Jalan-jalan ke Pulau Bangka (Bagian 3 – Tamat)

Pulau Bangka memiliki pantai yang indah dan menawan, tidak kalah dengan pantai di Pulau Bali. Pantainya landai dan berpasir putih. Yang menarik adalah hamparan batu-batu granit di sepanjang garis pantai seperti halnya pantai-pantai di Pulau Belitung. Batu-batu granit yang berukuran besar itu muncul ke permukaan bumi akibat tekanan dari dalam bumi (endogen) jutaan tahun yang lalu.

Pantai pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Tikus Emas. Pantai ini tidak jauh dari Puri Tri Agung yang kami kunjungi tadi. Nama tikus pada pantainya bukan berarti banyak tikus di sana, tetapi pantai ini dijadikan jalur tikus bagi penambang ilegal untuk menjual timah ke Singapura melalui jalur laut. Pantai Tikus menghadap ke sebelah timur Pulau Bangka dan dekat dengan Pulau Batam dan Singapura. Pulau Bangka adalah pulau penghasil timah yang berkualitas bagus. Secara resmi penambangan timah dilakukan oleh BNUMN PT Timah, tetapi sejak era reformasi masyarakat pun menambang timah secara sendiri atau berkelompok. Timah itu dijual ke pengepul atau dijual secara ilegak ke negara tetangga, Singapura. Mereka mengangkut timah ilegal melalui Pantai Tikus ini. Pantai Tikus Emas adalah bagian dari Pantai Tikus yang dikelola oleh pihak swasta dan untuk masuk ke sana kita harus membayar, namun fasilitas bermain dan pantainya yang landai serta rimbun dengan pohon cemara cocok untuk berkumpul atau sekedar jalan-jalan di pantai.

Pintu masuk ke Pantai Tikus Emas

Pantai Tikus Emas

Batu-batu granit berukuran besar di Pantai Tikus Emas

Tikus emas yang menjadi maskot pantai ini

Rimbunan pohon cemara di sepanjang pantai. Pasir pantainya bwrsih dan halus. Tempat ini cocok untuk berkemah sambil menikmati ombak di laut

Setelah menikmati Pantai Tikus Emas, tempat selanjutnya yang dikunjungi adalah Pantai Tongaci atau Pantai Kuala, masih di seputaran Sungailiat. Pantai ini dikelola oleh pengusaha bernama Tong Aci. Di pintu masuk pantai kita disambut deretan toko-toko suvenir, patung-patung binatang, batu-batu granit, dan sejumlah dekorasi lainnya. Ada juga replika patung tentra Teerracotta yang ditemukan di Tiongkok (peninggalan abad 1 M) di pantai ini.

Pintu masuk Pantai Tongaci

Asesori kereta api di Pantai Tongaci

Pantai Tongaci

Patung Tentara Terracotta di Pantai Tongaci

Tentara Terracotta

Di Pantai Tongaci juga terdapat tempat penangkaran penyu. Telur-telur penyu ditetaskan di sini, lalu anak-anak penyu (tukik) dibesarkan sebelum dilepas ke lautan bebas.

Penangkaran penyu

Pantai terakhir yang kami kunjungi adalah Pantai Parai. Jika di pantai sebelumnya tidak terdapat hotel dan penginapan, maka di Pantai Parai terdapat resort yang berisi cottage-cottage dalam jumlah banyak, cocok jika membawa keluarga.

Berfoto bersama peserta KNSI 2018 di Pantai Parai

Batu-batu granit

Batu-batu granit di sepanjang Pantai Parai

Demikianlah sekelumit cerita mengunjungi sejumlah pantai di Paulau Bangka. Negara kita memiliki banyak pantai yang indah. Semoga ada kesempatan melihat pantai-pantai lain yang belum dikunjungi di Pulau Bangka, misalnya Pantai Tanjung Pesona, Pantai Belinyu, dan lain-lain. (TAMAT)

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.