Berkunjung ke Kota Kupang

Beberapa waktu yang lalu saya menginjakkan kaki pertama kali di Tanah Timor, tepatnya di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).  Saya berkunjung ke kota Kupang dalam rangka memantau kemajuan hasil penelitian rekan dosen di Politeknik Negeri Kupang. Hibah penelitan ini berasal dari Kemenristekdikti dengan skema PKPT (Penelitian Kerjasama Perguruan Tinggi) dengan ITB sebagai mitranya.

Tidak ada penerbangan langsung dari Bandung ke Kupang, jadi saya menggunakan penerbangan transit. Dari Bandung saya transit di Denpasar dengan Garuda, lalu dari Denpasar terbang dengan maskapai yang sama ke Kupang.  Saya tiba di Bandara El Tari  Kupang pukul 21.30 malam. Rekan saya dosen dari Poltek Kupang, Daniel Bataona,  menjemput di Bandara.

Bandara El Tari Kupang. Ikon alat musik Sasando terlihat di atas nama bandara

Kota Kupang terletak di Pulau Timor dan menjadi ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).  Propinsi NTT adalah propinsi kepulauan yang mencakup ratusan pulau. Pulau utama adalah Pulau Timor, Pulau Sumba, Pulau Flores, Pulau Alor, dan Pulau Rote. Pulau Timor sendiri terbagi menjadi dua negara. Sebelah timur Pulau Timor adalah negara Timor Leste yang dulu pernah menjadi propinsi ke 27 di Indonesia dengan nama Timor Timur.

Peta Propinsi NTT dengan ibukotanya Kupang  (Sumber: ttps://www.lavalontouristinfo.com/lavalon/map-ntt.htm)

Saya menginap di Hotel Neo yang tidak jauh dari Universitas Cendana (Undana) dan Politeknik Negeri Kupang. Politeknik Negeri Kupang bersebelahan letaknya dengan kampus Undana. Dari kamar hotel saya dapat melihat kalau tanah di kota Kupang banyak  unsur batu karang, sehingga kota Kupang dinamakan juga Kota Karang.

Batu karang yang menyusun tanah kota Kupang. Laut

Kota Kupang bercuaca panas. Panasnya terik.  Curah hujan di sini cukup rendah dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Dikutip dari laman Wikipedia, curah hujan selama tahun 2010 tercatat 1.720,4 mm dan hari hujan sebanyak 152 hari. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari, yaitu tercatat 598,3 mm, sedangkan hari hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember dengan 28 hari hujan.

Meskipun panas, namun saya mengagumi langit di kota Kupang. Langitnya biru bersih tanpa polusi, biru sebenar-benar biru, tanpa ada awan. Saya mengunjungi kota Kupang pada bulan Oktober, saat itu masih musim kemarau. Langit biru bersih seperti ini jarang saya lihat di Pulau Jawa. Saya berfoto di depan rektorat Undana, lihatlah birunya langit di atas kota Kupang. Tidak heran jika observatorium  bintang rencananya akan dibangun di Kota Kupang. Langit di Pulau Jawa sudah terkontaminasi polusi sehingga perlu dibuat observatorium kedua setelah Lembang.

Birunya langit di atas Kota Kupang

Menyusuri jalanan di kota Kupang maka yang saya lihat adalah pemandangan yang kering dan gersang. Mungkin karena sedang musim kemarau maka pemandangan di kota Kupang sangat khas.  Pohon-pohon sepe, pohon khas di Kupang, berdiri meranggas di sepanjang jalan.

Pemandangan khas sepanjang jalan di kota Kupang, pohon sepe sepanjang jalan

Pohon-pohon sepe di sepanjang jalan di dalam kampus Undana

Di bawah lindungan pohon sepe

Tapi jangan salah, kata teman saya di Kupang, pada bulan Desember pohon-pohon sepe itu berbunga dengan indahnya. Bunga-bunga merahnya keluar, menyembul dari balik daun, menjadikanya seperti bunga Sakura yang mekar di Jepang, seperti foto di bawah ini yang bersumber dari situs ini. Foto-foto kota Kupang yang berbunga pada bulan Desember dapat dilihat pada tulisan “Sepe, Sang Bunga Harapan” The December Flower, dan tulisan Mekarnya Bunga Sepe, Jadi Momen Terbaik untuk Traveling ke Kupang.

Pohon sepe berbunga merah pada bulan Desember (Sumber: https://cvaristonkupang.com/2013/11/27/sepe-sang-bunga-harapan-the-december-flower/)

Kota Kupang terletak  di pinggir pantai. Pantainya berpasir putih dan bersih, ombaknya tidak terlalu besar. Salah satu pantai di dalam kota yang saya kunjungi adalah Pantai Pasir Panjang.  Banyak pohon di pantai ini sehingga tidak terasa gerah. Duduk-duduk di sini saja bisa membuat kita tertidur. Anginnya itu sepoi-sepoi menghanyutkan.

Pantai Pasir Panjang

Di pinggir pantai ini ada sebuah restoran seafood yang cukup luas dan asri, di sanalah saya dan teman menikmati makan siang dengan hidangan seafood. Masakan ikan yang khas di Kupang adalah ikan kuah asam. Kuahnya bukan dari santan, tetapi dari air yang yang sudah mengandung bumbu-bumbu seperti kunyit, laos, bawang, cabe rawit, dan-lain, dan tentu saja jeruk asam.  Selain ikan kuah asam, salad tuna juga masakan khas di Kupang.

