Sudah Berapa Orang yang Kamu “Unfriend” dan “Unfollow”?

Sejak masa Pilpres 2014 hingga Pilkada DKI 2017 menjelang, bangsa Indonesia terbelah dua menjadi kelompok yang pro dan kontra. Seharusnya setelah masa Pilpres usai kedua kelompok ini sudah cair, toh hubungan Jokowi dan Prabowo sudah kembali erat. Namun Pilkada DKI dengan salah satu calonnya Ahok kembali membuat bangsa Indonesia terbelah. Ahok, yang sekarang sedang menjadi terdakwa kasus penistaan agama,  telah memicu sentimen SARA di tanah air. Bangsa Indonesia terbelah lagi antara yang pro dan kontra Ahok.

Lihatlah percakapan di media sosial, isinya kebanyakan perdebatan panas antara kedua kubu. Posting-an yang menyebar kebencian, berita hoax, berita plintiran, gambar editan, dan argumen panas berseliweran setiap hari di media sosial, dari subuh hingga subuh lagi. Orang-orang dengan mudahnya menyebarkan berita dan gambar yang belum tentu benar, cukup dengan menekan tombol Bagikan atau Share, maka kekuatan media sosial mampu menembus batas-batas ruang dan waktu untuk meneruskan posting-an yang panas.

Efek media sosial sangat terasa mempengaruhi pikiran banyhak orang. Perseteruan kedua kelompok pendukung telah merenggangkan hubungan pribadi antara manusia yang dulunya sangat hangat. Teman pun sekarang menjadi “musuh” karena diskusi panas yang tidak mencapai titik temu. Masing-masing pihak merasa benar dengan pendapatnya. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya buzzer yang memanaskan suasana. Buzzer ini menggunakan akun bodong, yaitu akun yang isinya kosong, yang memang dibuat secara instan untuk memberi komentar tanpa ketahuan identitas aslinya. Komentar-komentarnya sangat pedas dan menyakitkan hati. Selain buzzer, jagad maya juga diramaikan dengan bot  (akun robot) yang menyerbu diskusi di dunia maya secara massal dan sistematis. Satu komentar yang sama bisa muncul di banyak thread diskusi. Tujuannya satu: membangun opini.

Gerah dengan posting-an yang tidak berkenan, sebagian orang sampai memutuskan pertemanan di media sosial. Istilahnya unfriend jika semula berteman, atau unfollow jika hanya mengikuti posting-an orang lain tanpa perlu berteman. Alasan melakukan unfriend atau unfollow bermacam-macam, tetapi saya catat beberapa alasannya adalah tidak suka dengan posting-an mantan teman yang suka menjelek-jelekkan pihak lain, tidak suka dengan ujaran kebencian yang membuat sakit hati, tidak suka dengan teman yang menyebarkan gambar atau berita hoax.  Sudah berapa orang yang kamu unfriend atau unfollow dari akun jejaring sosialmu?

Tidak hanya unfriend atau unfollow, sebagian orang keluar (left) dari grup diskusi di Whatsapp, Line, dan lain-lain, karena sudah merasa tidak nyaman lagi berada di dalamnya.  Diskusi-diskusi di dalam grup telah memperlihatkan siapa teman sebenarnya, kemana keberpihakannya, dan bagaimana reaksinya menanggapi berbagai isu terkait Pilkada DKI. Sudah berapa banyak kamu left dari grup whatsapp  sejak isu Pilkada DKI mulai memanas?

Memang kondisi ini sangat menyedihkan. Meskipun bukan warga DKI, namun Pilkada DKI telah menyita perhatian dan energi bangsa ini sehingga terpecah belah. Bangsa kita yang dulu bersatu, tidak punya masalah yang serius amat dalam hubungan berbangsa, sekarang menjadi putus silaturahmi karena berbeda keberpihakan. Entah sampai kapan begini, saya juga tidak tahu. Saya merindukan bangsa Indonesia yang rukun damai seperti dulu.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

4 Balasan ke Sudah Berapa Orang yang Kamu “Unfriend” dan “Unfollow”?

  1. tuaffi berkata:

    nggak kehitung sudah berapa yang unfollow, tapi kalau unfriend sih bisa dihitung jari lah. hehe.
    heran juga yah yang pilkada jakarta yang heboh se Indonesia. padahal Jakarta calonnya bagus- bagus semua loh. keren- keren. coba kalau yang belum menang di Jakarta jadi pemimpin aja di wilayah lain. Dan yang sudah baguis di wilayah lain, nggak usahlah rebutan jakarta. supaya yang bagus se Indonesia. 🙂 *komenapaini

  2. Reisha berkata:

    Unfollow teman juga bisa pak, jadi di FB tetap berteman tp postingan si teman ga dimunculin lagi di newsfeed FB.

  3. wahyu fahmy berkata:

    Untuk masa Ahok ini, alhamdulillah cuma 1 baru saja kemarin. Karena tanggal segini masih bahas kakak angkat Ahok kan nyebelin 😀

  4. Michael berkata:

    Syukurlah saya sudah cukup dewasa (dan tidak punya waktu) untuk unfriend atau unfollow. Malah saya sudah jarang sekali membuka Facebook. Saya juga tidak punya sosmed lain. Tiap orang punya kehidupan dan pendapat sendiri-sendiri. Kenapa mesti pusing. Saya tidak perlu tahu dimana orang lain berada, apa opini mereka, apa yang mereka makan.

    Sosmed adalah teknologi yang membuat orang jadi lebih bodoh.

    Saya hanya buka Quora dan Lifehacks. Dua apps itu menambah ilmu saya dan membuat saya tetap merasa kecil dan haus untuk mencari pengetahuan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s