Telepon Rumah (Tidak) Akan Tinggal Kenangan?

Di rumah saya masih terpasang telepon rumah. Telepon rumah ini jarang sekali digunakan dan jarang sekali berdering, jadi boleh dibilang lebih sering menganggur. Paling-paling telepon rumah digunakan untuk mencari keberadaan ponsel yang  lupa ditaruh di mana. Selain itu untuk menelpon toko air mineral dan toko gas minta diantarkan air galon dan gas jika keduanya sudah habis di rumah.  Hampir tidak pernah lagi saya menggunakan telepon rumah untuk menghubungi teman, saudara, dan orang lainnya, seperti halnya dua puluh tahun yang lalu.

telepon-rumah

Telepon rumah yang kesepian

Sejak telepon genggam (ponsel) sudah menjadi alat komunikasi yang lumrah dan biasa, telepon rumah semakin menjadi tidak penting lagi keberadaannya. Sudah ada ponsel yang lebih praktis dan mobile daripada telepon rumah, maka orang-orang tidak menganggap telepon rumah menjadi  kebutuhan penting.

Telepon rumah adalah satu-satunya saluran telepon fixed line yang dikelola oleh PT Telkom. Dulu ketika memiliki ponsel belum selumrah sekarang, untuk mendapatkan sambungan telepon rumah dari PT Telkom butuh waktu yang cukup lama. Jika di sekitar rumah kita belum ada tiang dan kabel telepon, maka perlu bersabar untuk mendapat sambungan baru. Dulu rumah yang memiliki telpon rumah memiliki nilai tambah tersendiri, sebab ketika rumah dijual dan ada sambungan telepon rumah maka harganya berbeda jika rumah tersebut tidak punya sambungan telepon.

Karena sudah sangat jarang digunakan, sebagian orang mencabut telepon rumah dari kabelnya. Maksudnya telepon rumah tidak dipasang lagi di atas meja, tinggal kabelnya yang menggantung. Lucunya, meski telepon rumah sudah tidak dipasang, namun mereka tidak mau memutus sambungannya dari PT Telkom. Mungkin merasa sayang saja jika diputus karena dulu untuk mendapatkannya perlu kesabaran tersendiri. Meski tidak dipasang lagi, tapi mereka tetap membayar abonemen bulanan  ke PT Telkom. Bagi PT Telkom sendiri telpon rumah yang menganggur mungkin sebuah kerugian, sebab mereka tidak banyak mendapat pemasukan dari fixed line, namun perawatan fixed line tetap saja harus dilakukan.

Saya sendiri tidak berniat untuk memutus sambungan telepon rumah. Biar saja terpajang di atas meja. Ia masih berfungsi dengan baik. Meskipun jarang digunakan, setidaknya telepon rumah masih berguna untuk menelpon call center bank, menelpon kantor layanan umum, menelpon pembantu dari kantor ke rumah, memesan gas dan air galon yang habis, dan ya itu…mencari keberadaan ponsel yang nyelip entah di mana.🙂. Menurut cerita teman, beberapa bank BUMN dan bank asing  menjadikan nomor telepon rumah sebagai syarat untuk membuka rekening, entah benar entah tidak.

Bagi saya telepon rumah punya kelebihan tersendiri, yaitu sifatnya yang lebih ‘hangat’ dibandingkan ponsel. Ponsel bersifat pribadi,  jika ia berdering dengan nada dering yang disetel oleh pemiliknya, maka hanya pemiliknya yang mengangkat. Beda dengan telepon rumah, jika ia berdering di dalam rumah, maka seisi rumah tahu. Jika seorang anggota rumah mengangkatnya dan ternyata telpon itu untuk anggota keluarga lainnya, maka dia akan memanggil anggota rumah yang dituju. Jadi, keberadaan telpon rumah dapat mempererat jalinan anggota keluarga. Sepele, tapi itulah yang saya alami sendiri.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado, Pengalamanku. Tandai permalink.

2 Balasan ke Telepon Rumah (Tidak) Akan Tinggal Kenangan?

  1. Bila berkata:

    Telpon rumah saya biasa orang rumah gunakan untuk berhubungan dengan kakek yang rumahnya hanya beda RT dengan rumah saya

  2. atarocken berkata:

    Saya dikantor dan dirumah masih mengunakan telepon tersebut…walau jaman sudah berganti dan banyak pengguna mobile, akan tetapi fungsi dari telepon rumah itu tidak bisa ditinggalkan. hehhehee..nice artikel gan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s