Kalau ke Bandara, Bawalah Makanan Sendiri

Sudah seringkali kita mendengar cerita orang-orang yang “dicekik” harga tak wajar ketika makan di Bandara. Semua orang tahu kalau harga makanan di Bandara tak terkira mahalnya. Mungkin karena pajak atau sewa ruangan di Bandara yang mahal maka pemilik restoran sungguh semena-mena menetapkan harga yang mahal untuk jualannya.

Ini cerita yang saya peroleh dari seorang fesbuker. Di bandara Cengkareng dia melihat seorang bapak dengan istri dan dua orang anak,  yang tampaknya datang dari kampung,  masuk ke sebuah rumah makan semacam “warung tegal” ketimbang masuk ke restoran cepat saji atau waralaba yang populer.  Setelah makan dengan menu masing-masing dan ditambah minuman ringan, betapa kagetnya sang kepala keluarga ketika harus membayar total harga makanan dan minuman sebesar 395 ribu rupiah.  Hampir tidak percaya dia, semacam warung tegal di Bandara menjual makanan dengan harga yang tidak kira-kira mahalnya. Sebagai perbandingan, soto betawi di rumah makan itu harganya seporsi kecil saja sudah 70 ribu rupiah.

Betapa mahalnya, betapa bangsa kita tidak tahu malu mengeruk saku pengunjung dengan harga yang tidak sebanding dengan kualitas dan kuantitas makanan yang dijual. Parahnya lagi, tidak ada daftar harga di dalam menu, baik di meja maupun yang ditempel di dinding sehingga pengunjung yang masuk akhirnya merasa tertipu setelah selesai makan.

Cerita teman saya di Bandara Cengkareng juga tidak jauh beda. Di area parkir mobil pribadi ada sebuah kafe bernama kafe N. Karena sudah lelah dan lapar setelah terbang sekian jam, dia dan temannya makan di kafe itu. Seporsi nasi dan ayam, seporsi nasi dan rawon, serta minuman teh total harganya Rp225.000. Rinciannya, nasi ayam Rp80.000, nasi rawon Rp115.000, dan teh Rp30.000.  Alamak, rawon macam apa yang harganya 115 ribu? Nasi ayam macam mana yang harganya mencapai 80 ribu?

Tidak karu-karuan. Harga makanan di bandara negara kita jauh lebih mahal daripada di bandara Changi atau Kualalumpur. Di Bandara Minangkabau Padang saya juga terkaget-kaget ketika makan soto Padang semangkuk kecil plus nasi di restoran di dalam bandara harganya Rp45.000. Sudahlah rasa sotonya tidak enak, dagingnya seencrit, mahal pula. Bah, kapok saya makan di sana lagi.

Maka, menyikapi harga makanan yang tidak wajar di Bandara, sebaiknya kita membawa makanan sendiri dari rumah atau dari luar bandara. Bersih, sehat, dan murah, serta tidak membuat sakit hati. Saya sendiri selalu begitu, hampir selalu bawa nasi dari rumah. Saya tidak malu makan di ruang tunggu atau di kursi bandara. Ini makanan saya sendiri, kenapa harus malu. Di luar negeri sudah biasa orang menikmati sandwhich-nya atau memakan bekalnya sambil duduk membaca di ruang tunggu bndara. Jika pun terpaksa makan di restoran, pilihlah restoran waralaba yang sudah populer, karena harga makanannya selalu sama di mana saja, baik di bandara maupun di luar bandara.

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan, Gado-gado. Tandai permalink.

6 Balasan ke Kalau ke Bandara, Bawalah Makanan Sendiri

  1. ikhwanalim berkata:

    ada keluarga buka toko di bandara di kinabalu klo gak salah. sewa tahunanya sekitar 70 jutaan. beda sama bandara sepinggan (yg waktu ngobrol) itu hampir 200an klo gak salah.

    obrolan tahun 2012.

  2. @nurulrahma berkata:

    Yang tak kalah penting adalaaaahhhh… HARGA TAKSI BANDARA JUANDA SUNGGUH SANGAT MENCEKIK!

    Perjalanan rumah saya ke bandara dengan Uber hanya habis 30 ribu. Sialnya, dari bandara nggak boleh pesen taxi online.

    Terpaksa saya pakai taksi bandara dengan tarif 120 RIBU!! GUSTIIIII… 4 kali lipat mahalnyoooo *geleng geleng*

  3. Adhie Sherano berkata:

    Pak Dosen, cerita jalan-jalannya informatif dan ringan. Bila berkenan, boleh ga cerita2nya itu dishare di travellous.id berikut link-link dari web ini? Terima kasih.

  4. Tufiddin berkata:

    betul pak. saya lebih suka mampir ke resto semacam *FC karena harganya sudah jelas dan seringkali lebih murah daripada makanan lokal yg tidak tahu harganya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s