Bapak Penjual Mainan Baling-Baling Angin

+ Berapa harganya satu pak?
– Sepuluh ribu, cep
+ Saya beli satu ya pak

Uang dan mainan baling-baling dari plastik itu pun berpindah tangan.

Saya sering melihat bapak tua ini berjalan kaki di Jalan Bengawan menenteng kardus yang berisi mainan baling-baling. Setiap hari saya memang melewati jalan ini ketika pergi ke kampus ITB dari rumah, karena di kiri kanan jalan banyak pepohonan, udaranya sejuk, dan tidak terlalu macet dibandingkan jika melewati Jalan Supratman. Beberapa kali saya berpapasan dengan dia. Akhirnya, pada papasan ketiga kalinya saya menghentikan laju sepeda motor saya lalu menunggu dia lewat. Saya ingin membeli mainannya itu.

Baling-baling angin. Ini mainan kanak-kanak, baling-baling yang dapat berputar ketika ditiup angin. Mainan saya waktu kecil dulu. Bedanya dulu baling-baling terbuat dari kertas, kalau yang ini dari plastik berwarna-warni. Batangnya terbuat dari bambu. Bapak saya dulu membelikan mainan ini, lalu saya berlari-lari membawa baling-baling itu. Hei lihat, baling-balingnya berputar. Semakin kencang angin, semakin kencang putarannya.

Tetapi, pada zaman sekarang, ketika mainan serba  elektonik dan anak-anak sudah candu main game di gawai, masih adakah anak-anak di perkotaan yang suka dengan mainan baling-baling angin?  Saya pun tidak punya anak balita lagi, tetapi saya beli saja agar dagangannya laku.

Saya pasang baling-baling itu di bagian depan motor, sehingga baling-baling ini akan berputar ditiup angin bersamaan lajunya motor. Hidup itu laksana baling-baling angin,   terus berputar.

Semoga barokah pak dagangannya. Saya pun melanjutkan perjalanan, meninggalkannya yang terus menyusuri Jalan Bengawan.

Pos ini dipublikasikan di Romantika kehidupan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Bapak Penjual Mainan Baling-Baling Angin

  1. mardianis berkata:

    weduh pak rinaldi kok sepertinya jaman kita sama ya ..itu lah perkembangan zaman ya kita dg hal yg sederhana sudah bahagia . dan sangat menghargai kalau dibelikan sama orang tua. namun di jaman anak kita, dibelikan apa sj dari yg murah sampai yg mahal biasa sj, reaksi mereka. apa karna mereka mendapat disaat menginginkan kali ya. kalo kita udah kepingin bangat baru dapat.
    sy ingat sampai menangis minta dibelikan tas presiden waktu Sd. setelah dapat bahagia skali.

Tinggalkan Balasan ke mardianis Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.