Punya SIM Lagi Setelah Hangus

Selama dua tahun saya mengendarai motor dengan SIM C yang sudah hangus. Mati. Penyebabnya adalah saya lupa memperpanjang SIM. Masa berlaku SIM adalah lima tahun, dan tanggal kadaluarsanya sesuai dengan tanggal lahir kita. Nah, masalahnya saya tidak menyadari kalau SIM saya harus diperpanjang sebelum tanggal kadaluarsanya habis. Lupa, benar-benar lupa. Saya kira masih satu tahun lagi kadaluarsanya. Sekarang kepolisian tidak memberi maaf, lewat satu hari dari tanggal kadaluarsa maka SIM kita hangus. Kita harus daftar ulang untuk membuat SIM baru dari awal lagi, harus tes drive lagi, harus ujian teori lagi.

Saya tidak masalah dalam ujian teori, tetapi tes drive itu yang bikin deg-degan. Kenapa deg-degan, sebab jika gagal melewati salah satu tes drive, misalnya kaki menginjak tanah saat melewati lintasan angka 8, maka tes drive gagal. Jika gagal, kita harus mengulang lagi minggu depannya. Jika gagal lagi, maka datang lagi minggu depan, begitu seterusnya sampai berhasil. Tes melewati angka 8 itu yang paling sulit. Tidak masuk akal memang, mana ada dalam kehidupan sehari-hari kita melewati jalur sempit angka 8. Tetapi, karena tesnya demikian maka ya dijalani saja.

Jarang ada peserta yang lolos tes drive satu kali. Beberapa orang yang pernah mengikuti tes drive menceritakan mereka sampai empat hingga enam kali mengulang baru berhasil lolos tes drive. Itu berarti empat minggu hingga enam minggu harus datang ke kantor polisi. Padahal, untuk mengikuti tes drive ini kita harus antri menunggu giliran. Orang yang mengantri juga banyak. Kita perlu menyediakan waktu setengah hari untuk mengikuti tes drive ini. Tentu kita harus mengorbankan waktu kerja. Kalau berulang-ulang mengikuti tes drive ya rugi waktu juga dan buang-buang tenaga.

Tahun 2016, saya mengamati ujian tes drive di Polrestabes Bandung.

Salah satu tes yang paling sulit adalah melintasi jalur angka 8. Banyak peserta yag gagal.

Orang-orang yang tidak mau bersusah payah mengikuti ujian praktek SIM yang berulang-ulang biasanya mengatakan begini: “Sudahlah, ambil SIM tembak saja, beres!”.  SIM tembak? Ah, saya tidak mau. SIM tembak artinya sama saja memberi suap kepada oknum polisi. Pungli. Tidak mendidik, dan yang jelas dosa memberi suap maupun menerima suap. SIM tembak itu tidak prosedural, jalur pintas, lewat jalan belakang. Membuat SIM tembak artinya melalui oknum polisi, kita tidak perlu ikut tes drive atau ujian teori. Pokoknya tinggal beres. Tapi harganya mahal, ada yang bilang 750 ribu, ada yang bilang 800 ribu. Uang itu entah dibagi buat siapa saja. Saya tidak tahu apakah sekarang masih ada praktek SIM tembak itu, karena kepolisian saat ini sudah berbenah dan lebih disiplin menegakkan aturan.

Karena “takut” gagal mengikuti tes  drive, maka selama dua tahun saya membawa motor dengan SIM yang sudah mati.  Nakal saya ini, melanggar aturan. Benar-benar nekat. Saya terpaksa kucing-kucingan supaya tidak bertemu polisi. Ketika melewati suatu jalan, saya harus waspada apakah ada razia. Jika ada, maka saya harus mencari jalan lain. Dua kali saya pernah apes, kena tilang saat ada razia. Tentu saya kena denda atau ikut pengadilan tilang. Namun, saya tidak mau membayar uang damai kepada polisi yang menawarkan dielesaikan di jalan saja.  Tidak. Saya meminta slip tilang berwarna biru, lalu saya membayar denda tilang di Bank BRI (baca: Kena Tilang (lagi), Slip Biru, dan Anti-korupsi).

Namun, perasaan saya tidak tenang setiap kali membawa motor dengan SIM yang sudah mati. Saya merasa bersalah. Namun, saya juga punya perasaan khawatir gagal melewati tes drive. Saya itu orangnya suka gugup jika menjalankan sebuah hal yang baru (curhat nih).  Untuk menghilangkan rasa bersalah, maka saya putuskan saya harus ikut ujian SIM. Harus, tidak bisa saya tunda-tunda lagi. Tapi bagaimana cara agar bisa lulus tes drive yang sulit itu?

Seminggu sebelum ikut ujian SIM, saya mengikuti pelatihan tes drive di belakang Lotte Jalan Soekarno-Hatta. Saya baru tahu ternyata ada lembaga pelatihan tes drive, baik untuk motor maupun mobil. Lumayan mahal biayanya, 500 ribu. Waktunya sehari saja. Di sana saya dilatih sampai bisa (lulus) mengikuti tes drive yang sama persis dengan tes drive di kantor polisi. Memang sulit tes drive ini, beberapa kali saya melanggar plang, beberapa kali kaki terpaksa jatuh ke tanah karena tidak seimbang. Yang sangat sulit itu melewati angka 8 dan zig-zag (slalom test). Tetapi pembimbing di sana melatih terus dan memberikan trik dan tips. Akhirnya setelah beberapa kali dicoba akhirnya bisa juga, dan alhamdulillah lulus. Butuh waktu empat jam berlatih tes drive berkali-kali, sebelum akhirnya saya lulus.  Fiuh… Saya pun mendapat sertifikat lulus tes drive.

