Prodi-Prodi (Program Studi) Baru di ITB

FYI, di ITB sekarang banyak Program Studi baru atau relatif baru (S1) yang mungkin tidak banyak diketahui oleh umum. Prodi-Prodi baru itu sebagian merupakan pengembangan dari Prodi yang sudah mapan (mainstream), sebagian lagi memang baru sama sekali. Sebagian besar Prodi baru itu berkuliah di kampus ITB Jatinangor. Semoga info ini bermanfat buat anak/cucu/teman/saudara/keponakan yang mungkin hanya tahu Prodi-prodi klasik seperti Sipil, Mesin, Elektro, Arsitektur, Tambang, Kimia, dll.

Prodi-Prodi baru tersebut adalah (keterangan: seluruh teks diambil dari web Program Studi tersebut):

A. Di bawah Fakultas Tenologi Industri (FTI)

1. Program Studi Teknik Bio Energi dan Kemurgi
Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi merupakan program studi engineering yang serumpun dengan program studi Teknik Kimia. Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi hendak dikembangkan untuk ikut serta dalam menanggulangi isu – isu nasional dan mempersiapkan bangsa menghadapi persaingan global. Tenaga ahli yang dihasilkan diharapkan tidak hanya berkompetensi dalam bidang teknologi, tetapi juga mampu untuk melakukan inovasi dalam pembaruan sistem pasca panen yang berdaya saing global dan mengikuti perkembangan keilmuan di dunia internasional.

Program studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi ITB memiliki tujuan untuk menghasilkan sumber daya insani yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan di bidang pengolahan Teknologi Bioenergi dan Kemurgi sehingga dapat menformulasikan masalah-masalah yang berhubungan dengan pemrosesan dan pengolahan bahan nabati menjadi bahan non-pangan pada skala industri, menemukan solusi permasalahan di bidang terkait, sehingga mewujudkan Indonesia menuju sistem Bio-Based Economy.

2. Program Studi Teknik Pangan
Program Studi (prodi) Teknik Pangan ITB merupakan program studi engineering yang serumpun dengan program studi Teknik Kimia ITB. Di mulai pada tahun 2003 sebagai sub prodi Teknologi Pangan pada prodi Teknik Kimia ITB, kini Program Studi Teknik
Pangan ITB hendak dikembangkan untuk ikut serta dalam menanggulangi isu – isu nasional bio-based economy dan mempersiapkan bangsa menghadapi persaingan global. Tenaga ahli yang dihasilkan diharapkan tidak hanya berkompetensi dalam bidang teknologi, tetapi juga mampu untuk melakukan inovasi dalam pembaruan sistem pasca panen yang berdaya saing global dan mengikuti perkembangan keilmuan di dunia internasional.

Program studi Teknik Pangan ITB memiliki tujuan untuk menghasilkan sumber daya insani yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan di bidang teknologi pengolahan pangan, sehingga dapat memformulasikan masalah-masalah yang berhubungan dengan pemrosesan dan pengolahan pangan pada skala industri serta menemukan solusinya, dapat menciptakan inovasi-inovasi di bidang industri proses pasca panen produk pertanian, khususnya pangan tandingan khas Indonesia, dan dapat mewujudkan Indonesia menuju sistem Bio-Base Economy yakni ekonomi yang berbasis bahan hayati yang baru dan terbarukan.

B. Di bawah Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)

1. Program Studi Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air
Pengertian Sumber Daya Air (SDA) diberikan oleh UU No. 7 Tahun 2004 yaitu “air, sumber air, dan daya air yang terkandung di dalamnya”, dimana air di sini adalah “semua air yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini air pemukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat”. Bidang Sumber Daya Air adalah bidang yang multidisiplin, untuk itu Body of Knowledge (BoK) Program Studi Sarjana Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (TPSDA) harus mengakomodasi berbagai disiplin ilmu yang diperlukan dalam mengelola dan rekayasa sumber daya air, antara lain meliputi:

