Membiasakan Sejak Kecil

Sudah puluhan tahun saya menjalani ibadah puasa Ramadhan setiap tahun, alhamdulillah selalu lancar, tidak pernah batal kecuali sakit. Menjalani puasa sebulan penuh tidak ada rasa berat, malah sudah terbiasa. Hanya hari pertama dan kedua saja tubuh memerlukan penyesuaian, selebihnya biasa saja.

Sejak kecil kebanyakan orangtua (muslim) sudah mendidik anak-anaknya untuk berlatih berpuasa. Mula-mula puasa setengah hari, lalu kalau sudah kuat puasa seharian penuh. Setiap tahun demikian hingga tumbuh dewasa, maka berpuasa menjadi hal yang terbiasa, tidak lagi ibadah yang berat.

Membiasakan anak-anak melakukan hal-hal yang berulang-ulang sejak kecil adalah metode pendidikan karakter yang baik. Karakter itu akan melekat hingga dewasa dan menjadi sebuah habit (kebiasaan). Contoh sederhana saja misalnya menyuruh anak gosok gigi dua kali sehari, setiap pagi dan setiap akan tidur, melipat selimut setiap bangun tidur, berdoa sebelum makan, mengucapkan salam setiap masuk rumah, membaca buku, dan sebagainya.  Jika kebiasaan ini sudah dilakukan sejak kecil, maka lama-lama akan menjadi kebiasaan dan terbawa hingga besar. Semua kegiatan yang berulang-ulang akan menjadi program yang tersimpan di dalam pikiran bawah sadar dan akan berjalan secara otomatis.

Orangtua sering mengeluh anaknya malas membaca buku, apalagi buku pelajaran, malas sholat, malas mengaji, malas membersihkan kamar tidur, dan sebagainya. Ya itulah karena tidak dilatih sejak kecil dan tidak menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan. Seperti sebuah peribahasa mengatakan, alah bisa karena biasa, yang artinya apabila suatu pekerjaan telah terbiasa dilakukan, maka tidak terasa lagi kesukarannya atau sudah memiliki pengalaman praktek yang lebih baik.

Masa kecil adalah masa emas untuk menanamkan pendidikan karakter. Saat kecil anak mudah dibentuk sesuai dengan keinginan orangtuanya. Otak anak-anak belum berkembang, maka saat itu otak anak bisa dilatih untuk menanamkan kebiasaan yang baik. Sebuah peribahasa mengatakan kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa, sudah tua terubah tidak , yang artinya satu kebiasaan yang dilakukan sejak kecil akan menjadi tabiat yang sukar diubah.

Saya bersyukur orangtua saya sejak kecil sudah mendidik saya sholat, puasa, mengaji, jujur, berkata sopan, dan sebagainya. Sekarang semua didikannya membekas dan menjadi kebiasaan hingga sekarang. Kalau belum sholat saja di dalam perjalanan atau mengikuti acara yang memakan waktu lama saya sudah resah dan gelisah, sepertinya ada yang kurang. Berkata kurang sopan saya merasa bersalah. Apalagi bulan puasa seperti sekarang, mana pula terpikir rasa berat menjalankannya.

Alhamdulillah semua pendidikan baik yang saya dapatkan dari orangtua saya wariskan pula ke anak-anak. Sejak kecil anak-anak saya sudah berpuasa, sholat lima waktu, mengaji setiap hari, dimasukkan ke sekolah mengaji (TPA), dan sebagainya. Tujuannya agar semua yang dilakukannya sejak kecil akan menjadi habit ketika dewasa.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Membiasakan Sejak Kecil

  1. alrisblog berkata:

    Memang saat kecil waktu yang tepat untuk menanamkan dan mendidik yang baik-baik untuk anak. Seperti lirik lagu kasidah tahun 70-an : Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.