In Memoriam, Rektor ITERA Lampung, Prof. Ofyar Tamin

Hari Rabu pagi tanggal 9 Juni 2021 sebuah pesan di whatsapp mengejutkan saya. Isinya mengabarkan Rektor ITERA Lampung yang juga dosen ITB, Prof Ofyar Z. Tamin, wafat di Jakarta karena sakit.

Saya memang tidak kenal dekat dengan almarhum. Selama saya menjadi dosen terbang di ITERA Lampung, saya hanya sekali saja pernah berbicara secara langsung dengan beliau.  Selebihnya hanya berpapasan saja di Wisma ITERA, melempar senyum atau menganggukkan kepala.

Rektor-Itera-Ofyar-Z-Tamin

Nama Pak Ofyar cukup berkesan bagi sebagian besar dosen ITB. Saya yakin sebagian besar dosen ITB tidak mengenal wajahnya, tetapi mengenal namanya. Hal itu karena Pak Ofyar memiliki kebiasaan yang unik. Dia rajin mengirim ucapan selamat ulang tahun via SMS ke setiap dosen ITB. Setiap tahun hampir setiap dosen di ITB (dan juga di ITERA) mendapat kiriman ucapan selamat ulang tahun pada hari kelahirannya. Kalau sekarang ada whatsapp, maka ucapan selamat ulang tahun dikirim lewat whatsapp. Tidak hanya ucapan selamat ulang tahun, tetapi juga ucapan selamat Idul Fitri dikirim lewat whatsapp.

Entah darimana beliau mendapat nomor telpon dan data tanggal lahir semua dosen ITB. Bahkan dosen muda yang baru menjadi dosen di ITB pun merasa kaget dikirimi ucapan selamat ulang tahun dari seorang profesor! Merasa de javu, merasa tersanjung dikirim selamat ulang tahun dari seorang Guru Besar, padahal beliau tidak mengenal dirinya. Mungkin begitulah cara Pak Ofyar menjalin silaturahmi dengan orang lain, termasuk orang yang tidak dikenalnya sekalipun.

Bahkan, kalau hari ulang tahun kita sudah lewat, mungkin karena dia lupa, Pak Ofyar tetap mengirim ucapan selamat ultah pada hari berikutnya seperti pada skrinsut pesan whatsapp berikut:

ofyar1

Namun karena dikirim setelah tanggal kelahiran saya, maka saya membalas pesannya bahwa sudah lewat kemarin. Beliau pun membalas lagi bahwa telat sehari masih tetap sah  🙂

ofyar2

Yang lebih mengharukan saya, ketika beliau dirawat di RS di Lampung karena positif Covid pada tahun lalu, beliau masih sempat mengirim selamat ulang tahun kepada saya dari rumah sakit seperti pada gambar di bawah ini. Sungguh membuat saya terharu padahal saya tidak   mengenalnya secara pribadi. Saya hanya bisa mendoakan beliau agar sembuh dari Covid.

ofyar3

ITERA boleh dibilang sebagai “anak kandung” ITB karena ITB lah yang membidani kelahirannya hingga tumbuh pesat sampai sekarang. Dosen-dosen ITB pun “dipinjamkan” menjadi dosen luar biasa (istilahnya dosen terbang) di ITERA dan sebagian lagi menjadi pejabat kampus seperti rektor, wakil rektor, ketua jurusan, hingga ketua Program Studi. Dosen-dosen ITERA masih muda-muda sehingga masih perlu dibina oleh ITB.

Pak Ofyar Tamin ditugaskan menjadi Rektor ITERA Lampung oleh ITB pada tahun 2014, yaitu saat mahasiwa ITERA “dipindahkan” dari ITB  ke Lampung karena kampus ITERA sudah mulai dibangun di luar kota Bandar Lampung. Saat mulai menjabat, beliau hanya diberi lahan  kosong yang sangat luas, sekitar 300 Ha, di Jalan Terusan Ryacudu (yang menjadi kampus ITERA sekarang). Berkat kemampuannya mencari dana pembangunan ke sana sini, maka siapa sangka kampus ITERA berkembang luar biasa seperti sekarang (lihat foto-foto di bawah ini), terutama bila dilihat dari pertumbuhan gedung-gedung perkuliahan dan laboratorium yang terus bertambah. Padahal ITERA merupakan PTN yang masih muda, baru 8 tahun usianya. Video kampus ITERA dari atas drone dapat dilihat di tayangan Youtube ini.

ITERA-2

itera1

ITERA

Ya, berkat kepemimpinan Pak Ofyar-lah maka ITERA Lampung menjadi besar seperti sekarang. Saya yang mulai mengajar menjadi dosen terbang di ITERA tahun 2014 hingga sekarang dapat melihat perbedaan dulu dan sekarang (baca tulisan saya ini). Lokasi kampus ITERA sangat strategis karena berada di samping pintu masuk jalan tol Bakauheni – Palembang. Sungguh tepat pemilihan lokasi kampus di situ.

Ada pengalaman yang tidak terlupakan bagi saya berkaitan dengan Pak Ofyar. Pada tahun 2019 ITERA meminta kepada fakultas saya (STEI-ITB) untuk mencarikan dosen yang bersedia menjadi Kaprodi Teknik Informatika ITERA. Oleh fakultas, saya yang diminta menjadi Kaprodi (Kepala Program Studi) sana. Saya pada mulanya agak keberatan karena pertimbangan  keluarga. Itu berarti saya harus sering bolak-balik Bandung-Lampung untuk rapat-rapat koordinasi. Saya juga memiliki anak berkebutuhan khusus yang perlu mendapat perhatian di rumah. Lagipula, saya tidak punya passion dalam manajemen dan pengelolaan SDM. Namun, setelah berdiskusi dengan istri, dan rasa “kasihan” serta empati saya kepada dosen-dosen muda ITERA yang perlu pembinaan, akhirnya tawaran menjadi Kaprodi di ITERA pun saya terima, namun tetap saja ada rasa yang mengganjal di dalam hati, yaitu rasa belum ikhlas. Saya lebih suka seperti selama ini saja, menjadi dosen biasa, membina dosen muda dan membimbing mahasiswa di sana, tanpa disibukkan dengan urusan manajerial yang tidak saya sukai.

Apa yang terjadi? Setelah nama saya diusulkan oleh ITB ke ITERA, ternyata Pak Ofyar tidak setuju tanpa alasan yang saya ketahui. Apakah saya kecewa? Oh, sama sekali tidak, malah sebaliknya. Saya justru besyukur dan berterima kasih tidak jadi disetujui oleh Pak Ofyar. Ada perasaan lega di dalam hati. Mungkin Tuhan menjawab ketidakrelaan saya melalui cara Pak Ofyar menolak saya sebagai Kaprodi. Terima kasih, Pak, Bapak telah “menyelamatkan” saya dari berbagai macam kegalauan yang hanya diri saya sendiri yang mengetahuinya.

Selamat jalan Pak Ofyar. Meski tidak mengenal bapak secara pribadi, menurut saya bapak adalah orang yang baik. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dan amal shaleh yang telah bapak perbuat dengan pahala yang berlipat ganda, terutama dalam memajukan pendidikan tinggi di Pulau Sumatera khususnya dan di Indonesia umumnya.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan, Seputar ITB. Tandai permalink.

Satu Balasan ke In Memoriam, Rektor ITERA Lampung, Prof. Ofyar Tamin

  1. arisnohara berkata:

    Surga bersama orang-orang yang baik. Dan, ucapan ucapan ‘selamat ulang tahun’ itu sangat penting. Ada yang amat sedih karena tak banyak yang mengucapkan itu kepadanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.