  • Rekayasa
  • System informasi, ekonomi dan manajemen
  • Sumberdaya Air dan Ekosistem
  • Masyarakat dan Budaya
  • Integrated Water Resources Management (IWRM)

Program Studi Sarjana Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (TPSDA) dikembangkan untuk dapat menjadi energi positif pada penanganan permasalahan keairan yang semakin lama semakin penting. Isu-su strategis yang terkait dengan permasalahan nasional dalam bidang keairan antara lain: ketahanan pangan, permasalahan banjir, sea water level (rob), kekeringan, degradasi lingkungan sungai dan danau, perubahan iklim, penurunan muka air tanah dan intrusi air laut, lahan kritis, dan pemanfaatan energi terbarukan. Selain isu strategis, ada juga isu-isu yang terkait dengan pengelolaan SDA yang berupa partisipasi masyarakat, koordinasi perencanaan dan pembangunan, sifat multidisiplin-antar sektor, peran otonomi daerah, pengelolaan wilayah administrasi dan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Program studi ini memiliki empat tujuan yang ingin dicapai, yaitu:

  • Menjadikan wahana pendidikan tinggi yang berkelanjutan dalam mewujudkan sarjana teknik dalam bidang Sumber Daya Air dalam era globalisasi, otonomi daerah, dan privatisasi/ korporasi serta tanggap dengan partisipatif masyarakat luas.
  • Menjadikan wahana bagi pendidikan tinggi yang berkelanjutan dalam mewujudkan manusia yang berkarakter pribadi yang mandiri, mulia, disiplin dan tangguh serta berempati dan turut berpasipasi aktif dalam menyelesaikan permasalahan manusia dan kelestarian alam Indonesia dan permasalahan dunia pada umumnya.
  • Menghasilkan lulusan sarjana teknik dengan kemampuan dasar meneliti dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan dan ingin dicapai yaitu pada kemampuan dan pemahaman perancangan sarana dan prasarana bidang Sumber Daya Air.
  • Menghasilkan lulusan sarjana teknik di bidang Sumber Daya Air untuk memenuhi kebutuhan bangsa, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga profesional dalam bidang Sumber Daya Air.

2. Program Studi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan
Outcome keprofesian Teknik Lingkungan (termasuk di dalamnya Rekayasa Infrastruktur Lingkungan) dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  • Kategori outcome fundamental: terkait dengan mata-ajar matematika, ilmu-ilmu alam, kemanusiaan, dan ilmu-ilmu sosial.
  • Kategori outcome teknis: terkait dengan mata-ajar ilmu bahan, mekanika, ekperimen, pengenalan masalah dan pemecahannya, desain, perspektif isu kontemporer, risiko dan ketidakpastian, proyek manajemen, area terkait dengan bidang environmental engineering.
  • Kategori outcome profesional: terkait dengan mata-ajar komunikasi, kebijakan public, business-public administration, globalisasi, kepemimpinan, kerjasama, perilaku, life long learning, profesional dan tangung jawab etika.

Program studi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan (RIL) diharapkan mampu menjawab kebutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini akan sumber daya manusia di bidang air bersih dan sanitasi. Program studi ini adalah sebagai sebuah disiplin ilmu teknik yang lebih banyak bergerak dalam:

  • Penyediaan air bersih yang baik dan layak bagi kebutuhan aktivitas manusia ditinjau dari sudut kualitas, kuantitas maupun kontinuitas.
  • Upaya pengendalian pencemaran akibat limbah cair dan padat hasil aktivitas manusia
  • Penyaluran limbah dan buangan yang terjadi, termasuk air hujan dan buangan padat (sampah), agar tidak mengganggu lingkungan, serta agar dapat tertangani secara baik.
  • Kontrol terhadap kemungkinan penyebaran penyakit dan pengelolaan kesehatan lingkungan terutama terkait sanitasi lingkungan.
  • Kemampuan dasar seorang Engineer pada umumnya, antara lain penggunaan bahasa asing, penyusunan naskah atau dokumen teknis, penguasan IT dan aplikasi yang mendukung kompetensi secara spesifik.

