Usai Kuliah Onlen Semester Ganjil 2020

Alhamdulillah, tuntas sudah perkuliahan onlen (daring) selama semester pertama (semester ganjil) tahun 2020. Dua pekan ke depan mahasiswa di kampus ITB memasuki masa Ujian Akhir Semester (UAS).

Capek? Ya, kuliah onlen ini sungguh melelahkan bagi saya. Meskipun kita berada di rumah saja, namun bekerja menyiapkan bahan kuliah cukup menyita banyak waktu. Sebagian besar waktu di rumah habis untuk membuat video kuliah. Saya memegang tiga mata kuliah semester ini, dua mata kuliah berbagi tugas dengan rekan dosen satu tim membuat video kuliah secara bergantian, sedangkan satu mata kuliah lagi berupa kuliah pilihan, saya sendiri yang membuat seluruh videonya.

Tidak mudah lho membuat video kuliah, seringkali harus diulang-ulang untuk merekamnya karena banyak kesalahan. Video kuliah itu sekali selesai dibuat dan diunggah ke platform Youtube kan tidak bisa diubah lagi. Malu-maluin saja jika di tengah video ada materi yang salah, heheh…

Saya memang tidak terampil membuat video kuliah yang bagus, tidak nyeni, tidak pakai animasi, tidak gebyar-gebyar dan tidak memakai musik. Video kuliah saya baru sebatas materi presentasi PPT bersuara. Saya membuat video kuliah seakan-akan saya mempresentasikan file PPT di kelas. Semangatnya cuma satu, jika mahasiswa ingin mengulang-ulang kembali paparan materi kuliah saya, cukup putar ulang videonya di Youtube. Ada tiga kanal kuliah di Youtube yang saya buat, yang pertama ini, kedua ini, dan ketiga ini. Siapapun bebas mengakses, mengunduh, dan menggunakannya di kampus lain.

Semester yang lalu dan semester ini berlangsung pada masa pandemi corona yang masih terus mewabah di Indonesia. Belum terlihat ujung pandemi ini akan berakhir kapan. Pendidikan pun terganggu akibat pandemi ini, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Namun “untungnya” pandemi berlangsung pada saat kondisi teknologi pembelajaran dan komunikasi (internet) sudah maju. Berbagai paltform video conference untuk mendukung proses belajar-mengajar jarak jauh sudah tersedia, seperti Zoom, Google Meet, Micosoft Teams, dan lain-lain. Kelas-kelas perkuliahan berlangsung secara virtual, rapat-rapat dan seminar pun secara virtual. Komunikasi dan diskusi bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari WA, email, hingga fasilitas video conference yang disebutkan di atas.

daring2

Foto bersama setelah kuliah onlen dengan menggunakan Microsoft Teams

 

daring3

Seminar Tugas Akhir dengan menggunakan Google Meet

Bagaimana dengan ujian-ujian? Karena ujian dilakukan di rumah mahasiswa masing-masing, maka ujian pun dilakukan secara onlen juga. Soal ujian dapat didistribusikan dengan fasilitas email, WA, Google Form, atau menggunakan platform ujian yaitu exam.net dan sebagainya. Mahasiswa mengerjakannya secara serentak di rumah masing-masing, kamera di komputer diaktifkan, dosen dan asisten pengawas memantau ujian melalui kamera. Ujian di rumah namun serasa ujian di kelas saja.

daring4

Ujian secara onlen dan dipantau dengan menggunakan Google Meet

Salah satu hal yang menarik bagi saya selama kuliah onlen ini adalah memberi soal latihan, PR, kuis, UTS/UAS dengan menggunakan Google Form. Soal-soal bertipe hitungan/algoritma saya tulis di Google Form, lalu tautan Google Form-nya dikirim ke setiap mahasiswa via gmail. Mahasiswa menjawab setiap soal di Google Form pada lembar kertas biasa di rumahnya, lalu memfoto lembar jawabannya, kemudian mengunggah (upload) fotonya dalam format JPG atau PDF ke Google Form.

daring1

Soal latihan menggunakan Google Form


File-file foto jawaban masuk ke dalam akun Google Drive saya. Tinggal dibaca lalu dinilai. Praktis, hemat (tidak butuh kertas), dan mangkus. Kelemahannya adalah mata mudah lelah dan cape membaca lembar jawaban di layar komputer (ada 56 mahasiswa per kelas, dan ada 4 kelas). Bagi saya tetap lebih nyaman memeriksa lembar jawaban dalam bentuk kertas daripada bentuk digital.

Kalaupun nanti kuliah tatap muka sudah bisa dimulai pada semester depan (wallahu alam), cara pemberian soal latihan dan kuis menggunakan Google Form ini tampaknya akan saya lanjutkan.

Moral dari cerita di atas adalah pandemi corona tidak menghalangi proses belajar mengajar. Semua berjalan seperti biasa, hanya bertemu muka secara fisik saja yang tidak ada. Untunglah ada internet sehingga proses pendidikan saat ini agak tertolong. Jika tidak ada, sulit membayangkan apa yang akan terjadi.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

4 Balasan ke Usai Kuliah Onlen Semester Ganjil 2020

  1. Nita berkata:

    Kalau misalnya mahasiswanya janjian ketemu untuk ujian, lalu pas lagi nunduk bahas soal dan sharing jawaban gimana? Bisa gak?

    • rinaldimunir berkata:

      Nah, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meredam segala kecurangan di dalam ujian. Kalau ternyata ada yang berusaha diam-diam dan tidak terdeteksi, itu sudah diluar kemampuan kami. Namun kabar baiknya mahasiswa kami sangat kecil kemungkinan berbuat curang di dalam ujian, sebab mereka adalah dulunya adalah siswa2 terbaik di sekolahnya, jadi pasti malu untuk berbuat curang. Mereka diikat oleh harga dirinya masing-masing.

  2. Budaya Indonesia berkata:

    Alhamdulillah. Apakah mahasiswanya tidak ada yang curhat masalah koneksi internet dan sejenisnya Pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.