Ber-“lu gue” di Kampus

Ketika saya berada di kampus UKSW Salatiga mengisi sebuah seminar, terdengar mahasiswa ngobrol dengan sesamanya menggunakan kata “kau” dan “aku”.  Tampaknya mereka belum terkontaminasi pergaulan anak muda Jakarta yang pakai sapaan “elo”,”lo” “elu”, “lu”, “gua”, “gue, “gw”.

Di kampus saya di ITB  sudah jarang saya mendengar mahasiswa memakai kata “saya”, “kamu”, “kau”, “aku” ketika mengobrol sesamanya.  Sudah saling pakai kata  “elo”,”gua”, dan sejenisnya, meskipun mereka bukan dari Jakarta dan sekitarnya. Mahasiswa dari daerah Jawa dan luar Jawa pun sudah biasa saja bersaling sapa dengan kata elo gua tersebut. Enakan saja tampaknya. Saya kurang tahu apakah di kampus  lain di Bandung seperti UNPAD, UPI, Telkom University, Unpar, dan lain-lain juga seperti di ITB. ITB sebagai kampus nusantara, yang mana mahasiswanya berasal dari Sabang sampai Merauke, pergaulan mahasiswanya ternyata tidak dipengaruhi oleh kultur Sunda, malah budaya dan gaya pergaulan anak Jakarta, khususnya dalam bercakap-cakap.

Kota Bandung yang dekat dengan Jakarta sudah biasa terimbas style dan gaya pergaulan dari Jakarta, termasuk soal sapaan tadi. Mahasiswa-mahasiswa sesama anak muda, tidak peduli dari daerah mana, cenderung bertutur kata seperti gaya Betawi. Bahkan anak saya yang dibesarkan di tanah Parahyangan dan baru masuk ITB tahun ini pun sudah ber-elu gua kepada sesama temannya di kampus. Terdengar oleh saya dari kamarnya dia berbicara dengan temannya lewat hape memakai sapaan lu  gua. 🙂

Saya masih ingat dulu saat saya jadi mahasiswa ITB, teman-teman saya sudah biasa memanggil dengan kata elo gua itu, saya saja yang masih polos sebagai mahasiswa asal daerah masih ber-saya kamu, he..he. Sampai sekarang pun begitu, merasa aneh saja kalau saya juga menggunakan sapaan lo gua itu kepada orang lain. Tetap ber-saya kamu, tetap dengan jatidiri saya sebagai orang rantau yang tidak terpengaruh gaya Jakarta.

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

3 Balasan ke Ber-“lu gue” di Kampus

  1. Rissaid berkata:

    Saya dan teman2 lebih sering menggunakan ‘aku atau saya’ Bu, rasanya lebih sopan kalau di lingkup pasca. Kalau akrab dikit dan kebetulan dekat usianya sesekali pake lo hehe.

  2. Rizki Basuki berkata:

    saya salah satu mahasiswa kampus gajah yang berasal dari tanah sunda. tapi, khususnya di jurusan saya, lebih banyak yang berasal dari daerah yang mungkin sudah terbiasa dengan elu gua. meskipun rasanya sedikit tidak terbiasa, terkadang hal itu dibutuhkan untuk menumbuhkan rasa dekat dengan teman sejurusan. jatuhnya kadang elu gua atau kadang aku kamu atau ya pakai bahasa sunda hehe

  3. kirana125 berkata:

    aku kuliah d semarang, deket salatiga, sama, aku kamu atau aku koe. mungkin bagi orang jkt, panggil ke teman aku kamu adalah hal yg menggelikan, padahal yaa biasa. trus aku kerja di jkt, panggilnya tetep aku kamu, itu temenku asli jkt yg biasanya lu gue jadi ikutan aku kamu. wkwkkkkk

Tinggalkan Balasan ke Rizki Basuki Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.