Rumah makan seafood di pantai Pasir Panjang

Salad ikan tuna yang yummy

Saya sampai lupa menceritakan kalau tugas utama saya ke Kupang adalah melihat kemajuan hasil penelitian penelitian kami di Politeknik Negeri Kupang. Purwarupa aplikasi Powerplan (Power Point menggunakan LAN) diuji coba oleh mahasiswa di dalam kelas. Dengan aplikasi ini, keterbatasan LCD untuk menayangkan slide presentasi dapat teratasi dengan menggunakan Local Area Network.

Mahasiswa Politeknik Kupang sedang melakukan uji coba aplikasi Powerplan

Wajah-wajah mahasiswa khas Kupang

Bersama dosen Politeknik Negeri Kupang

Malam hari di kota Kupang adalah waktu yang tepat menimati ikan segar di Kampung Solor. Kampung Solor adalah salah satu wilayah yang banyak didiami wargamuslim, di sini ada kampung nelayan dan pasar kuliner yang rata-rata menawarkan masakan ikan segar, kepiting, udang dan sebagainya. Ikan-ikan hasil tangkapan nelayan Kampung Solor dijejerkan di sepanjang ruas jalan. Kita tinggal pilih ikan yang mana dan mau dimasakkan apa. Mau dibakar, digoreng, atau dibuat masakan kuah asam kuning. Terserah.

Pasar kuliner di Kampung Solor

Ikan-ikan segar hasil tangkapan nelayan di Kampung Solor

Salah satu warung kuliner di Kampung Solor

Hmmm…ikan bakar yang yummy

Tidak lengkap pulang dari Kupang tanpa membawa oleh-oleh. Salah satu oleh-oleh khas koyta Kupang adalah se’i. Se’i adalah daging asap, yaitu daging yang diawetkan dengan cara diasap selama berjam-jam. Daging yang digunakan bisa daging babi, daging sapi, atau ikan. Seí adalah tradisi mengawetkan makanan yang berasal dari Pulau Rote, tetapi di Kupang dapat kita temukan penjual se’i. Karena saya muslim tentu saya mencari se’i  yang halal, salah satunya di kedai Ibu Soekiran di Jalan Muhammad Hatta. Se’i dapat diolah lagi menjadi aneka masakan, misalnya digoreng, ditumis, digulai, dipindang, dan sebagainya. Orang Kupang sendiri makan se’i dengan sambal khas Kupang yaitu sambal luat. Sambal luat terbuat dari cabe rawit dicampur dengan daun kemangi. Harum dan pedas.

Seí sapi dan se’i ikan tuna

Kedai Ibu Soekiran yang menjual seí halal

Esok harinya sebelum pulang ke Bandung (jadwal pesawat saya sore hari), rekan saya di Politeknik Kupang mengajak menikmati jajanan khas NTT di desa  Oesao, di Kabupaten Kupang. Sepanjang jalan menuju Oesao yang saya lihat adalah alam yang kering dan panas. Penduduk Pulau Timor sudah biasa hidup dengan kondisi alam yang kering dan panas seperti itu. Saya juga melewati pemukiman penduduk Timor Timur pro integrasi, mereka adalah warga Timor Timur yang menolak referendum dan memilih tetap bergabung dengan  Indonesia. Sungguh menyedihkan melihat rumah-rumah mereka yang seperti bedeng dan jauh dari layak. Pemerintah RI seharusnya memperhatikan nasib mereka

Jajanan khas di Oesao jagung pulut. Jagung pulut adalah jagung putih yang digoreng dengan bumbu-bumbu dan dimakan dengan sambal. Hmmm…enak.

Jagung pulut

Kedai cucur

Jalan raya menuju Kab. Timor Tengah Selatan, Atambua, dan Timor Leste

Dari Oesao saya menuju Bandar El Tari untuk kembali ke Bandung. Meskipun dua hari saya di Kupang, tapi cukup banyak yang saya lihat. Insya Allah lain waktu saya ingin ke Kupang lagi. Jika ada kesempatan saya ingin mengunjungi Timor Leste karena jaraknya tidak terlalu jauh dari Kupang.

Ruang tunggu keberangkatan di Bandara El Tari

See you, Kupang!

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

4 Balasan ke Berkunjung ke Kota Kupang

  1. ARISTON KUPANG OPTIMA berkata:

    terima kasih telah berkunjung ke cvaristonkupang.com

  2. ARISTON KUPANG OPTIMA berkata:

    kunjungi blog saya lainnya di https://ketutrudi.blogspot.com atau https://lagupilihansaya.blogspot.com https://excelenteventstories.blogspot.com dan https://refreshinglewatfoto.blogspot.com ayo berkarya dengan isi tulisan tulisan bermanfaat di online

  3. Rido Hidayat berkata:

    asik ya gan, jalan2 terus.

  4. Michael berkata:

    Terimakasih atas laporan pandangan matanya pak. Saya tuh selalu terkesan dengan daerah daerah luar Jawa yang unik dan indah.

    Membuat saya semakin takjub akan kekayaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan ke Michael Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.