C. Di bawah Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
1. Program Studi Kewirausahaan
A comprehensive curriculum which includes studying, putting into practice and developing the science of the cycle of building a business enterprise,beginning with the identification of opportunities, devising creative concepts, planning the enterprise, and establishing it in its initial stages right up to the point of building upon innovative ideas having calculated the relevant risks.

Aim

To produce Graduates in Entrepreneurship who are able to apply their skills and knowledge to recognize and grasp business opportunities, and create and develop enterprises after assessing the business risks involved. Graduates are expected to be able to plan business models and procedures, which abide by ethical protocols in accordance with principles of business practice of universally acknowledged excellence and industrial standards of the highest quality.

Graduate Profile

  • Fledgling Entrepreneur
  • Business Planner
  • Business Developer
  • Business Consultant and Adviser

D. Di bawah Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)

1. Program Studi Rekayasa Hayati
Bio-engineering merupakan interdisiplin Ilmu Kehayatan (Bio-sciences) dan Teknik (Engineering)yang diaplikasikan dalam perekayasaan berbasis bio-sistem untuk meningkatkan efisiensi fungsi dan manfaat biosistem.

Perekayasaan biosistem disini mencakup pengertian, seperti perekayasaan proses biologis, pengoperasian agen hayati terekayasa, pembuatan peralatan baru berbasis biosistem atau teknologi untuk pengembangan biomaterial. Bio-engineering dapat diaplikasikan dalam perekayasaan sistem produksi untuk pengembangan industri.

Perlunya Bio-engineers

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang pesat selama beberapa dekade terakhir ini, dalam bidang pertanian, kesehatan, industri obat-obatan, makanan – pakan, menuntut pengembangan tahap hilir untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas agen hayati  dalam skala industri. Untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan penguasaan ilmu teknik yang terkait terutama dalam perancangan sistem produksi massal, perhitungan struktur, mekanisasi, labor/SDM dan teknologi proses hilir.

Karena itu, diperlukan Sarjana Bio-engineering (Bio-engineers) dengan kompetensi khusus dalam perekayasaan berbasis biosistem. Bio-engineers sangat dibutuhkan dalam perancangan sistem dan produksi massal dari biomaterial dan bioproduk, seperti misalnya enzim, therapeutic proteins, senyawa bioaktif, bioenergi, biomembran atau biodegradable plastics.

Tujuan Program Studi:

  • Memberikan pemahaman dasar-dasar pengetahuan teknik dan ilmu kehayatan, serta pengaplikasian teknologi dalam perekayasaan sistem produksi berbasis produk tumbuhan,
  • Mendidik mahasiswa agar mampu mendesain  sistem produksi dimana agen hayati tropika,    terutama tumbuhan merupakan komponen utama dalam pengembangan industri bioproduk,
  • Mendidik mahasiswa agar mampu meningkatkan efisiensi sistem produksi dengan memahami bahwa tumbuhan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam industri bioproduk,
  • Mendidik mahasiswa agar mampu mendesain  sistem produksi, menguji dan mengoperasikan hasil perekayasaan sistem produksi dalam industri produk nabati,
  • Mendidik mahasiswa dan melatih kemampuannya dalam system, quantitative, creative, dan critical thinking,
  • Mempersiapkan mahasiswa agar mampu menyesuaikan diri terhadap perkembangan IPTEK dan masyarakat.

2. Program Studi Rekayasa Pertanian
Program Sarjana Rekayasa Pertanian SITH merupakan program pendidikan interdisipliner untuk menghasilkan professional agriculture engineers yang mampu menjawab tantangan masalah terkini di bidang pertanian. Untuk mendukung hal tersebut, disusun tujuan pendidikan Program Sarjana Rekayasa Pertanian untuk menghasilkan profesional yang:

  • handal dan tangguh untuk mengembangkan sumber daya hayati yang berkelanjutan (dengan Jawa barat sebagai model) demi memenuhi swasembada kebutuhan pokok dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat dan Indonesia umumnya; dan
  • mampu merancang sistem produksi biomassa pertanian yang efisien secara biologis dan ekonomis pada berbagai kondisi lahan dan iklim.

