Merasakan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta yang Baru

Akhirnya kita punya juga bandara yang megah yang bisa dibanggakan, tidak kalah dengan bandara megah di luar negeri. Ya, bandara merupakan etelase sebuah negara. Orang asing yang datang ke suatu negara lewat bandara maka yang dilihatnya pertama kali adalah bandara. Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta yang baru saja diresmikan beberapa bulan yang lalu sudah beroperasi melayani penerbangan dengan Garuda. Baru Garuda lho, itupun untuk rute domestik, sementara untuk penerbangan internasional masih di Terminal 2E yang lama.  Ke depan nanti Terminal 3 Ultimate ini akan melayani penerbangan internasional jika sudah selesai 100%.

Minggu lalu saya pertama kali mencoba merasakan  Terminal 3 Ultimate ini untuk terbang ke Semarang. Turun dari bus Primajasa dari Bandung kaki saya langsung menginjak lantai terminal keberangkatan. Wow, keren, terasa megah sekali. Maklum masih baru, he..he. Sebagai seorang yang suka mengamati bandara di mana-mana, saya merasa penasaran untuk mencicipi bandara yang baru ini.

terminal-1

Terminal keberangkatan berada di lantai 2. Dari sini saya bisa melihat pemandangan ke bawah, ke arah terminal kedatangan. Pemandangannya membuat decak kagum, keren sekali.

terminal-2

terminal-3

OK, selanjutnya saya masuk ke dalam untuk chek-in. Ruangan di dalamnya sangat lapang, terang, bergaya lux dan modern. Benar-benar menunjukkan bandara kelas satu, tidak kalah dengan bandara Svarnabhumi di Bangkok nih, kata saya dalam hati (saya pernah ke bandara Svarnabhumi ini).

terminal-4

Toilet ada di mana-mana dengan petugas cleaning service yang selalu stand-by. Jadi, tidak usah khawatir jika kebelet dan antri seperti di Terminal 1 dan 2.

terminal-8

Tersedia kursi-kursi buat duduk jika anda lelah berdiri sebelum masuk ke ruang tunggu. Karpet hijau yang elegan membuat suasana di dalamnya teduh.

terminal-5

Supaya tidak bete, di beberapa tempat dipajang  berbagai lukisan dan foto-foto dokumentasi negara. Kita merasa berada di dalam sebuah galeri saja. Konsep bandara dengan pajangan karya seni sudah lama diterapkan di bandara Ngurah Rai. Di Bandara Husein Sastranegara Bandung  yang baru juga ada lukisan tapi jumlahnya sedikit, maklum bandaranya relatif kecil. Bandara saat ini memang tidak hanya sekedar tempat mampir, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern dengan memasukkan aneka fasilitas yang memanjakan pengunjung.

 

terminal-7

Selanjutnya saya berjalan menuju ruangan tunggu. Kalau tidak salah gate (pintu keberangkatan) di ruang tunggu ini mencapai 17 buah. Jumlah ini menunjukkan Terminal 3 Ultimate panjang sekali, capek juga kaki berjalan dari ujung ke ujung.

 

Di ruang tunggu keberangkatan ini berjejer restoran, toko-toko, dan lounge yang semuanya dikelola oleh perusahaan Saphire. Harga makanan di restoran lumayan mahal, tapi dimaklumi saja karena pasti sewa tempatnya juga sangat mahal. Lounge-nya menggunakan konsep terbuka, jadi siapa saja yang lewat bisa melihat orang di dalam lounge mengambil makanan, makan, duduk-duduk. Hmmm…kurang privasi sekali nih.

Pulang dari Semarang saya naik Garuda lagi ke Jakarta dan turun di Terminal 3 Ultimate lagi. Kali ini saya harus berjalan kaki lumayan jauh dari pintu kedatangan ke tempat pengambilan bagasi. Bisa gempor nih kaki berjalan sejauh ratusan meter, maklum Terminal 3 ini panjang sekali. Kebayang kalau yang berjalan itu para manula atau orangtua yang tidak kuat berjalan jauh. Tidak tersedia kursi roda bagi mereka yang tidak kuat jalan.Kalau mau ya naik ban berjalan di beberapa bagian lantai.

terminal-10

terminal-12

Begitulah pengalaman saya merasakan Terminal 3 Ultimate yang bau ini. Kesannya memang megah, tapi seperti ada sesuatu yang kurang. Apa ya? Saya merasakan Terminal 3 ini seperti tidak punya “ruh” atau tidak memiliki karakter yang kuat seperti Terminal 1 dan 2. Ah, mungkin saya terlalu berlebihan menilai ya.

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s