Berharap banyak pada jembatan layang Antapani

Bagi warga kawasan Antapani Bandung, kemacetan setiap pagi dan sore di Jalan Terusan Jakarta sudah menjadi makanan sehari-hari. Jalan keluar menuju pusat kota Bandung dari Antapani cuma satu, yaitu Jalan Terusan Jakarta itu. Jalan Terusan Jakarta juga menjadi jalan keluar juga bagi warga kawasan tetangganya, yaitu Arcamanik. Jadi, dari dua kawasan pemukiman itu setiap pagi semuanya bermuara ke Jalan Terusan Jakarta. Penyebab kemacetan adalah lampu merah pada persimpangan dengan Jalan Kiaracondong (sekarang Jalan Ibrahim Ajie). Lampu merah ini bergiliran menjadi hijau untuk setiap empat arah jalan di perempatan itu. Jadi, kabayang kan betapa lamanya menunggu lampu merah menjadi hijau, sementara antrian di belakangnya panjaaaang pisan.

FYI, kawasan Antapani di Bandung Timur adalah kawasan pemukiman yang banyak kompleks perumahan. Dulu cuma ada Perumnas di sana, sekarang ada puluhan perumahan baru yang telah menghabisi sawah-sawah di sana sehingga nyaris tidak ada lagi sawah atau tanah kosong yang bersisa. Balong (danau kecil) pun sampai diuruk untuk dijadikan perumahan. Kawasan Antapani menjadi favorit untuk tempat tinggal karena jaraknya sangat dekat dengan pusat kota (cuma lima kilometer ke Gedung Sate). Infrastrukturnya juga sudah mapan. Sekolah, toserba, mal, klinik dokter, pertokoan, universitas, sarana olahraga, sarana ibadah, dan lain-lain sudah tersedia di sana. Maka tak heran harga tanah di Antapani sangat tinggi, begitu juga harga rumah di sana sudah ratusan juta hingga lebih 1 M.

Dengan jumlah perumahan yang terus bertambah, maka dapat dibayangkan semua warga keluar dalam waktu bersamaan pada pagi hari untuk sekolah atau bekerja, sorenya kembali ke rumah pada waktu yang bersamaan pula. Sementara jalan keluar dari kawasan ke pusat kota cuma satu, yaitu Jalan Terusan Jakarta. Ada sih alternatif melalui jalan kecil ke Terminal Cicaheum, tapi tetap saja bertemu kemacetan di sana. Atau, melalui Jalan Sulaksana di samping Borma Supermarket, tapi keluarnya di Jalan Ahmad Yani yang akhirnya bertemu lagi dengan perempatan Jalan Jakarta-Kiaracondong. Sama-sama parahnya kalau pagi hari.

Tapi sukurlah Walikota Bandung saat ini, Ridwan Kamil, memahami kondisi macet parah itu. Solusinya adalah dibangun jembatan layang di atas perempatan itu. Sejak dua minggu lalu pembangunan jembatan layang yang membentang di atas perempatan Jalan Terusan Jakarta-Kiaracondong sudah dimulai.

 

jembatanantapani

Gambar jembatan layang Antapani (Sumber: jabar.tribunnews.com)

Jembatang Layang Antapani Bandung

Sudut lain gabar jembatan layang (Sumber: bandungaktual.com)

Sudah dua minggu ini warga harus menghadapi kemacetan makin parah karena jalan-jalan di sekitar perempatan itu semakin sempit saja akibat pembangunan jembatan layang. Bagian tengah jalan ditutup dan dipagari seng untuk tahap pembangunan konstruksi. Tidak apa-apalah, bersabar selama enam bulan pembangunan, awal Januari 2017 nanti jembatan layang itu sudah selesai.

Jembatan layang Antapani ini akan menjadi role model jembatan layang berikutnya di kota Bandung. Disebut-sebut jembatan layang ini merupakan pertama di Indonesia menggunakan teknologi struktur baja bergelombang dari Korea. Waktu pengerjaannya lebih cepat 50 persen dibanding struktur bertulang, dan biayanya menjadi hemat 60 persen-70 persen. Jadi, jika jika untuk satu buah jembatan dibutuhkan Rp 100 miliar, maka dengan teknologi baja bergelombang ini biayanya hanya 35 milyar (Sumber dari sini).

Mudah-mudahan jembatan layang ini menjadi jawaban atas persoalan kemacetan selama ini. Saya pun bisa ke kampus lebih cepat. Namun seorang kawan berkata, turun dari jembatan layang akan bertemu lagi dengan kemacetan di jalan Jakarta yang menjadi bottleneck dari tiga arah jalan lain dari perempatan itu. Kita akan bertemu lagi dengan kemacetan baru di perempatan Jalan Ahmad Yani-Jalan Supratman-Jalan Jakarta. Tapi tenang, sesudah jembatan layang ini selesai, jembatan layang di perempatan Jalan Ahmad Yani tadi akan dibangun berikutnya. Pak Emil akan membangung banyak jembatan layang di berbagai permpatan jalan yang selalu menjadi titik macet di kota Bandung. Semoga Bandung bebas macet.

Pos ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Berharap banyak pada jembatan layang Antapani

  1. Sekar berkata:

    semoga tidak mengecewakan ya Pak proyek pembangunannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s