Berkujung ke Yangon, Myanmar (Bagian 3. Tamat)

Berkunjung ke Yangon tanpa mengunjungi Pagoda Shwedagon rasanya kurang lengkap. Pagoda Shwedagon merupakan ikon negara Myanmar. Ia juga merupakan tempat suci terbesar umat Budha di Myanmar. Pagoda Shwedagon menjadi  terkenal karena sejarahnya yang berkaitan dengan Budha Gautama dan karena ia terbuat dari emas! Pagoda Shwedagon yang saya lihat dari jendela hotel  The Summitpark View (baca tulisan pertama) akan saya ceritakan pada seri tulisan terakhir ini.

Pagoda Shwedagon hanya berjarak 300 meter dari hotel The Summitpark View. Kami berjalan kaki melewati taman People’s Park dan People’s Square yang terletak di seberang kawasan pagoda.

shwedagon-pagoda-on-map-of-yangon

Peta lokasi Pagoda Shwedagon. Lokasi pagoda di peta ditandai dengan balon merah bertuliskan huruf A.

Di taman ini pada sore hari banyak orang Yangon berekreasi membawa keluarganya atau sekedar olahraga jogging. Tampak juga di sudut-sudut taman para muda-mudi Myanmar berpacaran tanpa malu-malu, sebagian lagi berpacaran dengan ditutupi payung🙂.

Dari People’s Park dan People’s Square tampaklah pagoda Shwedagon yang terbuat dari emas. Kira-kira tingginya setinggi Monas di Jakarta. Semburat cahaya matahari sore membuat emas pagoda tampak berkilauan. Di plaza People’s Park  ini banyak masyarakat berkumpul menikmati air mancur yang dapat menari.

14495274_1221480184586671_8988938826990876280_n

Pagoda Shwedagon tampak dari People’s Square

14572215_1221479971253359_5730855434187182020_n

Penulis dengan teman berfoto di People’s Square dengan latar belakang Pagoda Shwedagon

Hari sudah menjelang Maghrib waktu Yangon. Malam segera datang. Sayang kalau tidak masuk ke dalam pagoda ini. Kami berjalan kaki dari People’s Square menuju kompleks pagoda.  Ternyata kompleks Pagoda Shwedagon sangat luas seperti yang ditunjukkan pada peta di bawah ini. Luasnya 46 hektar. Pagoda Shwedagon dikelilingi oleh bangunan-bangunan pendukung.

14517593_1221480521253304_3944578338574377242_n

Peta kompleks Pagoda Shwedagon

img_20161002_185850_hdr

Pintu masuk utama ke dalam pagoda. Dua patung singa raksasa berdiri menjaganya

Pagoda Shwedagon yang menurut legenda sudah berusia lebih dari 2500 tahun, itu berdiri di atas sebuah bukit yang tingginya 190 kaki atau sekitar 57 meter. Pgoda yang berbentuk stupa itu tingginya  sekitar 100 meter. Jadi, ketika kita masuk ke dalam, kita seolah-olah menaiki sebuah bukit. Untuk mencapai ke dalam pagoda, kita menaiki sejumlah tangga biasa dan tangga berjalan (elevator). Dari pintu masuk utama kita melewati koridor ruangan yang panjang dengan tiang-tiang besar di sepanjangnya. Seluruh dinding dan tiang dicat dengan warna kuning emas. Kuning merupakan warna khas negara Myanmar.

14502856_1221480224586667_5650132658458988178_n

Koridor panjang setelah melewati pintu masuk pagoda. Semua dinding dan tiang dicat dengan warna emas.

Ternyata koridor ini sangat panjang. Kita mulai menaiki  area yang lebih tinggi dengan menggunakan tangga berjalan. Oh iya, pengunjung tidak boleh menggunakan alas kaki, jadi kita harus melepas sepatu atau sandal. Petugas jaga menawarkan kantong plastik dengan membayar uang sekedarnya..

14519883_1221480291253327_487160647516539527_n

Tangga berjalan menuju area yang lebih tinggi

Akhirnya setelah melewati koridor yang panjang itu, sampailah kita ke lantai utama  pagoda. Bagi turis asing, untuk masuk ke dalam pagoda harus membayar 8000 kyat atau 80.000 rupiah. Perempuan yang sedang datang bulan tidak boleh memasuki pagoda.

Akhirnya saya melihat dari dekat Pagoda Shwedagon yang terbuat dari emas itu. Warna kuning emas tampak di mana-mana, dan berbagai patung Budha mulai dari yang berukuran raksasa hingga berukuran kecil bertebaran di mana-mana. Ada juga patung Budha dalam posisi berbaring.

img_20161002_191750_hdr

Pagoda emas setinggi 100 m. Di puncaknya bertahtakan batu permata

14502834_1221480311253325_4052641537491872443_n

Vihara-vihara kecil di sekeliling pagoda dengan patung Budha di setiap vihara

Malam itu warga Myanmar tampak memadati pagoda sekedar berjalan-jalan atau memang untuk sembahyang. Mereka membungkukkan badan dan sujud di depan Budha,  sembari melafalkan doa  yang berisi permintaan kepada Sang Budha.

14463268_1221480361253320_1940862571744703443_n

Patung Budha dalam posisi rebahan

img_20161002_192411_hdr

Warga Myanmar berdoa di depan patung Budha

Di bawah ini gambar-gambar lain dari Pagoda Shwedagon yang diambil dari sini dan sini:

maxresdefault

Shwedagon dari udara

yangon_pagoda_shwedagon

Pagoda Shwedagon kala siang hari

Hari sudah beranjak makin malam. Hujan gerimis membasahi pagoda. Kami segera kembali ke hotel. Di depan pintu masuk utama tadi sudah berjejer taksi. Kami menaiki taksi yang tanpa argometer itu, karena kalau berjalan kaki lagi nanti kehujanan. Supirnya sedikit bisa berbahasa Inggris standard. Setiba di hotel kami menanyakan berapa ongkosnya, ternyata cukup 2000 kyat saja atau 20.000 rupiah.Selamat malam, Yangon. (TAMAT)

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Berkujung ke Yangon, Myanmar (Bagian 3. Tamat)

  1. mardianis berkata:

    Pak Rinaldi saya salut deh bisa menuliskan pengalaman dengan baik, sy sudah 23 th jadi PNS juga sudah berkesempatan melakukan perjalanan keluar negeri terutama negara asia , foto banyak sekali tapi tidak sempat menuliskan seperti ini, bagai mana ya kiat membuat OUTOBIOKRAFI yg baik

    regards

    mardianis

    • rinaldimunir berkata:

      Harus punya kemauan untuk menulis pak. Setiap kali selesai melakukan perjalanan, sediakan waktu untuk menulis semua kisah perjalanan yang sudah dilalui, jangan ditunda-tunda lagi. Tulisan yang baik adalah hasil berlatih selama jangka waktu yang panjang. Sering menulis, menulis, dan menulis, lama-lama tulisan kita akan memiliki kekhasan dan gaya tersendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s