Sertifikat telah lulus ujian mengemudi

Ketika mendaftar pembuatan SIM di kantor polisi, sertifikat ini saya bawa saat pendaftaran dan dilampirkan pada formulir. Saya perhatikan hampir semua pemohon SIM (baik SIM A maupun SIM C) saya lihat membawa sertifikat lulus tes drive.

Setiap pemohon SIM hampir semuanya membawa map yang berisi sertifikat lolos tes drive.

Prosedur pembuatan SIM tetap harus dilalui peserta sebanyak 7 loket. Loket satu sampai loket 7.  Tetap antri di loket manapun. Tetap harus ikut tes teori secara daring di depan komputer.

Tes teori

Serius mengikuti ujian teori

Ada 30 soal, soal-soal ujian umumnya tentang tertib berlalu lintas. Peserta ujian harus menjawab benar 21 soal dari 30 soal. Jika kurang dari 21, maka tidak lulus. Peserta yang tidak lulus ujian teori masuk ke ruang simulator. Di sana Pak Polisi menjelaskan cara tertib berlalu lintas kepada peserta yang tidak lulus ujian teori.

Loket simulator

Masuk ke ruang simulator bagi yang tidak lulus ujian teori.

Akhirnya, tibalah di loket 6, yaitu loket untuk tes drive. Ketika tiba di loket 6, ternyata peserta yang membawa sertifikat tidak dipanggil untuk mengikuti tes drive. Makanya saya tidak heran kenapa arena tes drive yang berada di luar sepi. Ya, karena pemohon SIM sudah lulus tes drive di tempat pelatihan sehingga tidak perlu diuji lagi.  Apakah ini kebijakan baru di kantor polisi, saya tidak tahu. Hmmm…saya masih bertanya-tanya apakah data hasil kelulusan tes drive di tempat pelatihan tersambung secara online ke kantor polisi? Wallahu alam.

Arena tes drive yang sepi.

Dari loket 6 saya langsung langsung ke loket 7 (loket BRI) untuk pembayaran biaya SIM sebesar 100 ribu (untuk SIM A besarnya 120 ribu). Dan akhirnya SIM baru bisa diambil di ruang sebelahnya. Proses pembuatan SIM ini hanya memakan waktu 2 sampai 3 jam saja, kecuali jika jaringan tiba-tiba mati (offline) seperti hari ini. Sangat mudah membuat SIM sekarang ini. Kepolisian saat ini telah berevolusi menjadi lebih mangkus dan sangkil. Lebih ramah melayani, dan no tips.

Alhamdulillah, sekarang saya sudah memiliki SIM yang baru. Saya jadi tenang membawa motor, tidak takut razia lagi. Saya juga senang karena lulus godaan membuat SIM tembak atau lewat  calo. Saya akui memang saya mengeluarkan biaya tambahan sebesar 500 ribu untuk ikut pelatihan tes mengemudi sehingga biaya membuat SIM menjadi 600 ribu, tidak jauh beda dengan biaya SIM tembak. Tidak masalah. Saya tidak mempersoalkan  biaya tambahan 500 ribu itu, tetapi saya telah menghemat waktu karena tidak ikut tes drive berkali-kali atau berminggu-minggu di kantor polisi. Uang bisa dicari lagi, tetapi waktu sangat berharga untuk dibuang. Dan yang paling penting, saya telah mengikuti semua ujian SIM secara prosedural, tidak lewat calo atau pakai perantara.

Ayo bikin SIM sendiri tanpa nembak, tanpa calo, dan tanpa pakai biro jasa. Mudah kok dan cepat.

Pos ini dipublikasikan di Pengalamanku. Tandai permalink.

4 Balasan ke Punya SIM Lagi Setelah Hangus

  1. fitrahmp berkata:

    Waah.. terima kasih.. membantu sekali info nya.. saya jg domisili di bandung.. tp bingung jg mau tes klo harus bolak-balik ke polres krn anak msh nggak bs ditinggal lama2

  2. Rido Hidayat berkata:

    Saya malah ngak pernah punya sim gan. Hhh

  3. GoTravelly.com berkata:

    Aku sampai sekarang masih belum lolos test drive SIM A. BTW itu test teori lolos tahun 2-013 masih bisa diapakai lagi nggak? masih semangat pingin dapetin SIM A. pernah nyerah pingin nembak tapi…….ahhhh

  4. emakmbolang.com berkata:

    Aku pernah ikut pelatihan test drive untuk mobil, tapi kok teteap harus ikut test untuk dapetin SIM A ?dan tahu sendiri SIM A susah banget testnya. mulai paskir sampai ketemu tanajakan. ini suusahnya kayak ketemu test angka 8 buat motor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.