Beli Meski Tidak Butuh

Suatu sore di Antapani…

Seorang bapak duduk termenung di pinggir jalan di seberang Toserba Griya menjelang senja. Lelah dia berjalan setelah berkeliling menjajakan jualannya berupa barang remeh temeh seperti tisu, peniti, spon cuci piring, gunting kuku, jepit rambut, dll. Matanya nanar menatap lalu lalang kendaraan dan orang-orang yang lewat, berharap ada yang membeli dagangannya.

Kasihan. Saya beli saja sebungkus tisu, spon cuci piring, dan gunting kuku, yang sebenarnya barang-barang itu sudah ada di rumah. Barang-barang itu juga berkualitas murah, maklum buatan Tiongkok.

+ Berapa, Pak?
– Tisu tiga ribu, spon dua ribu lima ratus, gunting tujuh ribu
+ Ini, Pak (saya serahkan uang lima belas ribu). Sisanya ambil saja.

Dia menerima uang dengan hati gembira. Dari tadi belum laku, katanya.

Bapak itu adalah sebagian dari orang-orang kecil yang berjualan bukan untuk mencari untung besar, tetapi hanya untuk sekedar bertahan hidup saja. Mereka adalah kaum yang tersingkir dari persaingan hidup. Kalah modal, kalah kesempatan, bahkan kalah nasib. Barang jualan mereka hanyalah barang-barang remeh temeh yang tidak menarik. Namun mereka lebih baik daripada meminta-minta, atau bahkan mencuri.

Bagi kita yang bernasib lebih baik dari Bapak itu, aksi yang dapat kita lakukan untuk membantu  mereka agar bertahan hidup adalah membeli dagangan mereka, meski kita tidak butuh-butuh amat. Uang seribu dua ribu sangat berarti buat mereka. Jazakallah.

Pos ini dipublikasikan di Romantika kehidupan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Beli Meski Tidak Butuh

  1. faisal fm berkata:

    Semoga amal anda ditambah yang maha kuasa

  2. cahyanious berkata:

    Terimakasih atas inspirasinya. 🙏

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.