PPDB Kota Bandung 2016 yang “Unpredictable”

Bertemu kembali dengan seleksi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) kota Bandung tahun 2016. Setelah tiga tahun lalu merasakan pengalaman PPDB masuk SMP negeri yang cukup mendebarkan, maka tahun ini ritual PPDB masuk SMA negeri yang membuat  H2C (harap-harap cemas) akan terulang kembali🙂. Anak saya yang nomor dua tahun ini lulus SMP dan akan mendaftar ke SMA negeri yang ada di kota Bandung.

Seperti diinformasikan di situs PPDB 2016 Kota Bandung, pendaftaran PPDB jalur akademik akan dimulai tanggal 27 Juni dan berakhir tanggal 30 Juni 2016.  Di kota Bandung satu-satunya alat seleksi masuk SMA (maupun SMP) negeri hanyalah berdasarkan nilai Ujian Nasional (UN). Kalau di kota lain seperti di Surabaya, seperti kata   teman saya di sana, seleksi masuk SMA tidak hanya dari nilai UN, tapi juga nilai TPA (Test Potensi Akademik) seperti di SMAN 5 Surabaya. Nilai UN hanya memiliki bobot 40%, sedangkan nilai TPA 60%. Lain kota tentu lain pula aturannya.

Nah, siswa kelas 9 SMP sudah memiliki nilai UN di tangannya. Sekarang mereka sedang berhitung-hitung untuk memilih SMA negeri mana. Jika dulu kita (siswa) sendiri yang mengurus pendaftaran masuk SMA negeri, sekarang orangtua perlu turun tangan untuk melakukan pemilihan sekolah dan pendaftarannya. Mengapa demikian? Karena lulus atau tidak dalam PPDB itu tidak bisa diprediksi (unpredictable). Lebih jelasnya lagi passing grade masuk SMA tertentu tidak bisa diprediksi, bergantung jumlah siswa yang mendaftar di sekolah tersebut serta nilai-nilai UN mereka. Passing grade tahun-tahun sebelumnya pun tidak bisa dijadikan patokan, passing grade tahun ini bisa lebih rendah atau lebih tinggi.  Jadi, orangtua pun perlu “berhitung” dalam memilih sekolah anaknya, tidak bisa diserahkan begitu saja pada anaknya. Yang dimaksud dengan passing grade adalah nilai terendah yang diterima di suatu sekolah.

Di kota  Bandung seleksi PPDB dua tahun belakangan ini sudah menggunakan sistem rayonisasi (perwilayahan), artinya siswa memilih sekolah yang sesuai rayon tempat tinggalnya. Siswa memilih dua pilihan sekolah. Tahun lalu pilihan satu boleh di sekolah di luar rayon mana saja tetapi pilihan dua harus di dalam rayon wilayah tempat tinggalnya. Namun pada tahun 2016 ini pilihan satu dan pilihan dua bebas,  boleh sekolah di wilayah mana saja, namun ada sejumlah konsekuensi. Ada istilah proteksi wilayah, yang artinya siswa yang memilih SMA di wilayah rayonnya diutamakan lebih dahulu, baru kemudian sisanya dibagi untuk pendaftar yang berasal dari luar rayon. Contohnya begini. Siswa A memilih SMA di luar rayonnya sebagai pilihan satu dan SMA di wilayah rayonnya sebagai pilihan kedua, maka dia akan mendapat tiga kali kesempatan seleksi. Seleksi pertama adalah  untuk SMA pilihan kesatu. Mula-mula siswa A “dipertandingkan” dengan semua pendaftar dari wilayah yang sama yang memilih SMA tersebut. Ini yang dinamakan proteksi wilayah. Jika dia tidak lulus pada seleksi wilayah, maka dia “dipertandingkan” dalam seleksi gabungan wilayah (seleksi kedua), yaitu dengan semua pendaftar dari berbagai rayon wilayah yang mengambil  pilihan SMA  tersebut. Jika dia tidak lulus juga, maka A akan dipertandingkan untuk seleksi ketiga pada pilihan keduanya. Karena pilihan keduanya adalah SMA di luar wilayahnya, maka dia akan dipertandingkan dalam seleksi gabungan wilayah, dengan semua pendaftar dari berbagai rayon wilayah yang mengambil  pilihan SMA pilihan kedua tersebut (lihat gambar). Selain faktor nilai UN dan pilihan SMA di wilayah/luar wilayah, jarak km dari rumah ke sekolah pun dihitung dalam proses seleksi. Jika mengambil pilihan satu dan dua semuanya di luar wilayah, maka siswa hanya mendapat kesempatan dua kali seleksi.

