Pengemudi Gojek Mantan Pelaut

Selalu saja ada cerita menarik tentang pengemudi gojek. Sudah sering saya temukan pengemudi gojek dulunya memiliki profesi hebat. Namun perjalanan hidup tidak selalu indah, kadangkala terjatuh dan harus bangkit lagi. Menjadi pengemudi gojek adalah salah satu pilihan mencari rezeki halal.

Kali ini saya mendapat pengemudi gojek yang punya pengalaman hidup hebat. Suatu pagi saya akan berangkat naik kereta api ke Jakarta. Saya pesan gojek. Tidak sampai beberapa detik order langsung berbalas.  Seorang lelaki dengan muka ditutup kain datang menjemput ke rumah. Dari aplikasi saya baca namanya Heri.

Seperti biasa, saya selalu kepo, suka bertanya ke pengemudi gojek sepanjang perjalanan. Naluri jurnalistik saya selalu muncul setiap kali naik gojek. Dari obrolan sepanjang jalan tahulah saya, Kang Heri yang mengantar saya ke stasiun kereta api Bandung ini dulunya bekerja di kapal pesiar mewah (Cruise) di Samudra Atlantik.  Dia bekerja sebagai officer di anjungan kapal. Menurut Kang Heri dia dulu lulusan akademi pelayaran di Cirebon. Kapal pesiarnya adalah hotel terapung berlantai 15, membawa turis menyinggahi kota-kota pelabuhan di Eropa, Amerika hingga sampai ke kutub Utara. Kang Heri sudah mengunjungi hampir semua negara Eropa, mengunjungi menara Eiffel, menara Pisa, New York, Florida, dan lain-lain. Dia bisa berbahasa Inggris pula.

Saya ternganga-nganga mendengar cerita masa lalunya.  Wow, sudah berkelana ke Eropa, Amerika, hingga ke kutub utara? Jika kebanyakan orang Indonesia mungkin hanya bermimpi menjelajahi Eropa dan Amerika, dia sudah ke sana. Termasuk impian saya juga.

Kerja di kapal pesiar itu katanya ada senang dan ada sedihnya. Senangnya karena bertemu orang berbagai bangsa, mengenal berbagai kultur, makanan enak berlimpah di atas kapal, mengunjungi berbagai kota dunia. Kerja sembilan bulat di laut dan mendapat libur tiga bulan di darat. Gajinya lumayan besar, dalam mata uang dolar. Sedihnya jika datang rasa bosan berada di laut, kangen makanan Indonesia, atau berada antara hidup dan mati ketika kapal pesiar dihantam topan.

Lalu kenapa jadi tukang gojek?, tanya saya heran. Ya, kalau sudah senang kerja di sana kenapa menjadi tukang ojek?

Saya itu cita-citanya ingin mempunya usaha sendiri, jawabnya. Heri bercerita, setelah dua tahun bekerja di kapal pesiar, dia tidak memperpanjang kontrak di kapal lagi, pulang ke tanah air. Dengan bekal tabungan gajinya dalam dolar, dia membuka usaha clothing di Bandung. Tetapi suatu kali dia tertipu sehingga modal habis. Bangkrut. Sekarang dia banting setir jadi tukang ojek/gojek. Semua orderan gojek dia ambil, tak peduli jarak jauh atau dekat. Dia tidak pilih-pilih orderan. Aplikasi gojeknya di-set otomatis sehingga selalu saja dapat order gojek. Yang dia kejar adalah ongkos dari penumpang, kalau bonus poin dari gojek tidak dapat diandalkan karena jumlahnya semakin lama semakin kecil saja. Empat belas kali trip hanya dapat bonus 13 ribu. Kecil sekali.

Tidak ingin kerja di kapal lagi?, tanya saya.

Pingin sih, tapi perlu biaya banyak untuk urus surat-surat dan segala macam, jawabnya. Lagipula dia sudah lebih dua tahun berada di darat, sehingga sulit untuk bekerja di kapal pesiar lagi.

Setelah asyik ngobrol di jalan, akhirnya saya sampai di stasiun Bandung. Saya minta izin mengambil gambnarnya, akan saya bagi cerita ini kepada orang lain sebagai pelajaran kehidupan. Benar, hidup itu bagai roda pedati, kadang di atas kadang di bawah.

gojek

 

Pos ini dipublikasikan di Romantika kehidupan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pengemudi Gojek Mantan Pelaut

  1. Blog Geografi berkata:

    Wah gede itu gan gaji nya ikut kapal pesiar getu. Teman ane se kampung juga ada yang kerja di kapal pesiar, jd office boy kalau nggak salah. Gaji nya bisa sampai puluhan juta 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.