Kolaps dan Booming Akibat Corona

Ini masih cerita kesedihan tentang wabah virus corona. Baru saja saya membaca berita bahwa maskapai Thai Airways di Thailand dinyatakan bangkrut karena sudah tidak mampu membayar utang-utang yang menumpuk dan semakin terpuruk ketika pandemi corona melanda dunia. Pandemi corona telah memaksa Thai Airways menghentikan penerbangannya karena orang-orang menunda bepergian atau karena banyak negara menutup kunjungan warga asing masuk ke negaranya.

Saya pernah naik Thai Airways ketika dulu ke Bangkok. Maskapai ini pelayanannya sangat bagus, malah menurut saya lebih bagus daripada Garuda. Garuda Indonesia pun tampaknya juga sudah mulai oleng, apalagi tahun ini ibadah umrah dan haji dibatalkan, padahal membawa jamaah haji dan umrah ke Tanah Suci merupakan sumber pendapatan yang sangat besar bagi Garuda. Apakah Garuda akan menyusul nasib Thai Airways? Wallahu alam.

Tidak hanya Thai Airways yang kolaps. Berbagai maskapai dunia yang terkenal seperti Emirates, Etihad, Cathay Pacific, Singapore Airlines, dan lain-lain juga bertumbangan. Kasus Thai Airways adalah sebuah contoh betapa wabah virus corona mampu melumpuhkan berbagai sendi kehidupan manusia di bumi, terutama melumpuhkan dunia usaha dan bisnis. Jutaan orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan karena perusahaan tempatnya bekerja tutup, kolaps, hingga bangkrut.

Industri penerbangan adalah salah satu bisnis yang terkena dampak parah corona. Namun, efek dominonya luar biasa memukul sektor usaha perhotelan dan pariwisata. Hotel-hotel tutup karena tidak ada tamu. Pariwisata ambruk karena tidak ada pengunjung. Usaha travel dan transportasi juga kolaps karena tidak ada orang yang melakukan perjalanan. Mal dan usaha retail non-makanan tutup. Restoran dan cafe anjlok karena orang-orang menghindari kerumunan, hanya boleh layanan makanan take away. Bisnis catering ambruk karena seminar dan  resepsi pernikahan dilarang. Masih banyak lagi dunia usaha yang mengalami kebangkrutan atau kolaps sejak pandemi corona, antara lain dunia hiburan (bioskop, panggung musik, atraksi),  otomotif, persewaan kantor, MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), dan lain-lain.

Meskipun ada sebagian bidang usaha yang terpuruk, namun sebaliknya beberapa bisnis malah mengalami booming saat pandemi corona.  Bisnis yang tumbuh dan berkembang itu adalah bisnis e-commerce (perdagangan online melalui internet), webinar (seminar secara online), online training seperti Ruang Guru,  aplikasi video conference (Zoom, Webex), telekomunikasi, jasa logistik dan kurir (pengiriman barang), layanan internet dan televisi berbayar seperti Indihome/Netflix, remote working, home entertainment, peralatan medis dan APD (alat pelindung diri), hand sanitizer,  telemedicine, dan lain.

Pandemi corona tidak tahu kapan berakhirnya. Mungkin durasinya akan berlangsung lama hingga satu sampai dua tahun ke depan. Selama vaksinnya belum ditemukan, maka dunia usaha dan bisnis akan terus gonjang-ganjing.

Usaha dan bisnis yang dapat bertahan (survive) adalah bisnis yang masuk ke dunia digital dengan memanfaatkan layanan yang mengunakan teknologi informasi, cloud computing, dan menggunakan social media sebagai sarana komunikasi dan promosi, dan membuat model bisnis yang  menjual langsung ke pelanggan.

Dunia sudah berubah sejak pandemi corona. Kehidupan tidak lagi akan normal seperti dulu. Kita memasuki gaya kehidupan baru yang disebut new normal. Mungkin selama ini kita menjalani kehidupan yang abnormal. 🙂

Pos ini dipublikasikan di Dunia oh Dunia. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kolaps dan Booming Akibat Corona

  1. Prita berkata:

    Betul, banyak yang kolaps karena memang model bisnisnya nggak bisa adaptif dengan keadaan kayak gini… semoga lekas membaik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.