Di dalam doa anakku, namaku disebut

Si bungsu (yang masih SMP) setiap selesai sholat, baik sholat sendiri maupun sholat berjamaah di rumah atau di masjid, selalu berzikir dan berdoa cukup lama. Beda dengan diriku yang bezikir dan berdoa sebentar lalu cepat berdiri setelah sholat. Jadi malu sendiri dengan anakku 🙂

Karena sering lama seperti itu, maka suatu kali, setelah selesai berdoa, saya pun iseng bertanya kepadanya.

Apakah ada kamu selipkan ayah dan ibumu di dalam doamu, Nak?, tanyaku kepadanya.

Ada, jawabnya pendek.

Alhamdulillah, di dalam doa anakku namaku disebut (pinjam judul lagu penyanyi cilik, Nikita, Didoa Ibuku Namaku Disebut).

Tissu mana tissu. 😢

Tentu saja saya merasa terharu. Saya tidak pernah meminta dia mendoakan kami, tidak pernah menyuruh. Mungkin dia dapat ilmu itu dari guru agama di sekolah, atau dari guru mengajinya di TPA waktu masih SD dulu? Entahlah…

Salah satu kebahagiaan orangtua jika mereka sudah tiada nanti di dunia ini adalah doa anak yang sholeh yang mendoakan ibu-bapaknya. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim berbunyi begini (dikutip dari sini):

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya.” (HR Muslim).

Jadi, meskipun kita nanti sudah tidak ada di dunia ini, sudah dipanggil oleh Allah SWT, amal pahala kita masih terus mengalir dari sedekah jariyah yang pernah kita berikan selama di dunia, dari ilmu yang bermanfaat yang pernah kita ajarkan kepada orang lain, dan jika tidak ada keduanya, maka minimal dari anak sholeh yang selalu mendoakan kita.

Saya tahu hadis ini sejak kecil. Dulu ketika ibu bapak saya masih hidup, saya sering mendoakan mereka setiap selesai sholat, Sekarang pun, meski saya sudah yatim piatu (sudah tidak punya kedua orangtua lagi), namun saya tetap selalu mendoakan mereka yang sudah berada di alam sana setiap selesai sholat. Doa apakah itu? Doa memohon kepada Allah SWT untuk mengampuni kedua orangtuaku.

Mudah-mudahan anak-anakku selalu menyelipkan nama kami di antara doa-doanya. Harta yang paling berharga adalah anak yang sholeh, bukan?

Pos ini dipublikasikan di Agama. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.