3. Program Studi Rekayasa Kehutanan
Program Sarjana Rekayasa Kehutanan SITH merupakan program pendidikan interdisipliner untuk menghasilkan professional forest engineers yang mampu menjawab tantangan masalah kehutanan terkini. Untuk mendukung hal tersebut, disusun tujuan pendidikan Program Sarjana Rekayasa Kehutanan sebagai berikut.

  • Menghasilkan lulusan handal, tangguh dan kompeten dalam menghadapi tantangan bidang kehutanan.
  • Mendidik dan melatih kemampuan aplikatif dalam merekayasa ekosistem untuk tujuan melindungi, memanipulasi, membangun dan mengelola hutan secara berkelanjutan berikut produk dan jasa yang terkandung di dalamnya.

4. Program Studi Sarjana Teknologi Pasca Panen

Program Sarjana Teknologi Pasca Panen SITH merupakan program pendidikan interdisipliner untuk menghasilkan professional post-harvest engineers yang mampu menjawab tantangan masalah terkini di bagian hilir bioindustri agro-silvo-fishery. Untuk mendukung hal tersebut, disusun tujuan pendidikan Program Sarjana Teknologi Pasca Panen adalah untuk menghasilkan lulusan yang:

  • menguasai sains dan rekayasa sistem terpadu dan terapan di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan;
  • mampu membangun prosedur yang berkelanjutan dalam memperpanjang shelf-life (umur simpan, dan masa pakai) bioproduk berdasarkan pemahaman sains dan rekayasa;
  • mampu mempertahankan dan membuat nilai tambah dalam kualitas (daya guna/gizi, penampilan, dan ergonomic (bentuk, maupun rasa) dan kuantitas bioproduk;
  • menguasai teknologi informasi untuk memahami  distribusi dan jejaring pasar;
  • memiliki kemampuan merancang suatu sistem penanganan pasca panen terpadu.

E. Di bawah Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
Program Studi Teknik Biomedis
Biomedical Engineering is a multi/trans-disciplinary engineering approach aiming to bridge the traditional disciplines of engineering, biology, and medicine. Engineering approach has played an increasing role in the advances of life science and healthcare. Future breakthroughs on these fields are expected to be more and more technology-driven. Biomedical engineering expertise undoubtedly becomes the critical component of such advances, since best engineering practice in this particular setting demands comprehensive understanding of the biological and medical aspects. It essentially applies well-known principles in engineering and physical sciences to study and solve problems in biology and medicine. SEEI ITB foresees the increasing relevancy of educating future engineers with strong affinity to biology and medicine; hence a specialized program in Biomedical Engineering within SEEI is established.

The Biomedical Engineering Program at SEEI ITB is made up of faculty members who are well respected in their areas of research and education. They engage in research activities encompassing a wide range of areas such as electronics and instrumentation, signal processing, computer networks, intelligent system and robotics, machine vision, and biomedical system modeling. The multi/trans-disciplinary nature of the program is demonstrated through the active participation of different faculty and schools at ITB; among others the School of Life Science and Technology, School of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, and the Faculty of Industrial Technology.

 

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

5 Balasan ke Prodi-Prodi (Program Studi) Baru di ITB

  1. ecanblue berkata:

    Pak, apakah kalau S2 nya teknik ITB dari non informatika bisa melanjutkan S3 ke informatika ITB?
    Terima kasih

  2. Apakah kalau mau masuk s2 ITB syaratnya harus bersih dari Dropout ?

  3. terima kasih….
    saya masih belum kuliah, SBMPTN tahun kemarin tdk diterima di ITB dan saat itu tahun ketiga alias kesempatan terakhir saya untuk masuk ITB. Semoga saja s2nya bisa di ITB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.