Miras Oplosan Berujung Maut

Sebuah berita mengenaskan datang dari daerah Cicalengka Bandung. Puluhan anak muda tewas setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan. Jumlahnya kemungkinan akan terus bertambah karena peminum yang dibawa ke rumah sakit Cicalengka banyak sekali.  Hingga saat ini jumlah korban yang tewas mencapai 63 orang.

Astaghfirullah, 63 orang? Ini jumlah korban terbesar yang pernah ada di Bandung. Sungguh miris dan sangat prihatin sekali kita mendengarnya, mereka seakan tidak pernah belajar dari kasus yang sama sebelumnya. Sudah sangat sering terjadi banyak anak muda mati secara sia-sia setelah minum miras oplosan. Segala macam cairan dioplos ke dalam larutan alkohol: obat nyamuk autan, spritus, pemutih baju, pembersih lantai, ginseng, dll. Mereka seperti tidak paham ilmu kimia, sebab cairan yang dioplos itu sebenarnya adalah racun bagi tubuh.

Dalam sebuah acara di sebuah televisi, dokter spesialis penyakit jantung menjelaskan efek yang timbul dari minum miras, termasuk miras oplosan. Alkohol di dalam miras dapat mengganggu sistem syaraf. Miras oplosan memiliki kadar alkohol yang sangat tinggi, ini sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Setelah miras oplosan masuk ke dalam tubuh, ia akan merusak sistem syaraf. Kerusakan sistem syaraf menimbulkan efek selanjutnya pada paru-paru, jantung, dan sistem pencernaaan. Dada menjadi sesak, lambung bereaksi sehingga muntah-muntah, dan yang paling fatal adalah gangguan syaraf membuat denyut jantung berhenti sehingga akhirnya adalah kematian.

Mengapa para anak muda itu mau meminum miras oplosan? Pertama, harganya  murah dibandingkan miras yang asli.  Kebanyakan peminum miras oplosan berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Mereka tidak mampu membeli miras resmi yang harganya mahal. Mereka meracik sendiri miras oplosan atau dibeli dari pengecer yang menjual miras ilegal dalam ukuran liter dengan harga yang jauh lebih murah dari miras biasa. Satu atau dua liter miras oplosan cukup untuk minum hingga sepuluh orang.

Kedua, untuk mendapatkan sensasi yang berbeda, karena pencampuran bermacam-macam cairan ke dalam alkohol secara coba-coba mungkin menimbulkan efek kehangatan yang berbeda dari miras biasa. Ketiga, ingin happy-happy berkumpul dengan teman-teman, mka sebagai solidaritas pertemanan  mereka minum miras oplosan bersama-sama. Sayangnya mereka tidak menyadari bahayanya minum oplosan tersebut. Kesenangan sebentar berujung petaka: mereka tidur selama-lamanya dan tidak bangun-bangun lagi.

Kita menyayangkan anak-anak muda itu mati secara sia-sia karena miras. Ketidaktahuan mereka tentang bahaya minuman keras berujung fatal. Agama Islam sudah sangat jelas mengharamkan khamar (miras termasuk ke dalam khamar), tetapi sebagain ummatnya tetap saja tidak mempedulikan larangan meminum khamar.

Oh anak muda, kau ingin menjadi pemabuk, tetapi yang kau dapatkan adalah pemabuk murahan, dan nyawa taruhannya.

Pos ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

2 Balasan ke Miras Oplosan Berujung Maut

  1. 1111 berkata:

    nyawa taruhannya
    Kesehatan. Kematian tidak bisa dipercepat ataupun ditunda. Yang meninggal sudah ditakdirkan meninggal pada saat itu. Tidak ada hubungannya dengan minum miras.

    • Raykhamna berkata:

      Sebelumnya, assalamuaikum Pak Rinaldi, entah mengapa ini pertama kalinya saya menjatuhkan komentar di blog Bapak padahal sudah sejak lama saya menjadi pembaca blog sekaligus buku diktat perkuliahan karya Bapak dari usia 16 tahun ketika awal masuk kuliah di informatika, mulai algoritma dan pemrograman pascal dan c cetakan pertama hingga matematika diskrit. Mohon izin untuk menanggapi komentar Saudara 2^3, menurut saya, takdir yang tertulis bisa dimodifikasi tergantung dari manusianya. Ingin melakukan hal yg melalaikan atau tidak. Manusia dibekali otak oleh YME utk berpikir apakah hal tersebut benar atau tidak, so just spread the positive vibes 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.