Kampus Ganesha ITB Sunyi dari Mahasiswa Saat Pandemi

Sudah satu setengah tahun kampus Ganesha ITB ditutup untuk perkuliahan dan aktivitas kemahasiswaan. Mahasiswa sudah pulang ke kampung halamannya masing-masing, kuliah dari rumah.

Saya pun sudah satu setengah tahun tidak pergi kerja ke kampus. Mau ngapain juga di kampus, tidak ada siapa-siapa, tidak ada mahasiswa, hanya ada beberapa pegawai tendik di kantor Tata Usaha yang bertugas secara bergantian hari dengan pegawai lannya.

Meskipun saya pegawai dan dosen ITB, namun saya tidak bebas leluasa masuk ke dalam kampus, ke kantor saya sendiri . Perlu mengurus surat izin masuk dulu ke fakultas, mengisi formulir daring, mendapatkan QR-code, dan seterusnya. Tujuannya sih bagus, yaitu untuk melakukan pelacakan jika terjadi kasus penularan covid di kampus dan mencegah timbulnya klaster kampus Ganesha. Sejauh ini kampus Ganesha ITB aman-aman saja, tidak ada klaster covid. Memang ada pegawai tendik dan dosen yang terpapar corona, namun mereka terpapar di luar kampus, mungkin di lingkungan keluarganya sendiri.

Meskipun saya WFH, namun sesekali saya masih pergi ke kampus Ganesha, tapi bukan untuk WFO, namun untuk urusan singkat saja, misalnya mengambil buku dan dokumen di meja kerja, meng-copy file di komputer desktop kantor, atau memperbaiki software laptop di Ditsti. Saat  vaksinasi dosen di Gedung Sabuga, kampus dibuka untuk parkir kendaraan,  lalu berjalan ke Sabuga melalui terowongan. Nah, saat bisa masuk ke kampus itulah saya sempat mengambil foto-foto suasana kampus Ganesha. Begini suasananya. Sepi dan sunyi.

  1. Gerbang Selatan (gerbang utama) kampus Ganesha yang membisu, seperti orang  yang duduk melamun sendirian, dengan bunga-bunga bougenville yang mulai bermekaran, namun tiada langkah-langkah kaki yang biasanya  selalu melewatinya.

ITB1

ITB2

2. Jalan utama kampus yang kosong. Hanya terdengar suara daun bergesek dan desiran suara angin.

ITB3

3. Kantin bengkok yang kesepian. Saat jam makan siang, tempat ini penuh dengan mahasiswa yang makan sambil mengerjakan tugas kuliah dengan laptopnya.

ITB4

4.  Lorong yang sepi. Lorong-lorong yang menghubungkan antar gedung-gedung di dalam kampus nyaris tidak ada orang yang lewat.

ITB5

5.  Ruang sekre unit-unit kegiatan mahasiswa di sunken court yang seperti markas yang ditinggal penghuninya (Sunken court adalah kawasan bawah tanah yang terletak di sepanjang jalan menuju terowongan yang menghubungkan kampus Ganesha dan Sabuga. Sunken court terletak di antara Gedung Perpusatakan Pusat dan Gedung Riset dan Inovasi)

ITB6

ITB7

6. Kantin borju dengan meja-meja makan yang berdebu. Sebelum pandemi, kantin ini adalah tempat rendevouz selain tempat makan tentunya.

ITB8

7. Meja-meja belajar di selasar LabTek V yang kosong melompong. Pada hari-hari kuliah, meja-meja ini adalah tempat mahasiswa mengerjakan tugas-tugas kuliah

ITB10

ITB11

8. Lapangan basket dan lapangan cinta yang kosong. Sebelum pandemi, setiap hari tempat ini ramai dengan mahasiswa yang mengisi waktu melempar-lempar bola basket atau sekedar duduk-duduk di sini. Kalau ada TPB Cup atau pertandingan antar Himpunan Mahasiswa, bisa riuh rendah sampai malam hari di sini.

ITB13

ITB14

9. Ruang kelas dan lorong LabTek V yang lengang

ITB15

Foto-foto kampus ITB yang sepi selama pandemi dapat dilihat pada video saya di Youtube di bawah ini:

Semoga pandemi corona ini segera berakhir dan kondisi kampus yang sepi dari mahasiswa ini ramai kembali. Perlu waktu memang kalau ingin suasanya seperti dulu lagi.

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.