Kasih Ibu Kucing

Kucing adalah hewan kesayangan Rasulullah. Saya suka dengan kucing meskipun tidak memeliharanya di rumah. Suatu hari ketika mengunjungi saudara di Jakarta, saya memperhatikan seekor induk kucing yang selalu dibuntuti anak-anaknya. Kemanapun ia pergi, anak-anaknya yang berjumlah empat ekor selalu mengikutinya. Anak-anak kucing itu sudah agak besar namun mereka belum mau berpisah dengan ibunya. Belum mau mandiri. Induknya pun juga belum menunjukkan tanda-tanda untuk menolak kehadiran  anaknya agar segera hidup mandiri. Sepertinya ikatan jiwanya dengan anaknya masih belum bisa diputus begitu saja.

Ketika anak-anak kucing itu lapar, dia tidak sulit mencari makan, segera saja mereka merunduk ke bagian bawah tubuh ibunya, mencari puting susu ibunya, dan mulailah dia nenen ASI kucing. Ibu kucing itupun merebahkan badannya ke lantai agar anak-anaknya leluasa menyusu.

kucing2

Anak-anak kucing itu sangat menikmati mengisap ASI dari ibunya. Matanya sampai terpejam-pejam. Kadang-kadang kedua kaknya ditekan-tekan ke tubuh ibunya seolah-olah memberi tekanan agar ASI lancar keluar. Ibu kucing pun sangat menikmati ASI-nya diisap oleh anak-anaknya, sampai-sampai dia tertidur di lantai.

Saya amati ada satu ekor anak kucing yang tubuhnya lebih besar dari anak kucing yang lain. Anak kucing yang besar itu berbulu hitam. Kata saudara yang saya kunjungi itu, anak kucing yang berbulu hitam adalah anak dari kehamilan sebelumnya. Jadi anak-anak kucing lain yang berbulu putih adalah adik-adiknya. Meskipun anak kucing berbulu hitam ini sudah besar dan seharusnya sudah mencari jalan hidupnya sendiri, namun dia juga masih ikut-ikutan mengisap ASI ibunya, masih mengikuti ibunya kemanapun dia pergi. Induk kucing itu pun tidak melarang atau mengusir anaknya yang berbulu hitam untuk ikut-ikutan menyusu, yang seharusnya adalah hak adik-adiknya. Bahkan, kata saudara saya itu, anak kucing lain yang bukan anaknya sendiri juga diterima untuk ikut mengisap ASI-nya.

kucing1

Subhanallah. Maha Suci Allah. Maha Besar Dia. Dia tunjukkan pemandangan ini sebagai i’tibar kepada manusia. Bahwa, ibu kucing saja begitu besar cinta kasih kepada anak-anaknya, bahkan kepada anak kucing lain yang bukan anaknya sendiri. Apalagi manusia ya, seharusnya lebih besar lagi kasihnya untuk menyayangi anak-anaknya.

Begitulah pelajaran yang ditunjukkan Tuhan kepada saya siang itu di Jakarta,

Pos ini dipublikasikan di Pengalamanku. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kasih Ibu Kucing

  1. rangtalu berkata:

    Iya ya mas. Kucing saja begitu.
    Tapi banyak kita tidak mau mengambil pelajaran darinya, anak ditelantarkan bahkan dibuang

  2. iklasarobi berkata:

    Apakah kucing yang ada di gambar itu sedang mengikuti program KB?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s