Nyaris 100% Anak Sudah Melihat Pornografi

Sebuah berita di harian lokal Bandung pagi itu membuat saya sangat kaget. Berita tersebut menyebutkan hampir 100% anak-anak sudah melihat pornografi. Nyaris 100%, itu berarti termasuk anakmu, anakku, anak kita, (hampir)  semua sudah melihat pornografi. Menyedihkan, kalau tidak bisa dibilang mengerikan. Sebab, pornografi sama bahayanya dengan narkoba. Narkoba menjerumuskan masa depan anak, sedangkan pornografi merusak otak anak yang akhirnya juga merusak masa depan anak (Baca tulisan saya yang lalu: Indonesia Darurat Pornografi).

pornografi

Menurut Maria Advianti dari KPAI yang melakukan riset tentang hal ini, sebagian besar anak melihat pornografi melalui gawai (gadget). Gawai itu dibelikan oleh orangtuanya atau meminjam gawai temannya. Umumnya gawai saat ini berupa smartphone yang dapat mengakses internet. Nah, melalui internet itulah anak-anak melihat pornografi, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, baik sendirian maupun bersama  teman-temannya.

Jadi solusinya bagaimana nih? Mengeluh saja tidak ada gunanya. apakah anak-anak tidak usah diberi atau dibelikan gawai supaya mereka tidak bisa mengakses internet? Ini hampir mustahil, sebab mungkin saja mereka melihat pornografi itu dari gawai milik temannya, atau bahkan dari gawai orangtuanya.

Melarang anak menggunakan dan mengakses teknologi informasi (atau IT)  bukan solusi yang tepat. Cepat atau lambat ia akan menggunakannya juga. Di zaman digital ini hampir musykil memisahkan anak dengan teknologi informasi (komputer, telekomunikasi). Lihatlah, kehidupan kita saat ini sudah dikelilingi teknologi informasi. Teknologi informasi adalah keniscayaan peradaban yang mau tidak mau akan dihadapi seorang anak di dalam hidupnya.

Solusi yang bijak menurut saya adalah mengendalikan, mengawasi, dan mengedukasi. Orangtua perlu mengendalikan penggunaan gawai pada anaknya. Di rumah saya, sebelum anak berstatus siswa SMP, dia belum saya belikan ponsel. Untuk adiknya yang masih SD, penggunaan smartphone (pakai smartphone saya sendiri) hanya boleh dalam waktu tertentu dengan lama terbatas.

Setelah pengendalian, maka selanjutnya adalah mengawasi. Orangtua perlu mendampingi penggunaan smartphone oleh anak. Anak kita jangan dilepas begitu saja menggunakan smartphone. Umumnya anak-anak mengakses internet untuk main game aau nonton video di Youtube. Kalau anak kita mengakses game online, kita perlu memastikan apakah game online tersebut aman untuk anak (tidak mengandung konten kekerasan dan pornografi). Begitu juga video di Youtube yang dia lihat pun perlu dipastikan video yang aman. Tidak apa-apa menjadi cerewet melakukan cek dan ricek ini, kalau bukan kita yang melakukannya, lalu siapa lagi?

Last but not least, yang paling penting dari semua aksi itu adalah melakukan edukasi. Anak kita tidak 24 jam ada bersama kita di rumah. Dia berinteraksi dengan teman-temannya di luar rumah (sekolah, tetangga). Justru penularan pornografi itu lebih banyak dari interkasi dengan  orang lain. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua membekali dan membentengi anaknya dari pengaruh negatif yang berasal dari lingkungan luar. Kuncinya adalah edukasi atau pendidikan. Anak kita perlu diedukasi dan diberitahu bahaya konten kekerasan dan pornografi. Anak kita perlu diajarkan nilai-nilai yag baik, apa yang boleh dan tidak boleh, mengapa boleh dan mengapa tidak boleh. Termasuk dalam hal ini adalah penanaman nilai-nilai agama. Jadi, jika dia berada di luar rumah dan tidak dalam kendali kita sebagai orangtuanya, maka harapan terakhir penahan pornografi adalah dari nilai-nilai edukasi yang kita tanamkan itu. Duh, Sulitnya Menjadi Orangtua Zaman Sekarang (Tentang Pornografi pada Anak dan Remaja). Kalau tidak berhasil juga, bablaslah kita, gagal mendidik anak!

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Nyaris 100% Anak Sudah Melihat Pornografi

  1. Loki berkata:

    Saya sudah baca, pak..

  2. Bayu berkata:

    Semua hal ada sisi baik dan buruknya, seperti pisau, bisa untuk memasak maupun untuk membunuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s