Kreatifitas Kuliah Saat Pandemi Corona

Wabah virus corona di Indonesia telah memaksa sekolah-sekolah dari TK hingga perguruan tinggi “diliburkan”. Sebenarnya tidak diliburkan dalam arti sesungguhnya, siswa/mahasiswa tetap belajar dari rumah secara daring (online). Kuliah tatap muka diganti dengan kuliah dengan menggunakan Internet.

Di ITB kuliah tatap muka sudah berjalan selama 10 minggu. Pekan Ujian Tengah Semester (UTS) pun sudah selesai sebelum kampus diliburkan. Tersisa kuliah selama lima minggu lagi. Kampus ditutup mulai tanggal 16 Maret 2020. Aktivitas perkuliahan secara tatap muka dihentikan,  dosen dipersilakan melakukan perkuliahan (termasuk bimbingan tugas akhir) dengan menggunakan segala perangkat TIK (teknologi informasi dan komunikasi) yang ada. Silakan menggunakan email, Whatsapp, Facebook, YouTube, atau aplikasi online meeting seperti Zoom, Webex, Google Meet, dan lain-lain.

Masing-masing aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Aplikasi Zoom misalnya, kualitasnya video conference-nya bagus, namun memakan pulsa internet yang besar. Saya merasa kasihan saja dengan kantong mahasiswa. Memakai Zoom bisa menguras pulsa internet mahasiswa yang rata-rata fakir kuota. Seorang teman melakukan survey kepada mahasiswanya setelah melakukan kuliah daring selama dua jam menggunakan Zoom. Ternyata mahasiswa membutuhkan lebih dari 300 MB untuk pertemuan kuliah daring. Kalau tersedia akses wifi yang unlimited, apalagi gratis, tentu tidak masalah habis pulsa internet seberapapun.

Dari yang saya amati, banyak dosen (dan juga guru sekolah) yang gagap menyiapkan kuliah secara daring. Wajar saja, ini kasus pertama kali terjadi. Selama ini para dosen di Indonesia sudah merasa nyaman mengajar secara tradisionil yaitu kuliah tatap muka. Ketika terjadi penyebaran wabah penyakit seperti virus corona ini sehingga kuliah tatap muka dihentikan dan diganti dengan kuliah daring, banyak dosen kita yang belum siap.

Namun, keadaan terpaksa ini justru membuat para dosen harus meluangkan waktu belajar menggunakan berbagai aplikasi TIK untuk tetap memberikan layanan perkuliahan dan bimbingan tugas akhir, tesis, dan disertasi kepada mahasiswa.

Saya sendiri memutuskan tidak menggunakan aplikasi pertemuan daring seperti Zoom, Google Meet, Webex, dan sebagainya untuk melaksanakan perkuliahan daring dengan berbagai pertimbangan. Sebagai gantinya, saya membuat video-video kuliah yang saya unggah ke Youtube. Video kuliah tanpa wajah saya di sana, dibuat dengan menggunakan aplikasi Power Point. Saya sudah memiliki PPT materi kuliah, jadi dengan PowerPoint saya merekamnya menjadi video bersuara, seolah-olah saya sedang mengajar materi tersebut.

Silakan kunjungi kanal saya di YoutTube dengan meng-klik tautan ini untuk mengakses video-video kuliah yang saya buat bersama dengan teman-teman dari tim kuliah yang kami ampu:

https://www.youtube.com/channel/UCBiY3GSJuQGGjNAdV8JebSQ/videos

Tanpa saya sadari, kami sudah membuat 16 buah video kuliah selama tiga minggu. Dengan mengunggah video-video kuliah tersebut di YouTube, mahasiswa dapat memutarnya berkali-kali jika belum mengerti.  Saya juga meniatkan membagikannya kepada mahasiswa lain di luar ITB dan juga buat umum yang ingin belajar materi kuliah kami. Berbagi ilmu. Semoga bermanfaat buat orang lain, terutama buat pendidikan anak bangsa.

Barangkali inilah “dampak positif” pandemi virus corona yang melanda dunia, khususnya Indonesia. Para guru dan dosen ditantang kreatifitasnya untuk membuat bahan ajar digital yang tersedia secara daring. Pandemi virus corona dapat dijadikan momentum transformasi  pendidikan digital di Indonesia. Jika tidak dilakukan sekarang kapan lagi. Tidak perlu menunggu situasi darurat baru, tidak perlu menunggu wabah baru.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan, Seputar ITB. Tandai permalink.

6 Balasan ke Kreatifitas Kuliah Saat Pandemi Corona

  1. Jumal Ahmad berkata:

    Aplikasi untuk rekam videon di laptop pakai apa pak?

    • rinaldimunir berkata:

      Mudah sekali caranya. Dari aplikasi Power Point, buka file ppt, pilih Slide Show, lalu pilih Record Slide Show. Nanti tampil menu Record, Stop, dan Replay. Pilih Record untuk merekam sambil kita berbicara membaca slide seolah2 melakukan presentasi, Pause untuk berhenti sejenak, Replay untuk memainkan, dan Stop jika selesai. Kamera webcam bisa diaktifkan atau tidak. Jika kamera diaktifkan, maka wajah kita muncul di sudut kanan bawah. Untuk microphone, bisa menggunakan mic tambahan atau mic yang tersedia di laptop. Setelah selesai, klik Close (x), lalu save as sebagai video mp4.

  2. Alias berkata:

    Semoga makin banyak dosen yang membuat video kuliah seperti ini ya, Pak. Saya sekalian numpang promosi rekaman kuliah saya yang ditaruh di YouTube ya, Pak.

    https://www.youtube.com/channel/UCJvg7v0hwrXwaZP17Gh_O5w

  3. Desti Triyana berkata:

    Terimakasih banyak Pak, informasi ini sangat membantu meski saya bukan mahasiswi ITB (/\)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.