PPDB

Nah, melihat gambaran proses di atas kebayang kan betapa kompleksnya proses seleksi PPDB di kota Bandung dan sangat tidak bisa diprediksi. Banyak orangtua siswa hari-hari ini mencari informasi tentang sebaran nilai UN dan prediksi passing grade. Sebaran nilai UN ini penting untuk mengetahui tingkat persaingan masuk SMA negeri tertentu. Meskipun sudah menggunakan sistem rayonisasi untuk menghilangkan kesan sekolah favorit, namun di dalam benak masyarakat yang namanya sekolah favorit itu tidak bisa hilang begitu saja, tetap saja beberapa sekolah menjadi rebutan. Di kota Bandung SMA negeri yang dikategorikan favorit adalah SMAN 3, SMAN 5, SMAN 2, dan SMAN 8, kemudian kategori favorit berikutnya adalah SMAN 1, SMAN 20, SMAN 24, dan seterusnya.  Maka, pertanyaan-pertanyaan seperti: berapa kira-kira passing grade sekolah-sekolah tersebut, apakah dengan nilai UN segini bisa masuk ke sana, dll, menjadi topik yang banyak dibicarakan menjelang tanggal 27-30 Juni nanti. Sebuah situs blog di WordPress yang secara khusus membicarakan PPDB banyak diakses para orangtua, yaitu situs Bicara PPDB Kota Bandung . Saya termasuk salah satu pengunjungnya🙂.

Melalui situs Bicara PPDB tersebut saya banyak memperoleh informasi tentang PPDB, nilai-nilai UN, dan perkiraan passing grade. Dari beberapa komentar pembaca di blog tersebut saya memperoleh data sebaran nilai-nilai UN siswa SMP (negeri dan swasta) di kota Bandung (yang disebut berasal dari Disdik Kota Bandung, mudah-mudahan saja valid). Dengan asumsi data sebaran nilai tersebut valid, saya kemudian mengolahnya dengan Microsoft Excell lalu saya tampilkan hasilnya dalam bentuk tabel dan grafis (Sumber data saya ambil dari sini).

PPDB-1

Sebaran nilai UN SMP Negeri tahun 2016

Dari gambaran di atas terlihat bahwa di kota Bandung jumlah siswa SMP negeri yang mendapat nilai UN di bawah 300 justru mayoritas. Nilai UN SMP di Bandung tahun ini memang turun hingga 1,5 poin dibandingkan tahun lalu. Hampir semua orangtua berharap passing grade tahun ini ikut turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya

Jika digabung dengan SMP swasta, maka sebaran nilai UN SMP membuat orangtau siswa semakin H2C. Pertanyaan-pertanyaan apakah anak saya bisa masuk SMA ini dengan nilai UN segini? Bagaimana kans di SMA yang itu? Dst.

PPDB-2

Sebaran nilai UN SMP negeri dan swasta kota Bandung tahun 2016

Nah, melihat sebaran di atas, sangat sulit memprediksi persaingan masuk SMA negeri di kota Bandung. Sebaran yang lebih rinci per nilai UN atau sebaran dengan rentang yang lebih sempit sangat dinanti dari Disdik Kota Bandung agar pertimbangan memilih SMA tertentu menjadi lebih kuat. Seperti tahun-tahun lalu, kebanyakan orangtua memasukkan formulir pendaftaran pada hari terakhir. Kita tunggu saja nanti bagaimana hasilnya, sekarang yang bisa dilakukan adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya sambil berhitung-hitung menjelang buka puasa dan sahur🙂.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan, Seputar Bandung. Tandai permalink.

8 Balasan ke PPDB Kota Bandung 2016 yang “Unpredictable”

  1. Taufiq A. Utomo berkata:

    Terimakasih telah memplot datanya. Saya merasa ada yang aneh dengan data tersebut, apakah Bapak juga?

  2. Ping balik: Round-up Bicara PPDB, 20 Juni 2016 – Bicara PPDB

  3. Apakah data yang dilampirkan sudah valid?

  4. Garien berkata:

    Pak Rinaldi, putranya daftar ke SMAN mana ? Semoga diterima. Aamiin

  5. Ping balik: Setelah PPDB 2016 Berlalu | Catatanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s