Jalan-Jalan ke Makassar, Samalona, dan Rammang-Rammang (Bagian 2)

Hari ketiga

Tibalah hari terakhir di Makassar. Jadwal keberangkatan pesawat ke Bandung adalah pukul 14.30 WITA. Itu berarti masih ada waktu yang cukup untuk menikmati tempat wisata yang sangat mempesona sebelum bertolak ke Bandara Sultan Hasanuddin, yaitu Rammang-Rammang.

Rammang-Rammang adalah  kawasa berupa gugusan perbukitan batu kapur (karst) yang mirip seperti Halong Bay di Vietnam. Untuk menikmatinya kita menyusuri sungai yang membelah perbukitan kapur tersebut sampai ke hulunya hingga ketemu dengan lembah dan bukit yang luar biasa indahnya. Oh iya, rammang sendiri artinya kabut atau awan, karena daerah ini sering berkabut. Perbukitan kapur di sini menandakan Rammang-Rammang dahulunya adalah laut. Memang di sana kita akan menemukan banyak batu karang bertebaran.

Rammang-Rammang terletak di Kabupaten Maros. Meski demikian, jaraknya tidak terlalu jauh dari Bandara Hasanuddin. Waktu tempuh dari Bandara Hasanuddin ke Rammang-Rammang kurang dari 1 jam, bahkan bisa kurang jika jalan underpass keluar Bandara sudah selesai dibangun. Pembanguan jalan underpass inilah yang menyebabkan kemacetan panjang keluar masuk bandara.

Setelah chek-out dari hotel, kami menaiki bus selama 1,5  jam dari kota Makassar ke Rammang-Rammang. Begitu sampai di dermaga, kita disambut dengan puluhan tukang perahu yang akan mengantarkan kita menyusuri sungai sambil melihat bukit-bukit kapur di kiri kanannya. Sebaiknya anda menyewa topi lebar di dermaga ini, untuk melindungi kepala dari sengatan panas matahari.

15267619_1292461130821909_2803838766486790840_n

Dermaga dengan perahu-perahu yang akan mengantarkan kita menyusuri kawasan Rammang-Rammang.

Setiap perahu hanya boleh diisi enam orang saja. Perahu digerakkan dengan mesin diesel yang berbunyi tek…tek…tek. Ayo, mari kita menyusuri sungai hingga ke hulunya. Air sungainya berwarna hitam bukan karena kotor, tetapi karena pengaruh akar-akar pohon damar yang tumbuh di sepanjang sungai, di kiri dan kanan sungai kita disuguhi pemandangan hutan bakau dan pohon damar. Bukit-bukit kapur seperti Halong Bay di Vietnam berjejer di sepanjang sungai. Nikmati foto-foto berikut ini dulu ya:

15349766_1292461650821857_8450710350866500339_n

15338847_1292461397488549_5647892074677641041_n

15253595_1292461500821872_6426128411538245761_n

15268090_1292461194155236_3707209416789916439_n

Nah, setelah berlayar sekitar dua puluh menit, sampailah kita ke hulu sungai. Perahu berakhir sampai di sini. Kita sekarang berada di sebuah lembah dengan tebing-tebing curam yang berkemiringan 90 derajat. Pemandangan ini mengingatkan saya dengan Lembah Harau di Sumatera Barat. Bedanya, jika tebing-tebing bukit di Lembah Harau tersusun oleh batu granit, maka bukit-bukit di Rammang-Rammang tersusun oleh batu kapur. Turun dari perahu kita mulai berjalan menyusuri lembah. Paduan sawah, tebing, dan kolam mata air menghadirkan pemandangan yang tidak dapat dilupakan, seperti yang saya tunjukkan pada foto-foto di bawah ini.

15349794_1292462024155153_3915821050710698685_n

15220061_1292460494155306_768488408911650182_n

15241429_1292462404155115_5459646258675071128_n

15350634_1292460817488607_2957536006423977487_n

15253627_1292462467488442_3855832975321203810_n

15304638_10211175936298604_7831283344194059172_o

Photo by Arry Akhmad Arman

Bagaimana? Luar biasa ya indahnya Rammang-Rammang. Kalau anda nanti jalan-jalan ke Makassar, jangan lupa sempatkan  waktu ke Rammang-Rammang ini. Sebagai informasi, jika hari hujan atau gerimis maka kawasan ini tidak dapat dilihat karena tertutup kabut. Jadi, pastikan dulu cuaca di Rammang-Rammang cerah.  (HABIS)

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Jalan-Jalan ke Makassar, Samalona, dan Rammang-Rammang (Bagian 2)

  1. Al berkata:

    Foto2nya keren2 Pa, tebing yang dibelakang itu bisa kali ya dijadikan sebagai tempat wisata atau arena panjat tebing kelas dunia, semoga saja 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s