Temanku Menuju Bombana 1

Musim Pilkada datang lagi. Ratusan Pilkada akan berlangsung di banyak daerah di tanah air untuk memilih kepala daerah yang baru (bupati, walikota, gubernur). Sayangnya hampir semua berita tentang ratusan Pilkada itu tenggelam oleh pemberitaan tentang Pilkada DKI  Jakarta yang heboh dengan isu agama.  Berita Pilkada di daerah nyaris tidak terdengar gegap gempitanya.

kasra

Baiklah, kita tinggalkan hiruk pikuk Pilkada DKI Jakarta dulu. Salah satu temanku semasa kuliah di ITB dulu sekarang maju mencalonkan diri menjadi Bupati Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Kasra Munara namanya, dia alumni ITB angkatan 1985, seangkatan dengan saya di ITB, tapi beda Jurusan. Saya dari Jurusan Informatika, sedangkan Kasra dari Jurusan Kimia. Kasra Munara diusung oleh empat Parpol yaitu PPP, PKS,PDIP dan PBB. Dia berpasangan dengan Man Arfah, pasangan calon Bupati-Wakil Bupati. Mereka mengusung tagline BERKAH, yaitu singkatan “Bombana Baru dan Maju Bersama Kasra dan Arfah”.

Sebelum Kasra, sudah ada teman seangkatanku tahun lalu ikut kompetisi Pilkada di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Namanya Jaka Sumanta, teman kuliah di Jurusan Informatika ITB angkatan 1985. Namun sayang dia tidak menang dalam Pilkada Kabupaten Sragen tersebut.

Saya mengenal Kasra sejak tahun pertama di ITB. Waktu itu saya dan Kasra ikut pelatihan Panitia Pelaksana Program Pelaksana Ramadhan (P3R) 1405 H di Masjid Salman ITB tahun 1986. P3R itu seluruh anggota panitianya adalah mahasiswa tingkat 1 ITB dari berbagai Jurusan (sekarang Program Studi). Jumlah anggota P3R sekitar 200-an orang. Beberapa bulan sebelum bulan Ramadhan datang, kami diberi pelatihan oleh kakak-kakak mentor selama dua hari dua malam di Masjid Salman. Di sanalah saya berkenalan dengan Kasra karena satu kelompok mentoring. Saya tanya dari mana asalnya, dia menjawab dari Pulau Buton. Wah, mendengar Pulau Buton saya teringat pelajaran Ilmu Bumi di Sekolah Dasar. Yang saya ingat tentang Pulau Buton adalah pulau penghasil aspal di Indonesia. Jadi jika ingat aspal maka pasti ingat Pulau Buton. Namun saya belum pernah pergi ke Pulau Buton. Yang saya tahu Pulau Buton itu di Sulawesi, tepatnya di Propinsi Sulawesi Tenggara.

pulau_buton

Saya sering terkesan dengan teman-teman mahasiswa ITB dari berbagai daerah di tanah air. Mahasiswa ITB berasal dari Sabang sampai Merauke. Pulau Buton menurut saya pulau yang sangat jauh karena terletak di kawasan Indonesia Timur. Perlu waktu tiga hari tiga malam untuk berlayar dengan kapal penumpang PELNI dari pelabuhan Bau-bau di Pulau Buton menuju Jakarta.

Saya cepat akrab dengan Kasra karena kami sama-sama putra daerah di ITB (saya dari Padang). Selepas kepanitiaan di P3R saya masih sering bertemu dengan Kasra di dalam kampus (kampus ITB di Jalan Ganesha itu tidak luas, sehingga intensitas bertemu dengan teman-teman dari berbagai jurusan cukup sering). Meskipun berbeda Jurusan, saya dan Kasra tetap menjalin persahabatan. Saya sering mengunjunginya yang tinggal di Asrama Mahasiswa ITB  Rumah H di Jalan Sawunggaling (sekarang menjadi Hotel Sawunggaling). Di tahun terakhir kuliah saya juga tinggal di asrama mahasiswa ITB, tetapi di Rumah C di Jalan Skanda. Ketika liburan panjang tiba saya berkirim surat kepada Kasra yang waktu itu pulang kampung ke Buton. Saya mengutarakan keinginan untuk ikut dengannya pulang kampung berlayar ke Pulau Buton. Saya ingin sekali mengunjungi Pulau Buton itu dan ingin melihat kehidupan masyarakat di sana. Hingga sekarang keinginan ke Buton belum terlaksana meskipun tahun lalu Kasra pernah mengajak ke sana.

Setelah lulus dari ITB saya mendengar Kasra bekerja di luar negeri di perusahaan eksplorasi minyak Schlumburger. Selama bekerja di Schlumburger dia sudah sering berpindah-pindah kota di berbagai belahan dunia karena ditempatkan oleh perusahaaanya.

Setelah sekian lama bekerja di luar negeri, Kasra berniat untuk pulang kampung untuk membangun tanah kelahirannya di Bombana dengan melamar menjadi calon Kepala Daerah di sana. Dimanakah Bombana itu? Setelah saya cari petanya di Google, Kabupaten Bombana itu sebagian berada dataran Pulau Sulawesi dan sebagian lagi di Pulau Kabaena (lihat peta di bawah pada bagian yang berwarna merah, sumber peta dari sini). Mengapa bukan di Buton, mengapa di Bombana? Menurut Kasra dia  besar dan sekolah di Buton (karena ayahnya yang TNI ditugaskan di sana), namun kampung asalnya ya di Bombana ini.

sulawesi_tenggara_kabupaten_bombana

Sebagai seorang teman  seangkatan tentu saya mendukung langkahnya untuk menjadi Bombana 1. Saya mengenal Kasra sebagai orang yang baik dan humble. Menurutku  dia punya kapasitas menjadi pemimpin karena semasa mahasiswa aktif dalam kegiatan di Himpunan Mahasiswa Kimia. Pengalaman kerjanya yang melanglangbuana di luar negeri pasti berguna untuk membangun tanah kelahirannya. Meski saya tidak bisa memilih, karena bukan warga Bombana, namun saya berharap Kasra terpilih sebagai Bupati Bombana. Selamat dan sukses, kawan!

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku, Seputar ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s