Memasak Nasi Biryani di Rumah

Sewaktu menunaikan ibadah haji di Mekah pada tahun 2018, saya baru pertama kalinya mencoba makan nasi biryani (kadang-kadang disebut briyani) dan nasi kebuli. Sebelum itu hanya mendengar namanya saja. Di dekat Masjidil Haram di Mekkah banyak rumah makan yang menjual bermacam-macam nasi, seperti nasi bukhori, nasi mandhi, termasuk nasi kebuli dan nasi biryani. Nasi kebuli memang khas dari jazirah Arab, kalau nasi biryani katanya dari India. Keduanya menggunakan beras basmati yang ukurannya panjang-panjang itu. Beras basmati sering dinamakan beras India.

38278977_1982643265137022_6783662894253867008_n

Restoran di luar Masjidil Haram

 
38426810_1982226221845393_6577459886580301824_o

Nasi bukhori. Lalapannya adalah cabe hijau besar.

Sejak dua tahun belakangan ini kuliner nasi biryani sedang trend di Bandung. Di Bandung dan kota-kota besar lainnya sudah banyak restoran yang menjual nasi biryani dan nasi kebuli dengan cita rasa yang disesuaikan dengan lidah lokal. Bahkan yang menjual secara onlen juga banyak, ditawarkan melalui medsos atau lewat Gofood atau Grabfood.

Karena pernah mencoba makan nasi Arab yang kaya rempah-rempah dan menurut saya rasanya enak, maka saya pun ingin mencoba memasaknya sendiri. Namun karena ingin lebih praktis dan tidak terlalu repot mencoba meracik bumbunya, maka saya membeli kemasan  nasi biryani (semi) instan yang banyak dijual secara onlen. Kebetulan kemasan nasi biryani semi instan ini diproduksi oleh sebuah UMKM di Cimahi. Jadi, tidak apa-apalah tulisan saya ini seperti mempromosikan produk UMKM ini.

Saya sebut semi instan karena untuk mendapatkan nasi biryani yang rasanya pas seperti di Timur Tengah maka masih diperlukan bahan dan bumbu-bumbu tambahan yang diolah sendiri. Jadi tidak langsung instan dimasak ke dalam rice cooker. Di dalam kemasan nasi biryani instan tersebut sudah lengkap dengan beras basmati, bumbu biryani, susu, dan kismis.

biryani

Bahan dan bumbu tambahan yang perlu disiapkan sendiri adalah  lima siung bawang putih, lima siung bawang merah, satu siung bawang bombay, satu buah tomat, dan daging ayam/sapi cincang. Nah, cara memasaknya saya tuliskan dalam bentuk algoritma berikut ini (seperti yang tertulis di dalam kemasannya).

Algoritma memasak nasi biryani:

1. Semua bumbu bawang dan tomat dicincang lalu ditumis bersama bumbu briyani dengan lima sendok makan minyak sayur.

2. Masukkan dua gelas air (450 ml), kemudian masukkan ayam/daging cincang, ungkep sampai setengah matang.

3. Matikan kompor, lalu masukkan beras basmati yang sudah dicuci. Masukkan bumbu lain yang sudah disediakan yaitu susu dan kismis. Aduk rata.

4. Masukkan ke dalam rice cooker, tambahkan air hingga dua ruas jari. Masak hingga matang.

biryani2

Jadi, cukup rumit juga memasaknya, tidak langsung instan, makanya saya sebut semi-instan. Setelah tiga puluh menit di dalam rice cooker, akhirnya nasi biryaninya matang. Jadi deh…🙂

biryani3

Bau nasinya harum rempah-rempah. Kalau ingin sedikit asin tambahkan garam. Kalau mau makan tambahkan kerupuk emping melinjo, acar, dan sambal. Selamat makan…

Pos ini dipublikasikan di Makanan enak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.