Perihal Pemerintah Akan Menarik Zakat Gaji PNS

Menteri Agama baru-baru ini melontarkan wacana untuk mengeluarkan Peraturan Presiden tentang penarikan zakat 2,5 gaji ASN muslim. Dengan Perpres tersebut nanti zakat sebesar 2,5% langsung dipotong dari gaji ASN (Aparatur Sipil negara), termasuk PNS setiap bulan. Pemotongan zakat dari gaji bulanan tidak wajib, tetapi bersifat sukarela saja. Maksudnya, hanya bagi ASN yang bersedia saja dipotong zakat 2.5% dari gajinya, sementara bagi ASN tidak bersedia tidak akan dipotong. Kata Menag, zakat yang akan terkumpul dari gaji ASN jumlahnya mencapai triliunan.

Pemotongan zakat 2,5% dari gaji PNS bukan hal yang baru, beberapa pemerintah daerah sudah lebih dulu melaksanakannya (Baca:  Lazimkah Zakat dari Pemotongan Gaji ASN/PNS?). Penyaluran zakat adalah untuk kemaslahatan umat juga, yaitu untuk pengentasan kemiskinan.

Rencana Pemerintah tersebut tentu menimbulkan pro dan kontra. Saya pribadi tidak keberatan dipotong gaji untuk zakat. Zakat adalah kewajiban agama bagi orang yang mampu. Selama ini saya membayar zakat pada akhir tahun, yaitu dari semua sisa uang penghasilan yang saya tabung, lalu dikeluarkan zakat mal sebesar 2,5%.  Meskipun tidak mengeluarkan zakat setiap bulan dari gaji, tetapi saya selalu mengeluarkan dan infaq sedekah hampir setiap bulan kepada anak yatim dan fakir miskin, yang jumlahnya kalau ditotal seringkali lebih besar dari 2,5%.

Barangkali yang dimaksud oleh Menteri Agama zakat 2,5% dari gaji bulanan adalah zakat profesi atau zakat penghasilan. Zakat profesi adalah ijtihad para ulama, karena pada masa Nabi Muhammad istilah zakat profesi itu tidak ada.  Jenis-jenis zakat di dalam Islam adalah zakat fitrah dan zakat mal. Zakat mal terdiri dari  zakat hasil pertanian/hasil bumi, zakat binatang ternak, zakat barang galian, zakat harta karun.  Setahu saya istilah zakat profesi baru muncul sekitar tahun 90-an bersamaan dengan banyaknya tumbuh lembaga amil zakat di tanah air.

Menurut yang saya baca, perhitungan zakat profesi ini ada dua pendekatan. Pertama, langsung dipotong 2,5% dari gaji kotor apabila nilainya sudah mencapai nisab. Kedua, dari gaji tersebut dikeluarkan dulu biaya operasional yang bersangkutan, seperti biaya untuk konsumsi, transportasi, biaya anak sekolah, dan sebagainya, barulah dari sisanya jika mencapai satu nisab dikeluarkan zakat 2,5%. Sebagai patokan, yang digunakan adalah nisab emas. Nisab emas adalah 90 gram. Jadi, jika memiliki uang gaji setara lebih dari 90 gram emas, atau setelah dikeluarkan seluruh biaya operasional masih bersisa  lebihd ari satu bisab, maka dikelaurkan zakatnya 2,5%.

Saya sendiri agak kurang sepakat dengan istilah zakat profesi, sebab menurut pemahaman saya, CMIIW, zakat itu dikeluarkan jika sudah mencapai satu nisab dan sudah semasa putaran satu tahun (haul). Kalau gaji bulanan memang mungkin bisa mencapai satu nisab, tetapi belum mencapai masa satu tahun. Maka, sebagai gantinya, saya mengeluarkan sedekah atau infaq saja setiap bulan dari penghasilan yang saya terima. Barulah setelah mencapai satu tahun (biasanya pada akhir tahun) saya hitung semua simpanan uang saya di dalam tabungan, dan dari simpanan tersebut dikeluarkan zakat 2,5%.

Ada juga suara-suara yang mengaitkan pemotongan zakat ini dengan pajak. Jika setiap ASN muslim dipotong gajinya untuk zakat, maka sudah selayaknya bukti zakat dijadikan sebagai bukti pembayaran pajak dan bukan pengurang pajak sebagaimana yang berlaku sekarang (Baca:  Zakat Gaji ASN, Lalu Bagaimana dengan Status Pajaknya?).  Selain itu umat juga mempertanyakan siapa yang mengelola zakat ini,  lalu untuk apa digunakan, dan sebagainya, karena ada kekhawatiran umat zakat yang terkumpul triliunan rupiah menjadi sumber korupsi baru.

Apapun itu, saya setuju dengan zakat. Harta perlu disucikan, caranya dengan mengeluarkan sebagian harta kita untuk kaum papa. Sesungguhnya di dalam harta yang kita peroleh ada hak untuk orang miskin dan fisabilillah. Yang paling penting adalah jangan sampai ada kesan Pemerintah kita begitu cepat memanfaatkan umat kalau sudah menyangkut soal duit (ingat wacana menggunakan dana simpanan haji untuk pembangunan infrastruktur, dan sekarang zakat), tetapi di sisi lain measih melakukan praktek-praktek yang melukai hati umat (ingat kasus penangkapan ulama).

Pos ini dipublikasikan di Agama. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Perihal Pemerintah Akan Menarik Zakat Gaji PNS

  1. Michael berkata:

    “Pemerintah kita begitu cepat memanfaatkan umat kalau sudah menyangkut soal duit (ingat wacana menggunakan dana simpanan haji untuk pembangunan infrastruktur, dan sekarang zakat)”

    Betul. Kalau memalak rakyat, pemerintah sangat cepat sekali. Tapi kalau mensejahterakan rakyat, tiba-tiba pemerintah jadi lupa ingatan.

    Zakat adalah urusan pribadi saya dengan Allah, selama ini selain zakat, saya juga sering menambahkan dengan infaq shodaqoh kepada yang membutuhkan.

    Pemerintah, apalagi pemerintahan korup seperti ini, TIDAK BERHAK mencampuri urusan saya dengan Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.