IV atau Sarjana Terapan (Baca juga: Kurikulum Nasional Berbasis Kompetensi Mengacu pada KKNI).

Nah, lagi-lagi Bu Mega tidak memenuhi acuan KKNI level 6 tersebut karena Bu Mega bukan lulusan Diploma IV atau Sarjana Terapan. Jika dilihat dari masa tahun kuliah Bu Mega yang hanya selama dua sampai tiga tahun (1965-1967), maka hal itu baru setara dengan D3 (level 4 atau 5 KKNI).

 

Kesimpulannya, berdasarkan Permendikbud No. 21 Tahun 2013, pemberian gelar Dr. Hc. kepada Megawati Sukarnoputeri tidak sesuai peraturan. Namun, saya tidak tahu apa alasan dan pertimbangan Unpad tetap memberikan gelar Dr. Hc kepada Megawati meskipun beliau bukan sarjana S1 atau setara level 6 KKNI. Moral dari kisah ini adalah peraturan Permendikbud tidak boleh dilanggar. Aturan ini memberikan rambu-rambu kepada Perguruan Tinggi agar mengikuti segalar peraturan dan perundangan yang ada sebelum memberi gelar Dr. Hc.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Doktor Honoris Causa Bu Megawati Tidak Sesuai Permendikbud No. 21 Tahun 2013?

  1. Senja Kelana berkata:

    Boleh ping back nya ^ ^

  2. Suko Sinarmo berkata:

    Di Indonesia gelar diatas segalanya padahal yang penting kerja nyata bermanfaat gak untuk masyaratkat , walau gelarnya S-1 sampai S-100 tapi hasil untuk masyarakat gak ada buat apa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s