Menemukan Mushola di RS Santo Borromeus Bandung

Menemukan ruang tempat sholat (mushola) di tempat-tempat umum (bandara, stasiun, terminal, mal, dan sebagainya) sudah merupakan hal yang biasa. Tetapi, menemukan mushola di sebuah rumah sakit Katolik adalah pengalaman yang luar biasa. Apalagi mushola itu berdampingan dengan kapel (gereja kecil) dan lambang-lambang salib yang bertebaran di dinding rumah sakit.

Pengalaman ini saya peroleh ketika membawa istri berobat ke dokter yang praktek di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung yang terletak di Jalan Dago. Rumah sakit ini sangat dekat dengan kampus ITB, tempat kerja saya. Sambil menunggu hasil pemeriksaan radiologi, saya melihat ke jam tangan waktu sholat Ashar sudah masuk. Saya belum melaksanakan sholat Ashar. Masjid terdekat dengan rumah sakit Santo Borromeus adalah Masjid Salman ITB yang berjarak sekitar 50 meter. Dulu ketika kita berada di rumah sakit ini dan ingin melaksanakan kewajiban sholat, maka petugas Satpam rumah sakit memberi saran ke Masjid Salman. Tetapi sekarang tidak perlu berjalan ke luar rumah sakit, ternyata di dalam RS Borromeus sendiri tersedia mushola yang cukup representatif.

Agak kurang yakin juga saya apakah memang ada mushola di rumah sakit ini, mengingat ini rumah sakit Katolik. Namun saya beranikan diri bertanya kepada Satpam di sana di mana letak mushola. Dia memberi petunjuk mushola terletak di gedung Irene dekat tangga. Ternyata benar, ada sebuah mushola yang cukup nyaman di dekat tangga Gedung Irene.  Musholanya ada dua buah, satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan. Tersedia juga tempat wudhu untuk masing-masing mushola. Di dalam mushola terhampar karpet sajadah yang selalu bersih dalam tiga shaf. Di mushola wanita tersedia mukena. Ada beberapa kitab Al-Quran di dalamnya buat mengaji. Mushola itu diberi nama Ruang Doa/Mushola seperti diperlihatkan pada foto-foto di bawah ini. Mushola selalu penuh pada jam waktu sholat, pengunjung harus antri.

borrommeus2

borromeus1

borromeus3

Alhamdulillah, ternyata memang benar ada mushola di Rumah Sakit Santo Boromeus. Biarpun tidak terlalu besar, tetapi ada dan representatif. Tidak jauh dari situ ada kapel (gereja kecil) bernama kapel Hati Kudus Yesus sebagai tempat berdoa dan beribadah bagi suster, dokter, dan pegawai rumah sakit yang beragama Katolik. Hmmm…sebuah bentuk kerukunan yang patut diapresiasi. Meskipun rumah sakit ini bernuansa Katolik, tetapi meraka menyediakan tempat ibadah bagi kaum muslim. Keberadaan mushola ini sangat wajar karena memang sangat dibutuhkan. Mayoritas pengunjung rumah sakit Santo Borromeus (pasien, keluarga pasien, pengunjung pasien, dan orang yang datang berobat) adalah kaum muslim, begitu juga pegawai rumah sakit ini banyak juga beragama Islam. Tentu mereka memerlukan tempat sholat untuk melaksanakan kewajiban agamanya.

Saya memberi apresiasi yang tinggi kepada pengelola Rumah Sakit Santo Borromeus atas ketersediaan mushola ini. Terima kasih, semoga kerukunan antar umat beragama tetap terpelihara dengan baik.

Pos ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

6 Balasan ke Menemukan Mushola di RS Santo Borromeus Bandung

  1. tuaffi berkata:

    🙂 yang suka bikin rame itu mestinya ditunjukin beginian. jangan yang di ekspose kebencian terus- terusan.

  2. dewinterwing berkata:

    baguslah, ada tempat ibadah islam di tempat non muslim. alhamdulillah.

  3. Set Kamar Jepara berkata:

    Masih ada yang peduli terhadap keberagaman Agama di Indonesia yah kak.. Alhamdulillah..

  4. Assalamualaikum, pak… Bolehkah cerita ini saya postimg di blog saya?? Dengan menyertakan link sumber juga…

    Perlu cerita cerita seperti ini rasanya ingin saya sebarkan….😃

  5. Qowiyyunnisa berkata:

    masyaAllah, alhamdulillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s