Bersikap Istiqamah itu Jauh lebih Sulit

Beberapa hari ini media daring ramai memberitakan artis Indonesia yang melepas hijab (jilbabnya) setelah dua tahun memakainya. Tanggapan dan komentar pun datang silih berganti. Kalau yang melakukannya orang biasa, mungkin tidak ada orang peduli, tetapi karena yang melepas hijab adalah tokoh publik, maka resiko sebagai public figure ya begitu, setiap tindak tanduknya harus siap dinilai, dikritisi, atau dikomentari.

Sebenarnya ini berita basi, sebab sudah biasa dan sering terjadi artis yang melepas jilbabnya setelah cukup lama memakainya. Sebagai orang awam, bukan hak kita untuk menghakimi mereka. Biar itu urusannya dengan Tuhan saja. Apakah mereka mempermainkan agama atau bukan, saya kurang tahu.

Setidaknya peristiwa semacam di atas memberi hikmah bagi kita.  Tiap orang ingin menjadi lebih baik dari hari kemarin. Pada kasus di atas, bagi perempuan muslimah, keputusan memakai busana muslimah dengan menutup aurat (mengenakan hijab) adalah sebuah hijrah untuk lebih mengamalkan ajaran agama menjadi lebih baik lagi.

Nah, untuk berubah menjadi orang yang lebih baik tidaklah sulit. Tetapi yang jauh lebih sulit adalah adalah bersikap istiqamah atau konsisten untuk mempertahankannya. Saya sendiri mengalami hal yang sama, misalnya ingin terus melaksanakan shalat tahajud, tetapi hanya konsisten di awal-awal, setelah itu jarang. Ingin bersedekah, meskipun sedikit, setiap hari, tetapi sekarang sering lalai. Ampuni Hamba-Mu ini ya Allah, tidak bisa istiqamah.

Nah, apa yang dialami oleh para artis yang buka tutup hijab saya duga mungkin juga begitu. Mereka ingin berubah lebih baik, ingin menjalankan agama lebih kaffah, tetapi tidak dapat mempertahankannya untuk waktu yang seterusnya. Godaan di luar sana, masalah di dalam diri sendiri, dan lain-lain yang saya tidak tahu, membuat keistiqamahan itu luntur dalam perjalanan waktu.

Menurut saya, sungguh berbahagialah orang yang selalu istiqamah, orang yang selalu konsisten dengan pilihan hidupnya atau dengan keputusan yang dia ambil, meskipun banyak orang mengecam atau mencemoohnya. Dia tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang, dia hanya berkeyakinan bahwa apa yang dia lakukan adalah benar.

Pos ini dipublikasikan di Renunganku. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s