Pengalaman Terbang dengan “Malaysia Airlines” – MH

Ketika terbang ke Yangon, Myanmar, dari Jakarta awal Oktober yang lalu, saya menggunakan pesawat Malaysia Airlines (MH) yang transit di Kuala Lumpur. Ini pertama kali saya naik maskapai negeri jiran tersebut. Semula saya agak ragu naik MH, karena musibah yang dialami pesawat MH sudah dua kali terjadi dalam waktu berdekatan. Tapi, keraguan tersebut saya tepis, toh musibah bisa menimpa pesawat apa saja, kendaraan apa saja, baik di darat, laut, maupun udara. Kalau sudah berada di atas pesawat, maka saya hanya bisa memasrahkan diri saja kepada Allah saja. Hidup mati hanya Allah yang tahu.

malaysia2

Pesawat MH ketika memasuki wilayah Kuala Lumpur

Jujur saja, mendengar nama Malaysia Airlines maka yang teringat adalah tragedi hilangnya pesawat MH370 dalam penerbangan dari Kualulumpur ke Beijing tanggal 8-3-2014. Hingga saat ini keberadaan pesawat tersebut masih misteri. Ada teori yang mengatakan MH370 terjun ke Samudera Hindia, ada pula yang mengatakan terkena rudal, atau malah diculik Alien. Entahlah. Wallahu alam. Musibah yang menimpa MH370 tersebut sangat menggemparkan dunia dan menjadi musibah yang masih misteri hingga sekarang. Belum hilang ingatan dengan musibah MH370, lagi-lagi Malaysia Airlines mendapat musibah empat bulan kemudian. Pesawat MH17 mengalami kecelakan akibat terkena tembakan peluru kendali Rusia di wilayah Ukraina pada pada 17 Juli 2014. Pesawat tersebut tengah dalam perjalanan dari Amsterdam, Belanda, menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Kedua musibah tersebut cukup menggoncang maskapai MH sehingga membuat calon penumpang merasa trauma. MH pernah sepi penumpang pasca tragedi. Kerugian besar jelas  diderita oleh MH. Namun, dengan berjalannya waktu, orang mulai melupakan peristiwa tersebut. Lambat laun jumlah penumpangnya mulai naik lagi.

Saya pun memilih MH ketika pergi ke Yangon. Alasannya karena harga tiket pesawat MH yang ditawarkan (via Traveloka) mendapat diskon 30% jika kita pergi PP dengan pesawat ini. Karena penerbangan MH full service, maka saya putuskan pakai MH saja.

malaysia3

Pesawat MH di bandara KLIA

Bagaimana kesan naik pesawat Malaysia Airlines? Kalau soal kenyamanan di dalam pesawat ya sama saja dengan pesawat ke luar negeri lainnya, pesawatnya baru dan modern. Tersedia hiburan di dalam pesawat dengan film-film yang bervariasi. Namun, jika dinilai dari sisi keramahan, maka  pramugari dan pramugara Malaysia Airlines masih kalah ramah dengan pramugari Garuda Indonesia. Mereka jarang sekali memberi senyuman. Sepele memang, tapi keramahan dan senyuman dapat membuat penumpang merasa nyaman dan senang. Pengalaman saya ketika dilayani pramugari MH dari etnik Tamil/India mendapat kesan mereka kaku, tidak tersenyum, dan sedikit bicara.

Bagaimana dengan kualitas makanan? Hi..hi.., lihat saja foto di bawah ini. Cara penyajiannya simpel, hanya ada tiga jenis: nasi ikan, air mineral berukuran kecil, dan sebungkus kacang asin. Itu saja. Rasa makanannya? Kurang memancing selera dan kurang rasa. Tapi karena lapar ya dimakan saja.

malaysia1

Begitulah pengalaman pertama saya naik pesawat Malaysia Airlines. Mungkin jika pilihan lain tidak lebih baik, dan harga tiket MH masih mendapat diskon cukup besar, saya akan naik pesawat ini lagi untuk terbang ke wilayah regional ASEAN. Mudah-mudahan pihak Malaysia Airlines membaca tulisan saya ini dan meningkatkan pelayanan kepada penumpangnya.

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s