Anak Kecil Penjual Serbet dan Keset

“Assalaamu’alaikum, Pak. Beli serbet dan kesetnya, Pak”

Seorang bocah dengan baju yang tampak kebesaran tiba-tiba muncul di depan pagar rumah. Dia, si Ujang dari Cicalengka, menjajakan serbet dan keset dari rumah ke rumah di Antapani. Serbet lima belas ribu dua, keset duapuluh ribu satu. Ibunya menunggu di sudut jalan, mengerahkan anak-anaknya berjualan dari pintu ke pintu.

Sayapun menemuinya. Saya tidak butuh-butuh amat sih, masih banyak serbet dan keset kaki di rumah. Namun, saya beli juga. Iba. Uang lima belas ribu dan dua serbet sederhana berpindah tangan. Tidak lupa satu camilan gorengan buat si Ujang.

Berikut dialog saya dengan si Ujang, tentu dalam Bahasa Sunda, Sunda minimalis . Maklum, meski saya sudah puluhan tahun di Bumi Parahyangan, namun bahasa Sunda saya masih saeutik-saeutik.

+ Umurnya berapa, Jang?
– Tujuh tahun, Pak
+ Sekolah kelas berapa?
– Kelas dua
+ Dari Cicalengka naik apa?
– Naik kereta
+ Berapa orang ke sini?
– Empat. Mama, Aa, adik, dan saya
+ Pulang ke Cicalengka lagi jam berapa?
– Nanti kalau udah habis

Apa yang dilakukan si Ujang dan mamanya masih lebih baik daripada mengemis. Sejak kecil ibunya sudah memperkenalkan beratnya perjuangan hidup. Sekarang sih dia belum mengerti. Kalau sudah besar baru dia paham betapa kerasnya kehidupan ini.

Mungkin ada orang yang berpikir, ah, itu  “strategi” orangtua untuk memanfaatkan anak-anaknya berjualan agar memancing rasa iba. Child abuse. Sama seperti kisah anak-anak penjual coet atau batu cobek (batu untuk menghaluskan bumbu) dari Padalarang. Entahlah, saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Saya beli saja, hitung-hitung niat sedekah.  Jika orangtua sampai mengerahkan anak-anaknya untuk membantu berjualan, itu berarti mereka memang orang sedang kesusahan.

Hati-hati di jalan ya, Jang. Dia pun pergi ke pintu yang lain. Menjajakan dagangan yang sama. Serbet dan keset.

Pos ini dipublikasikan di Romantika kehidupan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Anak Kecil Penjual Serbet dan Keset

  1. nunulis berkata:

    Sok araya kadieu ka margahayu raya 😑

  2. Indonesia Hebat berkata:

    Semoga sehat terus ya Jang, menghadapi kerasnya hidup ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.